CINTA KU KEPENTOK PELAYANKU

CINTA KU KEPENTOK PELAYANKU
BAB 4


__ADS_3

setelah selesai memesan nasi goreng , preman itu pun langsung pergi menuju tempat tasya di sekap


" hei...!!! nih, makanan dan minuman kamu " ujar preman itu.


" terima kasih.. " jawab tasya lirih


tasya dengan lahap menghabis kan nasi gorengnya karena memang dia sangat lapar sekali. terakhir dia makan adalah siang itu dan sekarang sudah tengah malam.


sementara di luar preman itu pun tengah asyik menikmati makannanya karena dia pun lapar karena dirinya di tugaskan untuk menjaga jadi dia tidak sempat untuk mencari cemilan di sekitarnya.


" alhamdulillah sudah kenyang " ujar tasya sambil mengelus ngelus perutnya karena kekenyangan.


"heii kauu !!!!!! apa sudah habis makanan kau " tanya preman itu


" ii iyy.. iyaaa... sudah habis " jawab tasya gugup


" ya sudah sebaiknya kau tidur , karena besok pagi bos akan datang bersama dengan pemilik baru mu " ujar preman itu.


"mmm.. maaa ..maksudnyaa .... PEMILIK BARU , memangngya siapa yang mau di jual " tanya tasya mencoba memberanikan diri untuk bertanya.


" ya kauu lahhhh yang akan di jual .. hahahahahahhaha " jawab preman tersebut dirirngi suara tawa yang menggema di seluruh ruangan.


" hiksss....hikssss.... hhikssssssss , ayaahhhhhh, ibuuuuuuu, apa salah ku " batin tasya air mata nya sudah tunpah dari tadi tak kuasa menahan tangis karena di perlakukan seperti ini.


sudah hampir sejam tasya menangis hingga akhirnya ia tertidur lelap dengan mata yang sembab dan bengkak akibat menangis.


kesesokan harinyaa matahari terasa begitu cepat menampakkan cahayanya


belum lagi lelah tasya hilanga tasya sudah di guyur dengan air agar bangun.


" hei kau , bangun sudha pagi ni , ayo siap-siap sebentar lagi akan ada yang menjemput mu" ujar anak buah preman itu


" shh....shhh... di..ngiiinnnnnn... pakk , saaa saayaaa mauu di bawaakk kemana lagii paakkk " jawaba tasya menggil karena disirami oleh aor dingin.


"sudahhhlahh kamu bersiap saja nanti ada yang menjemput dan ada yang membawamu untuk membersihkan tubuhmu yang dekil ini " ujar anak buah preman itu.


tak lama setelah itu ada dua orang pengawal yang akan membawa tasya pergi ke salaon untuk memepercantik dirinyaa..


yaa benar sajaa yang membeli tasya adaalah seorang CEO kaya yang memiliki banyak persuhaan di kota D .


"saya mau diaa , saya mau jadikan dia pembantu di rumah saya " ujar CEO rersebut kepada ketua preman .


" hahahaahahahah.... saya ingin buat dia menderitaaa ,hahahahahah hahaaaa haahaa " ujar CEO itu lagi sambil tertawa dengan kencang .

__ADS_1


" kenapa kau ingin sekali wanita itu menderitaa " tanya ketua preman kepada CEO tersebut.


" ada sesuatu hal yang tak bisa ku jelaskan sekarang" jawab CEO tersebut dengan aura yang dingin menatap lurus ke depan .


di ruangan tasya sedang duduk di depan cermin


tasya sedikit risih karena sebelumnya iya sangat jarang didandani.


setelah selesai semuanya tasya di bawak keluar ruangan


disana sudah ada CEO itu yang mennubgu sarah keluar


CEO itu hanya menyunggingkan senyumannya ntah apa lagi yang akan di rencanakannya untuk tasya.


tasy yang melihatnya pun bergidik ngeri.


rambut panjang sebahu , kulit putih , hidung mancung, mata besar tapi sayu, rambut lurus sedikit keriting di bagian bawah rambutnya. seperti itulah gambaran sosok tasya.


"ekhemm .. maaf pak sebelumnya bapak siapa ya " tanya tasyankepada CEO itu.


