Cinta Di Ufuk Senja

Cinta Di Ufuk Senja
BAB 6. HADIAH TERAKHIR PAPAH..


__ADS_3

Kematian Papah Nisa yang mendadak dan ditambah bumbu- bumbu media yang tersebar membuat kegemparan tersendiri di sekolah Nisa. Guru- guru dan teman- teman Nisa silih berganti mendatangin rumah Nisa. Rumah Nisa yang biasanya sepi kini mendadak rame. Bahkan Media Cetak sesekali masih terlihat di lingkungan rumah Nisa untuk meminta atau menggali gali info tentang keluarga Nisa.


Walaupun terkadang ada berita yang disampaikan media terkesan mengada ngada. Tapi Nisa tidak mau ambil pusing tentang hal itu. Nasehat Mamah dan Papah Adam serta Tetangga tetangga lainnya cukup membuat Nisa menyadari bahwasanya lingkungan ini begitu memiliki ikatan solidaritas yang kuat serta tingkat keagaamaan yang kuat pula. Hingga mereka pun menutup mulut akan kebobrokan keluarga Nisa selama mereka tinggal di lingkungan ini.


Flashback.


Sesaat setelah pihak kepolisian meninggalkan rumah Nisa, Papah Adam yang memang memiliki Perusahaan Jasa Pengamanan Private langsung menghubungi


orang kepercayaannya untuk mencari info info tentang kematian Papah Nisa.


Kecurigaan Papah Adam semakin memuncak setelah melihat pesan yang dikirim oleh informannya yang berupa rekaman CCTV ditempat kejadian. Dari rekaman CCTV mobil yang terparkir itu terlihat Papah Nisa yang sedang berusaha lari dari kejaran pria berbaju hitam. dan yang paling disoroti Papah Adam adalah tato macan hitam dilengan kanannya. Hal itu lah yang membuat Papah Adam makin merasa ini bukan hal sepele. Hingga Papah Nisa menyuruh informannya tersebut terus menyelidiki hal ini meskipun pihak kepolisian sudah berhasil mendapatkan pelakunya. Insting Papah Adam menerka ada hal yang lebih rumit dibalik ini semua.


Sesaat setelah jenazah Papah Nisa dibawah kerumah. Papah Adam berinisiatif mengumpulkan tetangga yang datang kerumah Nisa untuk membicarakan suatu hal. Pembicaraan yang membahas tentang kejadian pembunuhan papah nisa sudah didengar oleh para tetangga lain hingga saat papah adam meminta kepada para tetangga lainnya untuk tidak melayani wawancara dari pihak media atau hanya memberikan info yang sekedarnya saja, dan Alhamdulillah nya para tetangga menyetujuinya untuk melindungin anak malang tersebut.


Pak RT juga tidak lupa membicarakan tentang hal yang mencurigakan tentang pria yang mengawasi didepan rumah nisa sesaat sebelum kejadian naas ini terjadi. Karena itu Pak RT meminta agar para warga meningkatkan kewaspadaan dan pengecekan fungsi CCTV dirumah masing masing serta meminta Satpam lingkungan lebih meningkatkan keamanan lagi dan tidak membiarkan tamu asing masuk tanpa di cek ke warga yang bersangkutan serta berinisiatif untuk membuat kotak paket didepan pos satpam sehingga pengantar paket tidak perlu masuk kedalam komplek perumahan ini.


Mendengar itu semua para warga pun menyetujui karna mereka tau kejahatan itu mungkin saja terjadi kalo mereka tidak saling menjaga.


......................


....................


..."اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ"...


...Ash-shalaatu khairum minan-nauum...


...(Sholat itu lebih baik dari pada tidur)...


Suara Adzan shubuh membangunkan Nisa dari Tidurnya. Hidupnya masih terasa gamang akan kematian Papahnya. Terkadang masih terselip dihatinya rasa bersalah kepada Papahnya, karna pernah terucap olehnya sumpah serapah terhadap orang yang dipanggilnya Papah tersebut. Begitu dia dengan pongahnya mengatakan Papahnya adalah papah brengsek dan berharap papahnya tiada, tanpa dia ingat bukankah sebelumnya papahnya begitu memanjakannya.


Begitulah sifat manusia yang suka mengaburkan semua kebaikan manusia lain karena keburukannya yang singkat. Sehabis bangun Nisa pun langsung mandi dan melaksanakan sholatnya. Dalam doanya yang biasanya dikhususkannya untuk dirinya sekarang berubah porsi untuk Papahnya.


