
Nama ku Tasya umurku 19 tahun. Aku sedang duduk di kelas 3 SMA , ibuku seorang penjahit dan ayahku seorang buruh tani.
Kehidupanku jauh dari kata mewah. kadang untuk makan sehari pun ibu harus pergi ke warung untuk berhutang sekilo beras dan 3 butir telur.
Sudah seminggu ini tasya gelisah menunggu hasil ujian nasional pasalnya ijazah SMA nya sangat dibutuhkan untuk melamar kerja di daerah perkotaan.
Keesokan harinya tasya bersiap mau pergi ke sekolah karena hari ini dia dan kawan-kawan lainnya akan menerima surat cinta dari sekolah yaitu surat lulus atau tidaknya
“ hai nggaaaa.. “ sapa tasya kepada angga yang tengah mengobrol dengan temannya.
“ ya sya sama siapa lo kesini tadi “ ujar angga
“gue tadi di jemput sama arumi dan linda ngga” ujar tasya
Tak terasa tiba saatnya tasya dan kawan-kawan lainnya sudah berdiri di tengah lapangan untuk menunggu surat yang di serahkan kepala sekoalah kepada murid-muridnya.
“aaaaaaaa… terimakasih tuhan akhirnya aku lulus juga”ujar tasya berteriak karena sangking senanngnya . semua teman-teman yang lainnya juga tak kalah hebohnya , ada yang sujud syukur , ada yang menagis histeris.
Begitulah keaadan siang itu begitu riuh oleh para siswa dan siswi karena semuanya dinyatakan lulus.
“bu…ibu aku lulus bu :’(“ ujar yasya sambil berlari masuk ruma sampai dia lupa mengucapkan salam.
“Alhamdulillah nak akhrinya kamu lulus juga nak dengan nilai un terbaik nak” ujar ibu tasya sambil menangis bahagia.
“akhirnya aku lulus , aku akan berusaha pergi ke kota untuk mencari pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarga kita bu, agar ayah dan ibu tidak perlu lagi bekerja biar tasya saja yang mencari rezeki lagi, sudah cukup ibu membiyai ku sampai lulus sma aku tak ingin mebebankan ibu lagi” batin tasya.
Ibu dan tasya mempersiapkan makan malam di meja makan walaupun makan seadanya keluarga tasya selalu makan bersama untuk berbagi keluh kesah karena seharian lelahnya menghadapi ujian hidup ini.
__ADS_1
Tasya mulai memberanikan diri untuk membuka obrolan di meja makan
“ bu, aku ingin pergi ke kota untuk mencari pekerjaan aku ingin membantu ibuk dan bapak mencari uang” ujar tasya sambil menahan tangisnya
Walau bagaimanapun ini berat bagi tasya karena sebelumnya ia belum pernah jauh dari kedua orang tuanya sementara dia hanyalah anak tunggal dari orang tuanya.
“apa kamu yakin nak , ingin pergi ke kota?, apa tidak sebaiknya kamu mencari pekerjaan di desa kita dahulu “ Tanya ayah kepada tasya
“betul nak, apa kata ayahmu coba kamu pikirkan lagi, bukannya ibu tidak setuju dengan keputusan mu ibu hanya ingin yang terbaik buat kamu” ujar ibu
“pak, buk bukannya tasya tidak ingin mencari pekerjaan di desa, hanya saja tasya hanya lulusan smk sulit untuk dapat gaji besar di desa jika hanya lulusan smk, kalaupun ada pekerjaan tasya hanya jadi burru pemetik daun teh pak ,buk .”ujar tasya dengan sopan dan lemah lembut agar kedua orang tuanya paham maksud tasya.
