
Zaki butuh waktu untuk mempertimbangkan ucapan teman - teman nya.
" Ya gue gak dendam si,cuman gue gak terima aja gitu,niat baik gue di anggap sampah Ama tu orang.!" Ucap Zaki kesal.
" Tapi boleh juga bro,lumayan..muka lu jadi tambah estetik kalo ada benjolan di jidat.Hahay.." guyon Marcell.
" Ah diem lu..!!" sahut Raka.
Setelah larut malam,Cindy belum juga bisa tertidur.Cindy melihat bibi sudah begitu pulas tidur disampingnya.
Cindy merenung,kemudian teringat kejadian tadi siang.
" Ternyata..cowo itu baik juga ya,cuman sayang,orangnya bikin ilfil 7 turunan." gumamnya dalam hati.
" Tapi kalo dia gak ganjen mungkin dia keliatan lebih cool sih.." Sambungnya.
" Tapi btw,cowo yang senyumin gue tadi juga gak kalah ganteng sii..senyum nya bikin kesemsem,hihi.." Cindy senyum - senyum sendiri.
" Andai aja si cowo itu yang anterin gue tadi." Cindy terus mengkhayal tinggi.
Disamping itu,Zaki yang sama - sama merenung ternyata tengah memikirkan hal yg sama.
Dikamar nya,Zaki di temani oleh Marcell yang kebetulan sedang meminjam laptop miliknya.
__ADS_1
Zaki yang tiba-tiba teringat dengan Cindy kemudian bergumam.
" Kalo tu cewe gak galak, sebenernya dia cantik juga si,cute gitu.orang nya juga menarik,galak - galak manja." Zaki tersenyum - senyum sendiri.
" Kalo..aja tadi gue pangku dia kaya film - film Korea," sambungnya sembari memeluk bantal guling yang ada di sampingnya.
Marcell yang melihat tingkah aneh Zaki kemudian berkata.
" ih Ki,lu ngapain cium - cium guling kaya gitu,? dah sarap lu,?" tegur nya.
Zaki terlihat tidak perduli,dan sudah masuk terlalu jauh ke dalam lamunan nya.
Tiba - tiba,Zaki di kejutkan oleh sosok yang mirip dengan Cindy tengah berada di depan nya.
" Zaki,kamu kenapa,?" ucapnya dengan membelai wajah Zaki.
Zaki yang terkesima di buatnya tentu tidak menyia - nyiakan kesempatan itu.Zaki mendekat & memeluk tubuhnya dengan erat,membelai rambutnya & mulai memajukan bibirnya hendak mencium seorang Cindy.
Perlahan-lahan,bibir Zaki mulai mendekat,dan ternyata,semua itu hanya khayalan Zaki semata.
Orang yang dipeluk & hendak di ciumnya tiada lain adalah Marcell, temannya sendiri.
Marcell yang jijik dibuatnya terus menerus berusaha melepaskan pelukan erat Zaki sembari berkata.
__ADS_1
" Ki..Woyy..sadar lu,apaan nih..!" ucapnya sembari menggampari pipi Zaki.
Setelah di tunggu - tunggu,Zaki akhirnya tersadar dari khayalan nya.
Zaki tersadar ketika ia hampir mencium bibir Marcell yang hanya tinggal 1 cm lagi.Sontak Zaki terkejut & melepas pelukan eratnya.
" Ihh,buset..Apa - apaan lu.!!" ucapnya sembari menghempas Marcell.
" Lu yang apa - apaan..udah gak normal lu,pake acara mau nyium gue segala.!" seru Marcell merasa geli.
" Apaan..siapa juga yang mau nyium Lo,ogah.!! orang gue tadi liat nya si Cindy." sahut Zaki.
" Ooh..jadi lu lagi mikirin tu cewe bro,?" tanya Marcell penasaran.
" Ah udah - udah lah,Lo keluar sana.Bawa aja lah tu laptop,gue mau tidur.!" balas Zaki.
" Heuhh..halu lu ketinggian.!!" seru Marcell sembari bergegas keluar dari kamar Zaki.
" Ah,sialan..!!ternyata,cuma halusinasi gue doang." ucap Zaki kecewa.
Marcell yang masih berada di depan kamar Zaki merasa tak terima.
" Jangan sampe gue kecolongan start lagi Ama si zaki.pokoknya,gue harus menangin taruhan itu.!" gumamnya.
__ADS_1
Thank's my reader's ❤️ jangan lupa vote,like,and coment Novel karya ku ya,nantikan episode" seru lainnya 🔥
Stay Update 💫