"Ya Allah, Maafkan lah hambamu ini yang terus meminta kepadamu. Hanya padamulah ku sematkan doaku. Doa untuk kedua orang tua ku yang telah merawatku, mendidikku dengan kasih sayang serta peluh yang bercucuran untuk memenuhi kebutuhan ku. dan kini ya Allah Papah sudah memenuhi panggilan pulangmu maka tempatkanlah Papahku di surga mu, lapangkan kuburnya, jauhkanlah dari siksa kubur dan ampuni lah papahku ya Allah.. berikanlah ketenangan bagi papahku disana dan jagalah iman dan ihsanku untuk terus memuja namamu.


...رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا...


...Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā....


...رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ...


..."RABBANAA AATINAA FIDDUNYAA HASANATAN WAFIL AAKHIRATI HASANATAN WAQINAA ADZAABAN-NAAR"....


...اللهم اغفر لنا ذنوبناوكفرعنا سيئاتنا وتوفنا مَعَ الْأَ بْرَارِ...


..."ALLAHUMMAGHFIRLANAA DZUNUUBANAA WAKAFFIR ANNAA SAYYIAATINAA WATAWAFFANAA MAALABRAARI"....


...سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ...


..."SUBHAANA RABBIKA RABBIL I'ZZATI AMMAA YASHIFUUNA WASALAAMUN 'ALAL MURSALHNA WAL-HAMDU LILLAAHI RABBIL'AALAMIINA"....


"Aamiin Aamiin ya rabbal allamin." tutup Nisa sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ya Allah maka kabulkanlah pintaku dan inginku..Amiin."


Setelah menunaikan sholat shubuh Nisa pun mulai membuka Al-quran kecil di atas nakas kamarnya. Begitu beruntung dirinya karna mendapatkan kan pendidikan agama yang baik dari Papahnya dari kecil hingga dia sudah merasa biasa membaca dan menunaikan ibadah ibadah keagamaan.


Matahari mulai terlihat menampak cahayanya saat Nisa selesai membaca Alqurannya. Cahaya pagi ini menggetarkan jiwanya. Ketakutan muncul disaat dia sendiri seperti sekarang ini. Mamah Adam sudah meminta Nisa tinggal dirumahnya tapi Nisa begitu sungkan kepada Adam yang begitu baik kepadanya. Apalagi disaat dia ingat kejutekannya kepada Adam. Tapi kini keluarganya lah yang begitu baik kepadanya.


Keheningan yang menciptkan lamunan lamunan tak berguna itu segera di hilangkan Nisa sesaat dia mulai menurunin tangga kamarnya keruangan bawah. Nisa pun mulai membuka jendela jendela dirumahnya agar udara masuk, dan mulai membuang sisa sisa sampah pengajian diruang bawah.


Setelah selesai membersihkannya Nisa yang sendiri tertegun melihat kantong kue di lemari es.


"Ah iya.. ini paket terakhir yang aku terima sebelum kejadian ini"


Nisa pun lalu membuka Kantong kue itu yang ternyata berisi kue ulang tahun untuk Nisa dari Papahnya.

__ADS_1



Kue ulang tahun karakter baju dokter bertuliskan angka 18 yang menunjukkan umur Nisa kini. Kejadian kejadian rumit ini membuat Nisa lupa akan ulang tahunnya sendiri. Dan ternyata Papahnya masih ingat dengan Ulang tahunnya dan cita citanya. Cita cita Nisa yang ingin menjadi dokter saat dewasa nanti. Dia yang bercita- cita akan menjadi dokter yang terbaik biar bisa menjaga Papah dan Mamahnya.


"Papah..". gumam nisa lirih tanpa terasa air matanya pun kembali jatuh.


"Ting tong.. ting.. tong.. ting.. tong.. ting.. tongg.. "


bunyi bell silih berganti bersahutan.


"Nisa... Nisa... Nisa.. Nisaaaaaa" teriak cempreng bersahutan antara bunyi bell dan teriak dombretan cewek.


"Isshh ni anak berisik banget "ucap Adam yang ada didepan pagar rumah nisa sambil memencet belnya..


"Ihhh berisik kamu.." ucap ocha juga sambil terus teriak memanggil manggil nama Nisa


"Apaan siii dua makhluk berisik itu udah nyamper aja pagi pagi gini". gumam Nisa sesaat setelah dia mengintip dari jendela dan mengetahui makhluk berisik pagi ini.


"Bentarrrrr.. " Teriak Nisa setelah dia membuka pintu rumahnya.