“ baiklah , nak jika keputusan mu sudah bulat ingin kerja ke kota , bapak akan mendoakan yang terbaik untukmu , kira-kira kapan kamu akan berangkat ke kota nak?” ujar bapak
“ rencananya sih minggu ini pak , soalnya tasya harus mempersiapkan barang apa saja yang harus tasya bawak agar tidak bolak-balik ke kampung pak “ ujar tasya
“ ibu juga akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu nak, kamu jaga sholat lima waktu mu nak jangan sampai kamu tinggalkan kewajiban mu sebagai umat islam” ujar ibu
Tak terasa sudah begitu lama obrolan yang terjadi di meja makan. Hari pun semakin malam ibu dan tasya segera membersihkan meja makan dan akan beristirahat setelahnya.
Bapak bangun lebih pagi hari ini Karena bapak di ajak kawannya untuk membantu panen ikan lele di desa seberang Karena jaraknya lumayan jauh dari desa dan harus nyebrang menggunakan kapal.
Sebelumnya ibu bangun pukul 4 subuh untuk shalat subuh dan setelahnya ibu memasak untuk bekal yang akan di bawakan bapak untuk pergi ke desa seberang.
Setelah semuanya selesai bapak berpamitan dengan aku dan ibu.
“ bu,bapak berangkat dulu ya doain semuanya semoga lancar ya buk, dan doakan juga bapak semoga dapat rezeki lebih hari ini” ujar bapak sambil menyodorkan tangannya ke ibu.
__ADS_1
“iya pak ibu akan selalu mendoakan bapak , hati-hati ya pak , jika nanti capek istirahat dlu ya pak , jangan di paksakan terus “ ujar ibu sambil menyalami tangan bapak .
“ dan untuk kamu sya jaga ibuk ya , bantu ibuk jangan kelayapan kamu ya sya “ ujar bapak sambil membawa perlengkan yang sudah disiapkan ibu sebelumnya.
“iya iya pak , tasya ingat pesan bapak” ujar tasya sambil mengambil tangan bapak untuk di salami.
“baiklah kalo begitu bapak dan pak ujang akan berangkat sekarang agar tidak terlalu siang sampai disana” ujar bapak.
Tak terasa matahari sudah menampakkan cahayanya dengan terang. Ibu dan aku mulai kegiatan aktivitas kami sehari-hari .Ibuk sibuk dengan tumpukan kain yang akan dijahitnya, dan aku sibuk membersihkan rumah.
“sya , oh sya bauk gosong apa ni sangat menyakitkan hidung ibu menciumnya” Tanya ibu dengan nada berteriak sambil menahan sedikit amarahnya.
“ iya bu….maaf tasya dari luar tadi tasya tinggal sebentar untuk mencuci baju buk” ujar tasya sambil tangan masih dipenuhi dengan busa sabun.
Hari pun beranjak sore matahari pun sudah mulai tidak kelihatan lagi, namun bapak tasya belum juga sampai di rumah.
“ bu, kenapa bapak belum sampai juga ya padahal hari sudah semkain senja saja.”ujar tasya begitu khawatir tentang ayahnya.
“iya ya sya, perasaan ibu jadi tidak enak sya, biasanya bapak pasti udah pulang ini sya” ujar ibu dengan raut wajah yang begitu cemas.
Malam pun semakin larut namun belum ada tanda-tanda bapak tasya akan pulang.
“bu, bu lihat lah buk disana seperti bapak ya, bu?”ujar tasya sambil berkacak pinggang didepan pintu.
“iya ya sya itu spertinya bapak”ujar ibu masih memakai mukenah karena baru selesai sholat.
“assalamu’alaikum bu,sya kenapa masih belum tidur ini sudah malam loh, tidak baik buat buat kesehatan, ayo masuk kedalam”ujar bapak dengan baju basahnya dan membawa sebuah kantong besar disebelah kanannya.
__ADS_1
hai para pembaca mohon sangat di harapkan untuk membaca setiap bagian bab babnya ya jangan sampai terlewatkan 😉
maafkan jika ada penulisan yang salah karena author masih pemula 😁