
setelah lelah dengan tangisannya akhirnya tasya keluar ingin mencari udara segar.
"tuhan ku mohon kuatkan lah aku menjalani semua aktivitas hidup ku ini " doa tasya pagi ini dia berharap agar cepat keluar dari rumah ini.
di lain tempat richard sudah bersiap siap ingin pergi ke kantornya.
ya tak lupa dimas sekretaris pribadinya yang selalu menjemputnya setiap pagi.
"selamat pagi tuan " sapa dimas
" ya pagi , ayok kita berangkat , aku sudah menunggu dari tadi " ujar richard.
" ya ampun aku hanya telat 5 menit , dia bilang sudah menunggunya dari tadi , biasa juga aku nungguinnya lebih dari 1 jam " bathin dimas
"silahkan tuan " dimas sambil membuka pintu mobil
" hmmm " jawab richard.
" ya ampun tuhan kuatkan lah akuu bersama tuan yang dingin dan kejam ini " bathin dimas lagi
hening selama di perjalana tak ada percakap antara dua insan yang berada di dalam mobil.
15 menit perjalan menuju kantor akhirnya sampai di depan gedung yang menjulang tinggi
" pagi tuan " para staf menyapa dan menundukan kepala tak kala tuan pemilik perusahan tersebut lewat.
namun tetap saja tak ada jawaban dari tuan tersebut.
walaupun tak mendapat jawabn setiap kali menyapa para staf wanita teyap terpesona kepada tuannya yang dingin dan cuek itu
ya richard menjadi perbincangan di antara para staff wanita itu karena ketampanannya di atas rata rata itu. banyak para staff yang berusaha mencuri perhatian taun dingin itu
dari yang rela memamerkan bagian tubuhnya di hadapan richard sampai yang ada terang terang meberi tubuhnya kepada richard agar di rahimnya tumbuh benih dari tuan richard.
ya begitulah cinta yang sangat memaksakan diri untuk merebut sesuatu yang bukan miliknya, rela melakukan segala cara untuk mendapatkannya.
namun tak ada satupun dari mereka yang dilirk dari richard yang ada mereka di phk satu satu .
itulah yang membuat para staff bergidik ngeri dan lebih memilih memandang dari jauh saja ketampanannya.
" prangggggg" bunyi suara gelas jatuh dari meja richard
" ahhhhh siallll , mood ku hancur sekali pagi ni " ucap richard menggebu gebu melampiaskan amarahnya dia menjatuhkan semua barang yang ada di hadapannya.
" siall sialll siapa yang berani menyerang ku haaaaaaa haaaaaaaa " tawa richard memenuhi ruangnyaaa sangat mengeringakan tawanya seperti seseorang yang puas setelah mebunuh orang
" tuutt...tuuuut.. panggilan tersambung "
" halooo.. tolong panggilkan dimas ke ruangkan ku " ujar richard
" iya pak baik pak " jawab resepsionist
" tok tokk.. permisi tuan " uajr dimas
" ya masuk " jawab richard
__ADS_1
"ada apa tuan memanggil saya kesini " tanya dimas
" kau tahu kan perusahaan di negara b sedang dalam masalah besar " jawab richard
" iya tuan saya tau sedang ada penyabotaseab data keuangan tuan " jawab dimas hati hati takut tuannya mengamuk jika dia salah bicara
" aku akan pergi dalam minggu ini , tolong kau urus perusahaan yang ada disini awas jangan sampai ketahuan lawan ku " ujar richard
" siap tuan , saya juga akan mengurus keberangkatan tuan ke negara b " jawab dimas
" ya bagus itu , aku harus cepat menyelesaikan semua ini ,, setelah itu aku akan mengerus peliharaan ku yang dirumahh ,, haaa hahaaa haa " tawa richard menggelegar di ruangan
" sungguh sangat menyeramkan tuan ketika orang lain melihat mu dalam keadaan seperti ini " uajr dimas
sore hari pun tibaa para staf sudah merapikan meja nya masing masing. dimas dan tuan richard juga akan bersiap siap untuk pulang.
" tok tok tok " dimas mengetuk pintu
" ya masuk saja " jawab richard
" mari tuan sudah waktunya pulang " ujar dimas
" hmm " jawab richard
merekan pun berjalan di sepanjang lorong dan menaiki lift khusus presdir .
sesampai di bawah dimas berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil
" tin tin.. tinn..tinn " suara klaksok mobil yang di tekan oleh dimas
" mari tuannn " uajr dimas
mungkin mereka sama smaa capek "pikiran author π€π"
tak terasa mobil sport bewarna kuning itu sudah sampai di depan rumah yang bertingkat tersebut . dengan sigap satpam membuka pagar untuk tuan mudanya.
