
Diana merasa bersalah pada kekasihnya dan ingin memanta maaf dan berbaikan menjadi pacar kembali karena ia sudah menerima lamaran dari laki laki pilihan ibunya.
"Maaf dan apakah kita bisa kembali seperti dulu?"ucap diana.
"Aku sudah memaafkanmu sebelum kamu minta maaf tapi kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi.ucap aidan.
"Kenapa?"ucap diana.
"Aku sudah tahu kamu sudah bertunangan."ucap aiden ia tahu karena ia bisa membaca pikiran seseorang sebab ia setengah robot banyak sistem yang berada dalam otaknya.
Deg diana terkejut.
Diana terdiam ia tidak tahu mau bicara apa ia terus diam dan aiden langsung meninggalkannya.
"Aiden!"teriak diana.
.........
.
.
.
"Aiden kuatkan dirimu jangan lemah hanya karena satu perempuan yang tidak percaya padamu"batin aiden dan ia menuju lab profesor kayana.
Setibanya dilab ia dikejutkan dengan kondisi lab itu yang tampak berantakan.
"Kak!!"teriak aiden.
Ia mencari profesor kayana ketika melihat kayana yang sudah babak belur ia mendekatinya.
"Kak,apa yang terjadi?"
"Cepat pergi!!"ucap kayana.
Aiden menggendong kakak angkatnya itu.tiba tiba terdengar suara langkah kaki banyak orang.
"Wah wah wah,ternyata ini robot ciptaan mu prof!"ucap pria itu.
"Cepat tangkap pemuda itu!!"perintah pria itu kepada anak buahnya.
"Cepat lari aiden!!"
"Tidak,akan kuhadapi mereka yang membuat tempat ini berantakan!!"ucap aiden,ia menurunkan kayana.
Dor dor dor peluru keluar dari telapak tangan aiden yang membuat setengah penyusup itu mati.
Dor pemimpin itu menembak tepat di tangan kanan aiden.
Aiden tak menyerah begitu saja ia menembakan peluru dari tangan kirinya yang masih utuh.
Pertempuran terus berlangsung hingga musuh meninggal menyisakan pemimpinnya dan aiden juga dalam kondisi memprihatinkan anggota tubuh robotnya hampir hancur dan kulit yang menghalanginya juga hancur karen tembakan.
__ADS_1
"Jika saya mati kalian juga akan mati"teriak pria itu dalam keadaan sekaratnya.
Duar. Bom meledak tapi untung aiden berhasil melindungi kayana dengan tubuhnya. Membuat kulitnya hangus dan terlihat mesin mesin robot.
"Aiden!".
Kayana langsung memeluk tubuh aiden.
Aiden merasakan sakit pada seluruh tubuhnya termasuk anggota badan yang merupakan mesin robot itu karena sistem mesin itu terhubung dengan otaknya sehingga ia merasakan rasa seperti tubuh manusia pada umumnya.
"Maaf,aiden kau harus segera pergi dari sini karena pasukan bantuan mereka akan datang menangkapmu !"
Datanglah helikopter memborbardir tempat itu dan aiden terkena tembak helikopter itu terus berlari sambil menggendong kayana yang juga terkena tembakan helikopter itu.
Ia berlari kedalam hutan.
"Aiden cepat kau pergi tinggalkan aku"ucap kayana lemah.
"Tidak,jika aku selamat maka kau juga harus selamat"
"Aku sudah tidak kuat aiden,maaf dan terimakasih sudah mau menjadi adik angkatku"ucap kayana dan menghembuskan nafas terakhirnya dalam gendongan aiden.
"Kak?".
"Tidak!!!!"teriak aiden.
Helikopter itu berhasil mengejar aiden.
Aiden terus berlari hingga laut.
Aiden menceburkan diri sambil memeluk jasad kakak angkatnya kedalam laut agar ciptaan kakak angkatnya tidak didapatkan musuh.
Aiden menceburkan diri kedalam lautan yang sedang mengalami gelombang laut yang hebat.
...............................................................................
.
.
.sistem sedang memperbaiki sel sel kulit memulai proses.......
.
.
.........
..
.
.
__ADS_1
.
.
.
.keesokan hari
.
.
..
..
.
.
..
.
Aiden terdampar disebuah pantai.
"Duh dimana ini?"gumam aiden.
"Sistem membutuhkan darah"ucap sistem di otak aiden.
"Jantung gua terasa sakit nih gua butuh darah"
Ia berburu burung dipulau itu .
Dor.
Kwak
Satu burung jatuh ia mulai meminum darah burung itu.
Glek.....glek......glek.
"Akhirnya energi gua pulih lagi".
"Jir gua dimana ini?"gumam aiden.
IA melamun sambil berjalan.
"Sistem sekarang saya berada dimana?"
"Jawab tuan,sekarang tuan berada dipulau tak berpenghuni didekat negara indonesia!"ucap sistem berada di otaknya.
"Wah jauh juga"ucap aiden.
__ADS_1