Cinta Manusia Robot.

Cinta Manusia Robot.
Senyum dan pertemuan terakhir.


__ADS_3

setelah menguburkan jasad profesornya itu Aiden kembali menuju gua,ternyata kedua perempuan itu masih terjaga belum bangun,mereka masih diluar gua dengan api unggun yang menghangatkan tubuh mereka.


"kenapa masih diluar?"tanya aiden dingin.


mereka berdua tidak menjawab karena takut.


"Jawab!"bentak aiden.


""Ka-kami menunggu kamu"ucap Afsana.


"buat apa,gimana kalau ada binatang buas?Hah".


"maaf"ucap Afsana.


"untuk apa menunggu aku?".


"boleh aku bertanya?"ucap Afsana sedangkan azkia hanya menunduk takut.


"hmm"aiden mengangguk.


"kamu tau gak arah kiblat?"tanya afsana.


"Arah apa?"tanya aiden yang membuat keduanya terkejut.


"arah kiblat kamu tahu gak?"tanya Afsana lagi.


"enggak"ucap aiden.


"eee..,kamu tahu posisi barat ?"tanya afsana.


"tuh"aiden menunjukan arahnya pada mereka berdua.


(note:bagi muslim di indonesia,arah kiblat berpedoman pada swkitaran barat laut,,maaf jika keliru ya).


"oh ya,kamu tau gak dimana sungai dekat sini?"tanya afsana.


"jauh"singkat,padat dan jelas.


"makasih"


"hmm".


"yuk tayamum dulu"ajak afsana.


"hah?,apaan?"tanya aiden.


"tayamun lah"ucap afsana.


"buat apa?"tanya aiden.


"buat sholat lah?"ucap afsana.


"Hah?"


"hey,mungkin dia bukan muslim"bisik azkia pelan.


""kamu bukan muslim?"tanya afsana.


"bukan"jawab aiden singkat.


"oh oke".


setelah tayamum mereka berdua meluruskan shaf sholatnya afsana sebagai imam dan azkia sebagai mamum,untungnya mereka memakai pakaian yang menutup aurat.


(Note:perempuan yang akan melaksanakan sholat hendaklah menutup aurat,jika pakaian mereka panjang dan menutupi auratnya maka tidak perlu memakai mukena,jika sholat berjamaah hanya dua orang maka mamum harus berada disamping kanan imam).


Aiden memperhatikan mereka berdua melaksanakan ibadah yang mereka sebut sebagai sholat dari awal takbiratul ihram hingga salam,ia terhipnotis oleh bacaan merdu afsana bahkan sakit merdunya ia bahkan tertidur.


"na,gimana tuh aiden tidur diluar?"tanya azkia.


"bangunin lah".


"aiden bangun masuk yu kedalam disini dingin"ucap afsana.


aiden membuka matanya lalu langsung berdiri dan membuat obor dan langsung masuk,tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.


"ayo masuk na gue takut"azkia menarik sahabatnya itu masuk kedalam gua,gua itu tidak lah dalam,cukuplah agar bisa membuat mereka aman dari binatang buas dan dinginnya malam.


Aiden meletakan obor ditempatnya dan lansung menutup mata dalam posisi duduk diikuti dengan kedua perempuan itu.


Hari-Hari telah berlalu dengan lambat,mereka harus terbiasa dengan kehidupan yang sangat sulit,tidak ada kasur,makan hanya makan daging buruan hasil tangkapan aiden,aiden juga semakin penasaran aktifitas yang afsana sebut dengan sholat,sudah seminggu mereka tinggal didalam gua mengunjungi pantai untuk melihat apakah ada yang datang,dan ternyata dugaan mereka benar ada kapal tim SAR yang datang.


Mereka berdua hendak mengajak Aiden untuk ikut bersama keduanya.

__ADS_1


"itu dia na Ada Tim Sar"azkia menunjuk,dan menarik afsana berlari.


"tunggu dulu"ucap afsana dan menoleh kearah belakang.


"kemana aiden pergi?"gumam afsana.


"eh aiden mana na?"tanya azkia.


"gak tau"jawab afsana.


"Hey!"teriak petugas Tim Sar kepada mereka.


"ayo na"ajak azkia.


"tapi aiden Kia"afsana tetap berdiam diri diposisinya.


azkia bingung untuk bicara apa.


"kalian berdua bukannya menjawab apa dipanggil malah melamun"


"maaf pak".


"kalian gak terluka kan?"tanya petugas itu.


"gak pak kami baik-baik saja"jawab azkia sedangkan afsana sedang melamun memikirkan aiden.


"yang lain kemana?"tanya petugas itu.


"hanya kami yang selamat pak"ucap azkia sedih.


"Heh"petugas itu menghela nafas.


"yaudah ayo"ucap petugas itu.


"ayo afsana"ucap azkia.


"Hey malah melamun"


"kamu kenapa neng?"tanya petugas itu mengagetkan afsana.


"astagfirullah pak"ucapnya kaget.


"Itu pak eee...ada seseorang yang tinggal disini,kami ingin mengajaknya pergi"ucap Afsana.


"Gak mungkin neng ada orang yang tinggal disini"ucap petugas itu.


"Ada pak,dia membantu kami"ucap afsana.


"apa betul neng?"tanya petugas itu pada Azkia.


