
Bibi yang saat itu tertawa terpingkal - pingkal pun kemudian berkata.
" Jadi mungkin memang benar Bu,Cindy pada dasarnya memang tidak punya kemampuan memasak sama sekali." tutur Bi Marni.
" Yahh..bibi gimana sii,masa gitu aja gak tau,emang udah dari sana nya aja si anak kucing bloon." Angga tertawa puas.
" Issshh.." bibi menepuk tangan Angga.
Cindy merasa tidak terima dengan perkataan Angga yang selalu saja mencemooh nya.
" Ehh beruang kutub,so pinter banget lu ngata - ngatain bloon !" tegur Cindy marah.
" Yaudah lah,akuin aja..bukti nya lu kalah sama gue ! masa anak cewe kalah pinter sama cowo,hahayyy.." Angga terus membuat suasana memanas.
" Angga ,saya gak suka ya kamu ngomong kaya gitu.!" tegur Bos kepada Angga.
" Hehh manusia dingin,jaga mulut lu ya,gua tampol juga tu mulut.!" Cindy mengepalkan tangannya.
"Priiit....." bibi membungkam mulut Angga & Cindy.
" Hiks.." Bos menahan rasa ingin tertawa nya melihat aksi bibi.
" Apaan tuh bi,hahahh..priwit,?" tanya Bos tertawa terpingkal - pingkal.
" Habis ini,bibi bakal kasih kalian berdua kartu merah !" tegur. bibi kepada mereka.
Bos yang melihat tingkah bibi tak hentinya tertawa.
" Yaelah bi..sepak bola kali ah,!" ucap Angga.
" Cindy,soal kemampuan memasak kamu,nanti biar bibi & Angga yang ngajarin kamu ya." tutur Bos kepada Cindy.
__ADS_1
" Hahhh..!!!" ucap Angga & Cindy serentak.
" Loh,kalian kenapa,?" tanya Bos heran.
" Ya gak mau lah Bu,di bayar berapa pun juga tetep Angga gak bakalan mau ngajarin tu anak.!" bantah nya kepada Bos.
Ibu Bos yang mendengar respon Angga kemudian menegurnya .
" Angga,it's oke.tapi jangan salahin saya kalo setengah gaji kamu saya potong.!"
" Loh Buu,gak bisa gitu dong.." sahut Angga kecewa.
" Pilihan ada di kamu.!" tegas nya untuk Angga.
" Rasain lu,emang enak.." gumam Cindy merasa puas.
" Apes banget si gue,awas aja lu,tunggu tanggal main nya.!" gumam Angga.
Sesampainya di dapur,bibi kemudian mulai membagi tugas masing - masing.
" Oke,sekarang Angga bersihin daging,& Cindy kamu beres - beres hasil belanjaan dulu aja ya.Simpen di tempat nya." tutur bibi.
" Siap bii," balas Cindy.
" Loh kok dia enteng banget si bi kerjaannya,? keenakan dong .." tegur Angga tak terima.
" Angga,kamu inget dong,Cindy kan pemula..masih belajar,lagi pula,dulu kamu kan juga seperti ini dulu." balas bibi.
Cindy yang merasa menang terlihat mengejek Angga dengan menjulurkan lidah nya .
" Wlee.."
__ADS_1
" Ehh,apa lu,!" Angga tidak terima.
" Apa lu..!" balas Cindy menantang.
Kemudian mereka pun mengerjakan tugas nya masing - masing.
Lalu datang Uwa yang melihat Cindy tengah merapikan belanjaan.
" Nah..gitu dong rajin.." ucap nya sambil mengangkat alis ke hadapan bibi.
" Apaan sih wa..emang dari dulu kali.." sahut Cindy.
" Preet.." Angga menertawakan Cindy.
Cindy hanya membuang muka dari hadapan Angga.
" Bang Uwa pengen pesan apa,?" tanya bibi.
" Enggak bii,cuman pengen ngecek Cindy aja,takut nya dia nangis lagi." tegas Uwa.
" Ooh.." bibi menganggukkan kepalanya.
" gimana Cin,gampang kan kerja nya,?" tanya Uwa.
" Ya gampang sih wa,cuman kan Cindy baru belajar ginian doang.." sahut nya.
" Ya..namanya juga proses,gak ada yang bisa & sukses dari brojol nduk.." tutur Uwa.
Cindy kemudian mulai bertekad untuk bersungguh-sungguh belajar memasak,dan ingin membuktikan pada ibu nya,bahwa dia bisa.
Thank's my reader's ❤️ jangan lupa vote,like,and coment Novel karya ku ya,nantikan episode" seru lainnya 🔥
__ADS_1
Stay Update 💫