" saya yang akan jadi majikan kamu sekarang " uajr CEO tersebut lalu melongos pergi keluar ruangan.


" tuhan rencana apalgi ini , kuatkan aku menghadapi semua ini " batin tiara sambil berjalan beriiringan dengan pengawalnya.


" kamu pakai mobil satu lagi saja , saya tidak sudi jiak harus semobil denganmu " ujar CEO tersebut.


di kediaman rumah ornag tua tasya


bapak dan ibunya sangat khawatir sekali sudah dua hari tasya belum juga memberi kabar kepada mereka


" buk, kenapa tasya udah dua hari belum juga kasih kabar , apa kita susul aja di ke kota " ujar bapak sangat khawatir kepada anak satu satunya.


" iyaa pakk ,tapii sabar dulu pak , kita berdoa saja agar tasya tidak kenapa kenapa , mungkin tasya sibuk karena baru dapat pekerjaan , jadi dia lupa mengabari kita " ucap ibu mencoba menenangkan bapak


disisi lainnya tasya sudah sampai di rumah CEO tersebut


rumah berlantai 5 , di desain klasik modern


di penuhi ukiran ukiran yang sangat luar biasa.


" wahh rumahnya megah sekali, seperti istana saja " batin tasya.


" hei kau kenapa bengong , ayo masuk " ujar ceo tersebut.

__ADS_1


di dalam rumah itu ada 20 pelayan dan 2 satpam yang menjaga rumah itu


" gilaa , rumahnya aja 20 pelayan yang ngurusin " batin tasya


" bik , tolong antarkan dia ke kamar pembantu , karena sekarnag dia diaini akan jadi pelayan juga " ujar ceo tersebut lalu beranjak ke lantai 2 kamarnya.


" perkenalkan non , nama saya bi asih mari saya antar kan ke kamarnya non" ujar bi asih


" eh bi' gak usah panggil non lah kan kita sama bi hanya pelayan " jawab tasya


" ehh . ituu , hmm baiklah sya ayok bibik antarkan ke kamarnya " ujar bik asih


" iya bik tetimakasih banyak ya " jawab tasya sambil berjalan mengikuti bi asih


" nahh ini dia sya kamar kamu ,semoga kamu betah ya disini " ujar bi asih


" iya bik doakan ya bik " jawab tasya.


tak terasa hari sudah semakin malam saja badan pun rasanya sudah mau remuk semuanya aktivitas hari ni sangat melelahkan.


"terlalu banyak drama hari ini " batin tasya.


" ah iyaaa , astagfirullah aku baru ingat akau belum mengabark ibuk dan bapak , ya allah sudah berapa hari aku belum mengabarinya " ujar tasya yang baru menyadari bahwa dirinya lupa mengabari kedua orang tuanya di kampung.


" besok akuharus linjam handphkne nih untuk memberi kabar kepada kedua orang tua ku " lirih tasya.


" sebaiknya sekarang aku berganti baju karena pakaian yang aku kenakan sangat tidak cocok di bawak untuk tidur " ujar tasya sambil melihat dirinya di depan cermin


" tapi pakaian siapa yang mau aku pinjam yaa πŸ€”πŸ€”πŸ€”" ujar tasya


" ah iya pelayan disini tadi , kalo gak salah aku melihat ada yang masih muda , apa.boleh aku meminjam bajunya untuk hari ni saja yaa " tanya tasya pada dirinya.


" hmmmm.... tapi tadi mukanya sangat lain saat melihat kedatanganku disini " lirih tasya


" bagaimana.. kalo aku meminjam baju bik asih ajaa dehh" ujar tasya dnegan semangat telah menemukan idenya.


tasya pun keluar kamar untuk mencari bik asih. karena rumah nya sangat luas tasya sabgat kesusahan mencari bik asih


akhirnya tasya berjalan ke arah dapur untuk mencari minum sebentar .


" eh tapi itu siapa yaa seperti tuan yang membeli aku untuk menjadi pembantunya " lirih tasya sambil mengintip ke arah dapur


" halo , baiklah kau urus saja perusahaan ku yang ada di USA itu. ujar orang tersebut sambil menelpon.

__ADS_1


hai readersss semnagat teruss yaaa untuk membacanya 😘😘😘


stay tune terus dengan ceritanya authorr 😘😘


__ADS_2