
SELAMAT MEMBACAš
"Nis mbk mau ke kamar mandi sebelah mana ya".Tanya mbk Fina.
"Itu yang dipojokan itu mbk".Tunjuk Nisa.
"Oh kalau gitu saya tinggal dulu".Mbk Fina pun pergi ke kamar mandi.
"Nis emang nya orang tua kamu dimana?".Tanya Gina lirih.
"Oh mereka sudah tiada saat aku umur 5 tahun".
"Apaaa!!!".Gina tiba-tiba teriak.
"kenapa Gin emang nya??".Tanya Nisa penasaran
"Nggak papa,emangnya kenapa kok bisa meninggal??".Gina tanya lagi.
"Pas mau pulang kampung mobil kami kecelakaan terua waktu itu hanya aku yang selamat".Nisa menjelaskan.
"Kalau gitu saya pulang dulu,permisi".Gina pun langsung lari keluar.
"Lho Nis itu Gina kenapa kok lari keluar".Tanya mbk Fina yang baru keluar dari kamar mandi.
"Saya nggak tau mbk tadi dia nanya tentang keluarga ku terus dia lari keluar".Ucap Nisa yang masih bingung.
"Udahlah paling dia sedang ada urusan kali".mbk Fina menenangkan Nisa.
__ADS_1
"Selamat pagi adik Nisa saya mau ganti infus kamu dulu ya sama buka perban tangan kamu,nanti kalau infusnya udah habis kamu bisa pulang".Jelas suster Siska.
"Di tusuk lagi ya sus?".Tanya Nisa yang agak takut.
"Enggak kok Dik cuma di ganti infus doang".
"Ohhh syukurlahh".Ucap Nisa lega.
"Kamu takut ya Nis wkwkwkwk".Mbk Fina pun tertawa geli.
"Enggak kok apaan sih mbk Fina".Jawab Nisa kesal tapi kenyataannya emang Nisa takut sama jarum suntik.
Setelah mengganti Infus Nisa suster pun mau membuka perban di tangan Nisa.
"Sakit nggak sus kalau dibuka".Tanya Nisa takut.
"Aduh tunggu dulu sus saya mau tarik nafas dulu huuuuufttt huuuuhhhh".Nisa pun tarik nafas buat ngehilangin rasa takut.
"Wkwkwkkw apaan sih kamu Nis,takut amat".Mbk Fina mulai ngeledek.
Suster pun melepas perbannya Nisa dengan hati-hati dan pas bagian akhir lukanya Nisa kesenggol perban.
"Awwwwwww huaaaaa perihhhh".Teriak Nisa lalu mbk Fina mencoba menutup mulut Nisa.
"Sabar ya Dik ini udah mau selesai kok,Nah ini sudah selesai".ucap suster Siska dan memperlihatkan tangan Nisa yang luka.
"Huaaa tangan aku jadi nggak mulus lagi dong".Nisa kembali teriak saat melihat luka lecet di tangan nya.
__ADS_1
"Alahhh Nis itu juga paling bentar lagi udah mulus kan cuma lecet Nis".mbk Fina mulai menenangkan Nisa.
"Iya Dik itu cuma bentar doang ntar dikasih saleb udah kering kok,kalau gitu saya permisi".Ucap suster Siska.
"Sus ini nggak sekalian perban kaki saya dibuka juga".Tanya Nisa yang sok berani padahal sebenarnya dia takut.
"Enggak itu nanti yang buka dokter Romi,karena itu lukanya cukup parah".Jawab suster Siska yang membuat Nisa tambah takut.
"Takut yaa wkwkwkwk".Mbk Fina mulai meledek lagi.
"Enggak apaan sih mbk,mbk Fina norak".Ucap Nisa dengan mata sinis.
"Enggak enggak tayanggg kuhhh uluh uluh Nisa ku".Mbk Fina memeluk Nisa kayak anak kecil.
"Ihhh mbk Fina jangan gitu ahhh kan malu".sahut Nisa dengan pipi merah karena malu.
"Oh iya Nis tadi aku di kasih amanah dari pak Ferdi buat kamu,nih".Mbk Fina menyodorkan amplop putih.
"Nggak usah mbk saya nggak enak sama pak Ferdi".
"Nggak Nis ini kamu harus terima,ini juga ada gaji kamu juga".Mbk Fina memberikan alasan biar Nisa mau menerimanya.
"Ini bener gaji saya mbk".Tanya Nisa yang belum percaya.
"Iya nih ambil terus disimpan".Mbk Fina pun meletakan uang nya di tangan Nisa.
"Oke mbk makasih ya".
__ADS_1
SELAMAT MEMBACAš