
Dalam harap ada rasa, setiap pertemuan butuh kejelasan jika nantinya dipertemukan jangan ada yang menaruh harapan untuk perasaan, paham!!!
Airin mengangguk tanda paham atas ucapan reini, "tenang saja sayang temanmu tidak akan menghianatimu", ucap airin membuat reini tersenyum.
Setelahnya mereka kembali ke kost masing-masing, Reini berniat libur Akhir pekan ini dirumahnya, iya rindu keluarganya tanpa fikir panjang, iya membereskan pakaiyan yang ingin dibawahnya sementara dafa dalam langka terselip harap, pertemuan adalah obat untuk kerinduan pada wanitanya, namun kali ini tidak sesuai harapnya, sebab reini sudah kembali kerumahnya.
Diperhatikan tempat semula ketika dafa mengantar reini kali pertama, Nomor 5 yang diingatnya kemudian iya mengetuk pintu dengan nomor sesuai kamar reini namun sayangnya tetangga mengatakan bahwa reini sedang berakhir pekan dengan keluarganya, raut wajah menandakan kekecewaan namun dafa berusaha tenang.
Deringan handphone berbunyi tanda panggilan masuk, empat huruf tertulis dalam layar "MAMA", namun raut wajah dafa semakin dikerutkan tanda kemarahan.
__ADS_1
Ibunya terus mendesak agar iya dinikahkan dengan anak dari sahabatnya namun dafa tidak ingin kemalangan itu dilimpahkan kepadanya, dafa hanya ingin memilih sendiri seseorang yang akan menjadi pasangannya tidak ada unsur paksaan.
Mobil melaju menuju rumah orangtua nya, dengan niat ingin menjelaskan tentang keberadaan reini karena dafa sudah terpikat kepada wanita itu dan berniat untuk menikahinya walaupun belum sah menjadi pasangan namun lambat laun akan menjadi miliknya.
Dalam lelah reini membaringkan dirinya ditempat tidur, menutup matanya dan tertidur dengan capek, Namun suara sangat keras berbicara di luar kamar dan sering menyebut namanya membuat reini membuka mata ternyata adalah ibunya yang sedang berbicara via handphone namun reini agak bingung karena ibunya sering menyebut namanya,"Sudahlah, Mungkin itu tante." tanpa curiga reini melanjutkan tidurnya.
Dava mencoba menenangkan fikirannya namun tetap saja membuat iya gelisah, kemudian iya membentangkan dirinya ketempat tidur dengan pandangan kosong menatap ke atas, dalam lamunannya terus berfikir tentang wanitanya, dava tidak ingin menyia-nyiakannya namun disisi lain, dava tidak ingin merusak kebahagiaan ibunya.
Akhir pekan tiba, dava dan keluarga bersiap-siap menuju kerumah teman ibunya, dalam perjalanan ayahnya berhenti di sebuah rumah besar dipenuhi dengan keindahan bunga, Wanita cantik keluar dari rumah itu, dava mengira bahwa wanita itulah yang akan di jodohkan dengannya, ada perasaan lega dihatinya namun terus teringat dengan reini wanita yang dipilihnya.
__ADS_1
"Kanpa mas?" ucap ibu dava bertanya kepada ayahnya, "mas hanya ingin mengobrol sedikit dengan teman kebetulan lewat kan, kapan lagi ada waktu", dalam percakapan itu dava menyimpulkan bahwa ternyata bukan wanita itu, Ibunya bertanya "siapa gadis cantik itu mas?".
"Airin namanya,anak dari teman mas".
Dava tidak mengetahui bahwa airin ini adalah teman dari wanita pilihannya, di balik mobil airin melihat sekejap ketampanan dava namun tidak terlalu di hiraukannya karena iya sudah memiliki pacar walaupun iya menyukai ketampanan dava.
Reini dipanggil orang tuanya untuk kedapur membantu ibunya memasak, "Banyak makanannya, apakah akan kedatangan tamu?" tanya reini, ibunya itu mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan reini, tak ada kecurigaan dibenak reini iya tidak mengetahui bahwa sebenarnya iya akan dijodohkan dengan anak dari teman ibunya, setelah semua sudah masak dan di sajikan dimeja makan, reini di suruh untuk membersihkan dirinya dan memakai baju yang sudah dibelikan ibunya....
Bersambung
__ADS_1