"Cepetan sa aku udah kebelet ni.. mau pip*s " ucap ocha sambil bergerak gelisah dan disambut pandangan geli Adam ngeliat kelakuannya.


"Ia.. ia.. ini juga lagi bukain gembok pagar.."


"Sa ini.. dari mamah.. kata Mamah WAJIB DIMAKAN DAN DIHABISIN kalo enggak ntar mamah marah." kata Adam sambil menyodorkan bungkusan nasi kuning plus bala balas hangat buatan mamahnya.


"Iya.. iya .. nanti aku makan..".balas Nisa


"Makannya sekarang sa, tugasku memfoto mu sampai makanan itu habis, kalo enggak bisa digerowok aku sama mamah." ucap Adam memelas.


"Kasihani akuuuu saaaaaa.. mamahku kalo ngamuk kayak beruang lagi laferrrr..." bujuk Adam.


" Iyaaa.. iyaaa.. masuk gihhh.." ucap Nisa sambil membawa bungkusan itu masuk dan menutup pintu pager.


"Cieee... cie... dua sejoli.. memadu kasih di depan pager.. cuittt .. cuittt.." ledek Ocha


"Walah sampai ngejawabnya juga bareng.. Jodohh..jodohh.. "


"Walah ni anak minta ditimpuk" ucap Nisa sambil berpura pura membuka sandalnya.


"Tidakkkkkkkk " ucap ocha sambil berlari masuk.


Nisa pun mulai berlari masuk kerumahnya sambil membawa kiriman mamah Adam.Adam yang melihatnya pun cuma bisa cengengesan sambil melangkah masuk pula.


"Ampunnn sa.. ampun ." ucap ocha yang teriak kegelian karna nisa menggelitiknya


"gitu lagi gak..Apa mau digelitikin sampai ngompol.."


"Ampun saaaaa .. ampunn .. enggak lagi.. suerrr suerr.. " teriak ocha minta ampun.


Nisa pun langsung menghentikan aktivitas menggelitikin Ocha, Sambil ke dapur untuk mengambil piring buat sarapan diikutin oleh Ocha.


"Sa, jadi sekarang lu udah gak marah marah lagi sama Adam."


"Hehe, enggak lah Cha.. Adam dan keluarga nya baik banget sama aku. Jadi masak aku gak cembetutin Adam, Apalagi mamahnya Adam duhh super duperrrr baik. Mirip mirip Bidadari lah.. udah cantik.. baik.. masakannya enakk banget.. nih kamu mau cobain gak nasi kuning buatan tante desi".


" Wahh kamu masih manggil mamahnya adam tante yaaa sa, enggak mamah, mamih , bunda gitu." ledek ocha


"ihhs mulai lagi ini anak, mau digelitikin lagi yaaa cha.." ucap Nisa sambil menggerak gerakan jari jarinya.


"Ampun ampun canda atuh lah Sa, gitu aja ngambek."


"Eh saa.. ada kue ultah.. lu ultah ya? tanya ocha saat dia membuka lemari es


"hehehe iya cha.. hari papahku meninggal hari ulang tahunku.. itu kue ultah dari Papahku."

__ADS_1


"Uhhh sayang.. Jangan syedihhh ocha ada disini kok cup.. cupp cupp.. " ucap ocha sambil memeluk nisa.


"Yaudah cha kamu potong aja atuh lah kuenya.. mumpung masih enak.. kelamaab takutnya malah gak kemakan.."


"Siapp.. bos.. btw aku nyajiin juga ya buat Aa tamvan didepan."


"iyee.. iye.. serah lu deh cha.. suka suka eluuuu aje daku mah angguk wae lah."


"Hahahhah.. asik.. " ucap ocha sambil ketawa ketiwi karna berhasil ngegodain Nisa.


Ocha pun lalu memotong kue ultah itu menjadi 3 bagian. Untuknya, Adam dan sang empunya kue, Sedangkan Nisa membuat susu hangat untuk minumnya. Setelah selesai merekapun membawanya kedepan untuk dimakan bersama Adam.


Tak berselang setelah kuenya habis dan menyelesaikan tugas mamahnya Adam pun pamit pulang kerumahnya karena hari ini jadwal les tekwondonya.


"Sa, Cha aku pulang dulu ya.. pagi ini aku ada jadwal tekwondo.. "


"Okeyy.. hati hati ya.." ucap Nisa dan Ocha.


"Makasihh.. assalamualaikum.."