"betul pak,namanya Aiden"ucap azkia.


"oke kalian ikut dulu kekapal untuk memberitahu yang lain"ucap petugas itu.


Afsana dan azkia diperiksa oleh dokter dan diberikan obat untuk memulihkan tubuh mereka yang kekurangan cairan,dan karena mereka berdua hendak diberi makan,mereka menolak.


"Maaf dok,kami masih kenyang"ucap afsana.


"emang kalian makan dimana?"tanya dokter itu.


"ada seseorang yang membantu kami dok"ucap afsana.


Dokter itupun langsung menghubungi ketua tim,untuk mencari seseorang yang disebut kedua gadis itu.


setelah berdiskusi akhirnya mereka memutuskan untuk mencarnya yang diarahkan oleh afsana dan azkia.


setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai digua.


"ini pak tempatnya"ucap afsana.


"oke,ayo masuk".


Afsana masuk kedalam gua ditemani oleh tim Sar.


"mana neng orangnya gak ada"ucap petugas itu.


"kemana ya?"Gumam afsana.


merekapun keluar gua.


"Aiden!,kamu dimana?!"teriak Afsana sambil menangis.


"udah afsana,kamu tenang dulu ya,pak tolong dong cari"ucap Azkia.

__ADS_1


"baik kami akan mencarinya".


"kalian berpencar,cari dia!"ucap Ketua.


"siap,laksanakan!"ucap mereka dan mulai mencari.


setelah satu jam akhirnya mereka kembali keposisi depan gua.


"Bagaimana?ketemu?"tanya ketua.


"lapor Ketua,kami tidak menemukannya tapi kami menemukan dua makam tak jauh dari sini"ucap anggota yang melapor.


"Du-dua makam?"mereka berdua terkejut dan mengingat Bahwa Aiden juga mwmbawa mayat dan menguburkan kakaknya sana.


"Bagaimana mungkin pak,kami melihat hanya satu makam saja pak"ucap Azkia sedangkan Afsana terus menangis.


"kalau kalian tidak percaya ayo ikut kami".


Azkia dan afsana mengikuti mereka dan apa yang mereka lihat membuat mereka terkejut.


"gak,gak mungkin ini pasti salah!"gumam Afsana.


"tenang afsana"azkia memeluk sahabatnya dan mengusap punggungnya.


Afsan mengamati kedua makam itu,keduanya seperti makam lama karena batu nisan keduanya dipenuhi lumut.


"Semuanya kita pulang"ucap ketua.


"siap!".


"tunggu dulu pak,saya ingin menunggunya sebentar disini"ucap afsana.


"Tidak,ayo kita cepat pulang,dikhawatirkan ada badai jika kita terlalu lama disini"ucap ketua itu.


"Tapi-"


"Gak ada tapi tapian titik!"ucap ketua itu tegas.


"baik pak,maaf"ucap afsana menunduk.


Baru beberapa langkah azkia melihat kebelakang dan terkejut melihat Ada Aiden agak jauh.


"liat itu aiden!"ucap Azkia dan memutar tubuh Afsana.


Afsana terkejut melihat aiden,sehingga ia berteriak karena bahagia bisa bertemu dengannya.


"Aiden!"teriak afsana melambaikan tangan yang membuat semua anggota tim Sar melihat kearah kearahnya dan kearah yang dilihat afsana.


"Ada orang ketua"teriak anggota Tim itu.


Aiden tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya seolah meminta maaf.


Afsana terkejut melihat itu, ia berlari diikuti temannya serta anggota Tim Sar.


setelah hampir dekat dengan jelas mereka meihat sosok tampan itu masih menangkupkan kedua tagannya,ketika hampir sangat dekat sosok itu tersenyum dan menggelengkan kepala lalu wus ia menghilang.


Aiden dengan kecepatan penuhnya meinggalkan tempat itu,ketika hubungan keduanya hampir dekat,mereka dipisahkan takdir yang menghalangi mereka,Aiden takut jika para musuhnya akan mencari keberadaan dirinya dan akan membahayakan afsana,sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan afsana,kedua makam itu merupakan rencananya agar mereka berpikir itu hanya arwah atau mungkin mereka akan berfikir itu hanya halusinasi mereka saja.


"Aiden!!"Afsana kembali berteriak dan menangis.


Hati perempuan sangatlah sensitif,mereka lebih menggunakan Hatinya,sehingga mereka bisa merasakan mana yang tulus mana yang tidak,mana yang baik mana yang buruk,apakah menyakiti orang lain atau tidak,mereka lebih mengetahui itu,Rata-rata sih.


"Aiden Kia,Aiden!"ucap afsana memeluk sahabatnya dan menangis,sedangkan Azkia hanya terdiam memikirkan itu,ia juga sulit menerimanya.


"Tenang!,kamu tenang dulu ya"ucap dokter itu menenangkan.


Tiba-tiba.


"Aum(Harimau mengaum)"membuat tim sar terkejut.


Harimai itu berlari menuju kerumunan itu dan..........


Bruk


Harimau itu terjatuh dan matti tanpa sebab.


"Apa!?".


"ayo semuanya,dikhawatirkan ada binatang buas lagi"ucap ketua membuyarkan lamunan semua orang.


...............


.................

__ADS_1


__ADS_2