
SELAMAT MEMBACAš
Dirumah Arka yang super mewah itu.
"Duhhh kenapa hati gue jadi jedag jedug sih kalau ketemu si Tikus".Ucap Arka yang senyum-senyum sendiri.
"Itu karena den Arka takut sama tikus,kan dari kecil den Arka nggak suka sama tikus".Ucap Bi Siti pelayan di rumah Arka yang tiba-tiba masuk untuk mengantar susu buat Arka.
"Ihhh Bibi mah ngagetin aja,mana nggak ketok pintu lagi si Bibi".Gerutu Arka kesal.
"Udah den dari tadi Bibi ketok tapi den nya malah ngomongin hati jedag jedug karena tikus".Jawab Bi Siti sambil meletakkan susu di meja belajar Arka.
"Bukan Tikus hewan Bi,ini tuh Tikus yang sekarang ada di hati Arka Bi,aaaaa".Ucap Arka sambil guling-guling di kasur.
"Itu orang ya den kok namanya Tikus?".Tanya Bi Siti bingung.
"Iya bi itu nama panggilannya,oh iya Bi cara deketin hati cewek itu gimana sih".Arka pun mulai bertanya ke Bi Siti.
"Emmm,setau bibi kalau pengen deketin hati cewek itu harus kasih yang ia sukai den".Jawab Bi Siti.
"Ohhh oke deh kalau gitu,nanti gue cari tau apa yang di sukai sama si Tikus".
"Sebenarnya cewek yang den Arka sukai itu siapa sih".Tanya Bi Siti kepo.
"Alahhh Bibi mah kepo,yaudah sekarang Bibi keluar aja yak".Pinta Arka.
"Hhhh,yaudah den bibi permisi keluar dulu".Ucap Bi Siti.
Keesokan Harinya di rumah Fani.
"Hooaaammmm,Eh Fan elo nggak sekolah kok belum bangun".Tanya Nisa ke Fani yang masih tidur.
"Fannnn bangun,yaelah ni anak badan nya pakek panas lagi,hey Fan elu sakit ya?".Tanya Nisa sambil memegang badan Fani yang panas itu.
"Gue nggak sekolah Nis,badan gue lemes banget nih".Ucap Fani lirih.
"Yaudah kalau gitu gue kompres elu dan nanti gue beliin obat buat elu".
"Iya Nis".
"Makanya kalau dibilangin jangan diet malah ngeyel lu,jadi sakit kan".Gerutu Nisa sambil mengompres Fani.
"Iya Nis gua kapok dah".Ucap Fani.
"Bebebbbb ayuk berangkatt".Teriak Arga dari luar.
"Nis itu kayak suaranya bebeb,plis bilangin ya Nis kalau gue nggak masuk".Pinta Fani.
"Iya iya,ngrepotin aja lu orang gue jalan masih tertatih-tatih kek gini".Gerutu Nisa sambil mengambil tongkatnya dan keluar menemui Arga.
__ADS_1
"Ehhh Arga,maaf ya hari ini Fani nggak masuk dia lagi sakit soalnya".Ucap Nisa.
"Hah!!!bebeb gua sakit,sakit apa Nis?terus parah nggak?dan sekarang keadaanya gimana?apa perlu gue bawa ke dokter?".Tanya Arga yang membuat Nisa jadi ribet menjawab semua pertanyaan Arga.
"Aduhhh kalau nanya tuh dikit-dikit aja dulu biar orang yang dengerin nggak ribet mau jawabnya".Nisa mulai kesal.
"Yaudah kalau gitu bebeb sakit apa Nis?".Tanya Arga satu persatu.
"Fani tuh kemarin mag nya kumat gara-gara diet dan sekarang dia demam".Jawab Nisa.
"Terus apa perlu gue bawa ke dokter Nis".Tanya Arga lagi.
"Enggak-enggak usah nanti kalau parah gue pasti kabarin elu dan sekarang elu cepetan pergi sana,nanya mulu lo".Nisa pun pergi meninggalkan Arga karena udah capek dari tadi si Arga nanya mulu.
"Tapi Nis....woyyy dengerin gue dulu Niss".Teriak Arga tapi Nisa udah mulai masuk.
"Udah Nis".Tanya Fani yang terbaring lemah di kasur.
"Beres kok,udah elo tidur aja gue mau ke apotik".Pinta Nisa.
"Makasih ya Nis,hati-hati".Ucap Fani lirih.
Di sekolah Arka pun mulai mencari Fani buat nanyain apa yang di sukai Nisa,tapi udah cari kemana-mana tetap si Fani nggak ada.