"Waalaaikumsalam.. " Sahut Nisa dan Ocha mengantar Adam lalu menutup pagar rumahnya.


Setelah didalam rumah Ocha dan Nisa pun mulai ngobrol ngalur ngidul.. hingga tanpa terasa udah jam 1 siang. Ocha pun lalu pamit pulang setelah Mamahnya menerornya dengan menelpon ocha terus menerus.


"Aiihh mamah te meuni kitu, Baru juga pergi udah ditelponan jiga nu nagih utang ihhh. ia ia ini mau pulang" rengek ocha ketika akhirnya mengangkat telpon mamahnya lalu bergegas pulang.


"Sa aku pulang dulu ya.. itu Gas dirumah habis kata mamahku.. ehhh malah heboh nelponin, lieur ahh pokoknya .. yaudah yaaa sa bye byeee.. aku pulang dulu entar aku main lagi kesini.. owh iya Sa.. itu kuenya mending diganti deh tempatnya tadi aku liat udah kayak jibruk gitu alasnya." ucap ocha.


"Iya.. udah sana gih.. aku juga mau tidur Dzuhur an dulu.."


"Yaudah hati hati dirumah.. bye bye Sa.. Assalamualaikum." ucap Ocha sambil berlari pergi kerumahnya yang berada di blok depan komplek tak jauh dari pos satpam.


......................


Setelah mengantarkan Ocha, Nisa pun kedapur berniat untuk mengganti kotak kuenya..


"Owh ia kotaknya udah harus diganti," gumam Nisa yang melihat kotak kuenya seperti kena air. Nisa pun lalu mengambil tempat saji kue bolu untuk ganti tempatnya.


..."pluk.."...


bunyi sesuatu yang terjatuh saat nisa mengangkat kue tartnya ketempat yang baru. Nisa pun jongkok mengambil sesuatu yang digulung dan dibungkus plastik. Mata nisa membulat sempurna sesaat setelah membuka lipatan plastik yang ternyata berisi surat bertuliskan dari Papah dan Flashdisk berwarna perak tipis.


Dengan tergesa gesa Nisa pun membuka surat itu dan membacanya..


Kepada Nisa Anakku.


Apabila Nisa menemukan ini , maka ini akan menjadi hadiah terakhir papah untuk Nisa dan itu artinya Papah akan meninggalkan Nisa untuk selamanya.


Anak Papah tersayang, Papah harap Nisa dapat memaafkan kesalahan kesalahan yang papah lakukan kepada Nisa.


Maafkan tindakan kejam Papah yabg membuat Nisa terpisah dari Mamah Kandung Nisa dan membuat Nisa kehilangan cinta Mamah Anna juga.


Nisa sayang andai papah bisa mengulang waktu ingin rasanya papah kembali disaat masa masa indah kita dulu. Tapi semuanya sudah terlambat bukan dan papah juga tidak bisa merubah takdir kita.


Saat ini papah terlibat masalah yang besar hingga papah yakin masalah ini juga mungkin akan mengancam kamu nak, karna itu papah mohon pergilah ke keluar negeri temui teman papah dan mamah yang bernama Alan Wijayakusumah dan beritahukanlah dia kalo kamu Adalah Putrinya Karenina dan Bram.


Nak.. kamu tau kan dimana Papah menyimpan Brankas? .. disana papah meletakkan semua surat surat penting dan berharga lainnya serta informasi Om Alan hanya dialah satu satunya yang papah percayai.


Sayangku.. pergilah lupakan semua yang terjadi disini. hiduplah dengan bahagia disana jadilah seorang istri dan ibu yang terbaik, berikan papah cucu yang cakep, Dan jangan cari cari lagi informasi tentang apapun yang terkait tentang kasus papah...


Beribu kata tidak sanggup papah tuliskan tentang sayang papah kepada Nisa. tapi percayalah hanya nisa jantung hatinya papah. Nanti pada saatnya kita akan bersatu.. Mamah, Papah dan kamu . TAPI INGAT JANGAN CEPAT- CEPAT JUMPAIN PAPAH YA. Papah ingin menghabiskan waktu dulu dan meminta maaf kepada mamah karen jadi datang dan jumpailah kami 70 tahun lagi.


Peluk dan Cium untuk Anak Papah tersayang. Dan Selamat Ulang Tahun Sayang yang ke-18.


Nb. Password brankas adalah hari terindah yang bagi papah dan mamahmu.

__ADS_1


"Papah..." Gumam Nisa yang mulai menangis sembari memeluk Surat dari papahnya..


Bersambung..


__ADS_2