
Sudah satu Pekan Reyhan di rawat tetapi belum sadarkan diri juga. Green pun terus menemaninya bahkan ia tidak masuk bekerja.
Green duduk di kursi sebelah ranjang rawat Reyhan dan memegang tangan Reyhan Erat.
Rey, bangunlah aku disini, mari memulai semua dari awal. kata Green
Green tahu Reyhan tidak akan mendengar ucapannya karena sudah sepekan ini ia terus mengoceh di samping reyhan tetapi hanya sekali reyhan menggerakkan tangannya, melihat itu Green memanggil dokter dan dokter pun menyarankan agar Green terus mengajak Reyhan untuk berbicara walau Reyhan belum merespon tapi suara green bisa merangsang reyhan agar cepat sadar.
Reyhan memang sudah melewati masa kritisnya dan sekarang tinggal menunggunya sadar.
Kedua orang tua Reyhan masuk ke ruangan dimana Reyhan masih terbaring tidak sadarkan diri.
Green sayang kamu sebaiknya pulang istirahat sudah satu pekan ini kamu terus menginap di rumah sakit dan kamu juga kurusan sekaran. kata ranti mommy Reyhan
Tidak mom, aku ingin disini menemani Rey. aku ingin saat Rey sadar akulah orang pertama yang dilihatnya. kata Green
Green sekarang memanggil ranti dengan sebutan mommy itu semua atas permintaan ranti dan zaki agar Green memanggil mereka seperti Reyhan memanggilnya.
Tapi sayang setidaknya kamu harus istirahat, kalau tidak nanti kamu akan sakit. kata ranti
Green masih sangat sehat mom untuk menjaga Rey. kata Green.
Ranti yang tidak bisa memaksa Green untuk istirahat pun akhirnya mengalah dan hanya bisa mengusap lembut rambut Green.
__ADS_1
Zaki yang sedari tadi memperhatikan Istrinya dan calon menantunya pun tersenyum dan berkata lirih cepatlah bangun Rey dan lihat dua sosok wanita yang selalu menunggu mu ini, mereka sangat sedih nak melihat mu belum tersadar juga.
Hari sudah mulai sore dan Green meminta kedua orang tua Reyhan untuk pulang.
Mom dad, pulang lah biar aku yang menjaga Rey, kata Green
tidak sayang lebih baik kita menjaga Rey bertiga malam ini. kata zaki dan ranti
tidak usah mom dad, kalian harus beristirahat agar kalian tidak kelelahan lagi pula ada aku disini yang jaga rey, kalian kan masih bisa datang besok. kata Green
Tapi sayang apa kamu tidak lelah terus menunggu Rey yang belum tau kapan akan sadar. kata Ranti
Tidak mom, sekalipun Green harus menunggu sampai kapan pun itu, Green akan tetap di sini menemani rey dan menunggunya sadar. kata Green
Baiklah Green mommy dan daddy pulang dulu yah. kata ranti
iya mom, kalian berhati-hati lah. kata Green
iya sayang, jangan lupa kamu harus istirahat dan kabari kami jika terjadi sesuatu, apa pun itu. kata Ranti
baik mom. kata Green
Akhirnya Zaki dan Ranti pulang, di perjalanan mereka terus mengobrol akan ketulusan Green pada Reyhan.
__ADS_1
Sayang Rey beruntung memiliki Green yang sangat mencintainya. kata zaki pada ranti istrinya
iya mas, aku sangat bersyukur karena Green ada untuk Reyhan. kata ranti
iya sayang, semoga putra kita cepat sadar yah. kata Zaki
iya mas. kata ranti dan ia pun meneteskan air matanya mengingat putra mereka yang tak kunjung sadar juga.
Zaki dan ranti sampai di rumah mereka.
Dirumah sakit, green berbaring di ranjang samping ranjang reyhan karena kedua orang tuanya sengaja membuat ruangan khusus itu dengan dua ranjang yang saling bersebelahan agar nanti jika ada yang sakit seperti ini jadi nyaman untuk orang lain menjaganya karena di dalam ruangan itu sudah lengkap dengan berbagai fasilitas.
***Sengaja membuat ruangan itu bukan berarti berdo'a agar keluarganya ada yang sakit tapi sebagai manusia biasa pasti akan merasakan sakit jadi itu sekedar antisipasi saja.
*****
Bersambung....
hai kakak kakak yang cantik dan cakep, sorry yah kalau banyak kesalahan-kesalah, maklum lah ini karya pertama aku, jangan di bully yah🙏🙏
Mohon dukungannya juga yah, supaya aku bisa ngelanjutin karya ku ini♥️
Like komen vote and jangan lupa tambah ke favorit yah.
__ADS_1
Thank's😉***