"Duhhh mana sih tu Fani".Gerutu Arka kesal dan dia melihat si Arga yang sedang lewat di depannya.
"Ehhhh Culun,Berhentiiii".Teriak Arka ke Arga yang dipanggil si Culun.
"Gue mau nanya Lun,si Fani mana?".Tanya Arka yang masih ngos-ngosan.
"Kenapa lu nanyain bebeb gue".Jawab Arga dengan judes sambil kembali berjalan.
"Yaelah Lun,jutek amat gue mau nanya si Fani masuk nggak hari ini kok dari tadi nggak liat gue".Arka kembali bertanya.
"Bebeb hari ini lagi sakit jadi nggak masuk dia,kenapa lu nanyain bebeb gua,awas kalau elu naksir ama dia".Ancam Arga.
"Ihhhh siapa juga yang naksir sama si Fani,gue cuma mau nanya apa kesukaannya si Nisa".Jelas Arka yang mulai kesal.
"Ya kalau mau nanyain kesukaannya si Nisa tinggal tanya langsung aja, ngapain pakek nanya ke bebeb gua".Gerutu Arga.
"Ya kan gue mau kasih surprise ke Nisa,nanti kalau nanya langsung malah nggak jadi surprise dong,gitu aja nggak tau,emang elu nggak pernah ngasih surprise ke Fani".Jelas Arka.
"Pernah lahhh".Jawab Arga PD padahal aslinya nggak pernah.
"Wuiihhhh keren brooo".Sahut Arka yang kemudian masuk ke kelas.
"Padahal gue belum pernah ngasih hadiah buat bebeb,apa gue kasih aja ya nanti,hehe biar makin so sweate ckckckc".Gumam Arga dalam hati.
Kembali ke Nisa.
__ADS_1
"Fan Nih obat elu".Nisa pun pulang dari apotik dan langsung menyuruh Fani meminumnya.
"Iya Nis,makasih ya".
Tiba-tiba Nisa merasakan kepalanya sakit banget,tapi dia tahan karena nggak mau bikin Fani tambah banyak pikiran.
"Duhhhh ni kenapa sih kepala gue,sakit banget awwwww,sakit bangett ya allahhh".Gumam Nisa dalam hati dan mencoba menahannya karena dia nggak mau sahabatnya panik.
"Nis,woyyy jangan melamun dong ntar kesambet lho".Ucap Fani.
"Iya Fan,gue ke kamar mandi dulu yak".Jawab Nisa dan kemudian pergi kekamar mandi karena nggak tahan karena sakit kepalanya itu.
Dikamar mandi
"Awwwww sakit bangettt huaaaa".Gumam Nisa dalam hati karena nggak mau suaranya terdengar Fani.
Tiba-tiba Nisa mimisan.
"Hah!!darah,awwwww sakit banget".Nisa pun kesakitan dan hampir pingsan.
"nggak boleh pingsan,gue kuat kok".Gumam Nisa sambil mencoba buat kuat.
Lalu Nisa pun mencuci mukanya dengan hati-hati karena takut terkena plester di kepalanya.
"Lama banget sih Nis ke kamar mandinya".Tanya Fani.
"Hehe iya Fan soalnya baru buang hajat".Nisa mencoba senyum walau sedang kesakitan.
"Niss laperrr".Ucap Fani yang kelaparan.
"Yaudah lo mau makan apa?".Tanya Nisa.
"Gue mau sate ayam Nis,tapi kalau ngrepotin nggak usah aja".Pinta Fani.
"enggak kok,yaudah mana uangnya".Nisa pun meminta uang ke Fani.
"Yaelah kirain pakek duit kamu".Gerutu Fani sambil mengeluarkan dompet dari dalam laci.
"Nih Nis".Fani menyodorkan uang 100 ribu.
"Banyak amat Fan ini mau elu beliin sate semua".Tanya Nisa.
"enggak itu yang 50 sate terus yang sisanya beliin kebab sama burger dan jangan lupa minumnya teh botol ya Nis,makasih".Pinta Fani.
"Yaelah Fan banyak amat,ini ceritanya kelaperan habis diet yak ckckc".Sahut Nisa.
"Iya Nis heheh".
"Demi lo Fan gue rela beliin ini semua,walau kepala gue sakit banget,tapi pas gue di rumah sakit lo rela ngerawat gue sampek begadang,I love you my friend".Guman Nisa dalam hati sambil bangga melihat sahabatnya itu
__ADS_1
SELAMAT MEMBACAš