" soree tuan " sapa satpam
" hmm " jawab richard
" baiklah tuan saya permisi pulang dulu kalo begitu " pamit dimas kepada richard
" yaa kau hati hatilah di jalan " jawab richard
" baik tuan " jawab dimas
" bikkk .. bikkk " teriak richard saat memasuki rumahnya itu
" iya tuan ada apaa , sampai berteriak kencang sekali " jawab bik asih
" bik tolong panggilakn tasyaa bik , suruh dia ke kamarku untuk mebersihkannya " ujar richard
" baiklah tuan ,,, saya akan memanggilnya " jawab bik asih
" syaaa ... tasyaaaa... kamu di suruh kemar tuan ricgard tu , untuk mebersihkan kamarnya " ujar bik asih kepada tasya
__ADS_1
" haaaa... aapaaaa bikk.. maksud bibik apaa " jawab tasyaa tak percaya apaa yang barusan dia dengar dari bik asih.
" iyaa kamu di suruh lantai atas ke kamar tuan richard " jawba bik asih lagi menjelaskan kepada tasya
" yaaa tuhann.. tolong lah aku ada apa ini... kenapa tuan richard menyuruhku membersihkan kamarnya di lantai atas " batin tasya
" semangat tasyaaa serahkan semuaa ini kepada yang diatas " jawab tasya untuk meyakinlan dorinya abhwa tidak akan terjadi apa apa
" tuk ..tukk.tukk " suara langkah kai tasya menapaki satu persatu anak tangga
hingga tibalah tasya di depan kamar tuan richard
" tok..tokk .,,, permisi tuaann ini saya tasyaa " uajr tasyaa sambil terus mengetuk pintunya.
" hmmm kenapaaa tidak ada suara yaa ,, kemana tuan ini sebenarnyaa " lirih tasya melihat pintu tak kunjung di buka
tanpa pikir panjang tasyaa mebuka pintu dan ternyataa pintunya tidak di kuncii
" tuann ..tuannn ..dimanakah tuan" panggil tasya karena belum menemukan tuanyya
" ahkkkkkkkkkkkk tuannnnn... kenapaa kau berpakain seperti ituu " teriak tasyaa
" heeii bodoh tutup mulut mu itu " jawba richard dengan kesal
" haaa huu huhh haah huhh suara nafas tasya belum berarturan atas kejadian yang baru saja menimpanya "
" heiii apa kau tuliii,,, kenapaaa kau berada di dalaam kamar ku haaaaa " teriak richard
" maaa ... maaaff tuann syaa hanya menjalankan perintah tuan ,,, tadi kata bik asih tuan memanggilku " jawab tasya ketakutann melihata tatapma tajan yang di berikan richard kepadanya.
" heeeii bodohhh sini kauu,, aku tidak sukaaa yaaa kau masuk ke kamar ku seperti ini " teriak richard di telinga tasyaa sambil menarik rambu tasya dmegan kuat lalu mendorongnya hingaga terjatuh kelantai
" aduhh awww awww... sakittt tuann " erang tasyaa merasa kesakitam di bagian kepalanya yang terbentuk ujung mejaaa
"" aaa darahhh tuannn... " histeris tasya melihat darah di kepalanyaa
"cihhh sanaa kau keluarr .. aku jijik melihat mu " teriak richard kepadaa tasyaa.
tasya yang ketakutan pun berusaha berdiri dan keluar dari kamar itu sambil terus memegangi kepalanya yang terus saja mengeluarkan darah.
haiii para readerss yaang selalu nungguin update novel authorr π€π€
maaf yaaaaa authorrr jarang updateee π₯π₯π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί
karena kesibukan author dan juga mood author sedang tidak baik πππ
tapi author akan maksimal kan lagi update
sehari dua episode ππ
terima kasih yang sudah mendukung karya author dengan like dan beri hadiah ke athor loh πππ
jangan lupa favorite kan karya authorr yaa πππ
love youu readerss readerss kuu πππ€
__ADS_1
dengan menambahnyaa vote ke author
authorr akan berusaha semangata terus untuk updatenyaa π₯³π₯³