Cinta Dua Rasa

Cinta Dua Rasa
Cinta Dua Rasa


__ADS_3

Hubungan Antara sepasang kekasih dalam masa transisinya memilih untuk mengikhlaskan atau mempertahankan, Nafsu dan Kasih sayang adalah cinta dua rasa.


Tertekan dalam suasana dewasa, hasrat membius pikiran, Penyesalan tak difikirkan hanya bisa mengikhlaskan.


#Cinta Dua Rasa 1


Malam itu Reini sedang asyik dalam pergumalan kerabat melalui Handphone yang dipegangnya, matanya terus menetap pada satu arah dilayar handphonenya, senyum terus terpancar menambah cantik wajah mungilnya.


Yah Reini namanya sekarang berumur 17 tahun sudah masuk kuliah semester 3 jurusan Ekonomi, sekarang masi single bukan karena tidak laku tapi memang belum ada yang cocok saja.


Dalam sibuknya reini tidak menyadari bahwa ada tatapan ketertarikan dari lelaki tampan yang berada tidak jauh dari tempat iya duduk, Mata bulan sabit terlihat indah di padukan dengan hidung yang tinggi dan senyum merekah pada wajah lelaki itu.


Setelah memandang cukup lama lelaki itu memberanikan diri bertanya pada reini.


Lelaki ini Bernama Dava sedang memasuki umur 22 tahun dan sudah membuat perusahaannya sendiri bisa dibilang sudah bisa menghidupi keluarga.


Dava : Hey (dengan santai dalam senyum tampannya)


Reini : Ya, ada yang bisa saya bantu (Acuh dan tidak tertarik)


Dava : Iya saya butuh bantuan adek.


Reini tak bisa menahan senyum yang muncul diwajahnya karena tersentuh.

__ADS_1


Reini : Apa? (Sambil senyum)


Dava : Adek, boleh saya bertanya Nama adek?


Reini : Saya Reini, ada apa mas?


Dava : Boleh saya pinjam handphone nya dek, saya ingin mengirimkan pesan kepada ibu saya tetapi handphone sedang tidak ada batreynya (lowbet)


Reini : Ohiya, boleh (dengan senyum indah di wajah mungilnya)


Dava : Terimakasih ya dek.


setelah itu tak ada kecurigaan diraut wajah reini, Dava dengan senyumnya berhasil mengelabui reini dengan modus, alhasil dava mendapatkan nomor wechat Reini.


Setelah Beberapa hari kemudian tiba-tiba ada wechat masuk dari nomor tidak dikenal, Reini tampak bertanya-tanya, Siapa Nih?


Reini : Dava siapa?(tanpak bingung)


Dava : Dava Rahardian yang akan menjadi calon suamimu (senyum licik)


Reini : Lelaki aneh (Tampak kesal)


Dava : Tunggu dengan sabar saja ini hanya tentang waktu

__ADS_1


Reini : . (tanpa jawaban)


Dava : Adek manis pilihan kakak jangan kesal, adek hanya satu-satunya pilihan.


Reini memblokir wechatnya dava, dan dava malah memiliki ketertarikan sendiri,


"Pilihan saya tidak akan salah", ucap Dava sambil tersenyum dalam batinnya.


Keesokan harinya Reini berjalan menuju kampus sambil memandang handphone dan tidak berkonsentrasi pada jalannya tidak disengaja hampir membuat dirinya sendiri terserempet mobil mewah, sontak reini kaget dan meminta maaf pada orang yang berada di dalam mobil,


Kebetulan Pemilik mobil ini adalah Dava sendiri namun dava tidak memperhatikan wanita ini karena ditutupi oleh masker.


Dava keluar mobil dengan raut wajah kesal dan ucapan menyakitkan yang terlontar dari mulutnya.


reini menangis, tanpa melihat jelas siapa lelaki itu yang iya ketahui bahwa itu memang kesalahannya.


Reini???(Airin temannya reini)


Dava langsung memandang wajah wanita yang sedang menangis dan di perhatikan mata itu, tidak salah lagi dia adalah wanitaku, rasa bersalah membuat dava tidak tenang, ditariknya tangan wanita itu kedalam mobil, sontak membuat reini kaget.


Reini : Maaf, saya salah jangan bawa saya kekantor polisi(sambil menangis)


Reini tak mengingat lelaki itu karena waktu itu sedang dimalam hari.

__ADS_1


....


Bersambung.


__ADS_2