
SELAMAT MEMBACAš
Nisa pun mulai membuka matanya dia melihat sekeliling tapi dia lupa siapa nama mereka semuanya.Suster itu pun keluar memanggil dokter Romi yang ahli dibidang ini.
"Nis,ini gue si tusuk sate lo masih ingatkan sama gue".Tanya Fani yang berharap Nisa mengenalnya.
Nisa pun masih terlihat lemah dan belum bisa menjawab pertanyaan Fani karena baru sadar.
"Maaf dik biarkan pasien istirahat dulu nanti kalau udah membaik baru kalian tanya".Ucap dokter Romi sambil berjalan menuju ranjang Nisa dan mengecek tekanan darah dan suhu tubuh Nisa.
"Pasien ini masih lemah dan mungkin lupa dengan hal disekitarnya tapi tenang ini hanya lupa ingatan yang belum permanen jadi masih bisa pulih sedangkan kaki nya saat oprasi kami mengasih pin di kakinya untuk menyatukan tulang nya yang retak jadi untuk sementara Nisa harus berjalan menggunakan tongkat penopang,kalau gitu saya permisi".Dokter Romi menjelaskan panjang lebar.
"Semoga lu masih ingat gue Kus,ini gue dodol basi elu yang rese,jadi rindu masa-masa kita berantem,cepet sembuh ya Kus".Batin Arka sambil tersenyum tipis.
"Nis,elu istirahat aja yak jangan mikir-mikir yang berat dulu".Kata Fani.
"Fan gimana kalau kita pulang dan mandi dulu terus Arka sama Rizal biar disini dulu nanti gantian pulangnya".Kemudian Arga menyuruh Fani untuk pulang membersihkan diri.
"Yaudah deh gue juga udah bau,oh ya Zal sama Arka tolong jagain Nisa bentar yak gue pulang dulu nanti gue balik lagi kok".Ucap Fani lalu pergi keluar dengan di gandeng Arga.
"Mereka pacaran yak kok pegang-pegang gitu".Tanya Arka yang penasaran tentang hubungan Fani sama si Arga.
__ADS_1
"Emang iya,baru tau ya lu".Jawab Rizal dengan mata melirik sinis ke Arka.
"Apa lu liat-liat nge fans yak".Arka pun membalasnya.
"ihhh ngefans ama lu najis,hiyyyy amit-amit".sindir Rizal.
"Lu tu yang amit-amit masa tidur ninggalin kerak iler sih".
"Biarin dari pada lu tidur ngorok kayak traktor tau ckckckckc".ledek Rizal yang nggak terima.
"Alah palingan elu yang ngorok kaya **** huhahahaha".Bales Arka dan terjadilah perdebatan antara mereka.
Tiba-tiba Nisa mau ngomong tapi berat gitu kayaknya.
"Oh mau minum ya Nis bentar gue ambilin".Jawab Rizal sambil menuju dispenser dipojokan.
"Gue aja apaan sih lo".Cegah Arka
"Gue...kenapa sih lu,elu emang siapa nya Nisa hah pakek nylonong aja".Bentak Rizal.
"Terserah!!! Nih Kus minum buat elu".Arka pun mengambil air di tangan Rizal dan kemudian meminumkan pada Nisa.
__ADS_1
"Ka..ka..kalian si..si..siapa".Tanya Nisa yang masih terbata-bata.
Arka dan Rizal pun saling bertatap-tatapan dan kaget mendengar Nisa nggak tau nama mereka.
"Nis ini gue Rizal temen SD lo dulu yang suka main bareng".Rizal pun mencoba mengingatkan masa lalu nya dengan Nisa.
"Kayak nya gue pernah denger nama itu tapi dimana ya".Tanya Nisa lirih.
"Ayo Nis ingat-ingat lagi".Rizal mulai memaksa Nisa.
"Udah woyy kalau nggak inget jangan dipaksain nanti Nisa malah Stress loh".Arka pun menasehati Rizal yang meneteskan air matanya.
"Kalau Nama kamu inget nggak".Tanya Arka dengan lembut kali ini.
"Alfanisa Arkana".Ucap Nisa sambil mengingat dan dia rasa itu benar namanya.
"Dan elu tinggal dimana?".Arka bertanya lagi.
"Sama Fani sahabat ku".Nisa pun masih ingat dengan Fani.
"aduhhhhh awww kaki ku".Nisa merintih kesakitan sambil memegangi kakinya.
__ADS_1
"Kenapa Nis?".Ucap Rizal dan Arka bersamaan.