
Hellooooooo. Aduhhh, butuh niat dan usaha buat nerusin ini semuaaa. Semangaaat yaaa
Setelah sabil kembali dari kos-kosannya. Dia langsung menuju kantin untuk berkumpul dengan teman-temannya.
"Udah mandi lo sabil cantikk " tanya cinta sambil mulutnyaa ditutup sabil wkwkwkw
"Udah lah, udah keramas jugaa " jawab sabil sambil mengibas-ngibaskan rambutnya
"Ngapain lo pake keramas segala, emangnya lo habis ngapain" ucap wili sambil senyumm menggoda ke arah sabil
"Habis nyari kutu" jawab sabil dengan santai.
Semua sahabatnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sabil yang dulu katanya seorang anak manja telah berubah. Polos tapi imut. Ya begitulah kira-kira.
Ketika sabil mau mengambil makanannya, semua mata orang tertuju ke arah pintu masuk kantin.
"Wah si ganteng"
"Uuuu atlit kuuu"
"Duhh badannya"
"Aaaa pengen peluk"
__ADS_1
Begitulah kira-kira yang terucap dari bibir gadis-gadis yang sedang menikmati si wajah tampan yang berada di pintu kantin.
"Apaan sih, biasa aja kayak nya. sombong gitu juga orangnya" ucap sabil dengan malasnyaa dalam hatinya.
"Eh sabil, dia bukannya satu panitia ya sama lo" tanya cinta.
"Iyaa, gue heran sama orang-orang disini. Kok segitu nyaaa liatin si rey ? " tanya sabil kepada teman-temannya.
"Lo kayak gak tau aja bil, dia kan tampan, trus juga atlit, tapi terkenal play boy juga. " jawab wili sambil mmemutar sendoknya.
"Ya udahlah yaa, ngapain juga bahas diaa. Gak jelas, gak ada untung nya juga buat kitaa" ucap sabil kepada teman-temannya.
Setelah mereka menikmati makanan yang ada di kantin, 4 wanita cantik yang bersahabat ini segera menuju ke tujuan masing-masing. Cinta dan Mona pergi ke perpustakaan sedangkan Sabila dan Wili pergi k ruangan Hima untuk membahasa acara dengan anggota dan panitia acara.
Sore hari nyaa, semua panitia acara mengadakan rapat di aula. Sabil dan wili udah stand by di ruangan tersebut dengan panitia lainnya. Dan tiba-tibaa datanglah Rey menghampiri mereka.
Sabil bersikap biasa aja, karena dia juga gak tertarik dengan gaya Rey yang keliatan sombong. Lagian Sabil juga lagi dekat dengan seorang cowok di kampus yang berbeda dan daerah yang juga berbeda. Cuman dekat yaaa. Sabil anti pacaran masalahnya. Maunya cuman dekat. Tapi gak mau pacaran. Alasannya, takut putus. ( Ayooo siapa yang sama prinsipnya sama sabil??)
Selama rapat berlangsung, suasana rapat berjalan seperti biasanya, ada debat-debat kecil untuk mendapatkan sebuah keputusan.
" Menurut gue , semua panitia pake seragam aja. Tapi bedain sama peserta. Warna nya aja bedain " pendapat sabiil pun keluar.
"Gue setuju sama sabil, buat bedain mana panitia dan anggota itu perlu" ucap Rey sambil melihat ke arah Sabil
__ADS_1
"Hmm kalo gitu, masalah seragam panitia kita serahin sama sabil dan Rey yaa" ucap ketua acara.
"Setujuuuuuuuuuu" teriak semuaa panitia yang ada dalam ruangan tersebut.
Setelah rapat selesai, Rey pun menghampiri Sabil.
"Sabil, mana no wa lo ? Besok kita cari seragam nya bareng-bareng aja yaa" ucap Rey sambil mengambil hp yang ada di tangam Sabil.
"Eh, lo ngapain ? Kan kita bisa janjian ajaa. Gak usah jugaa tuker no hp, lagian grup acara ini kan jugaa ada" jawab sabil sambil mengambil hp nya.
"Lo gimana sih Sabil, dalam kepanitiaan itu butuh komunikasi yang lancar, agar tidak terjadi miskomunikasi nantii" jelas Rey sambil menatap mata Sabil.
"Iya iyaa, besok jam berapa kita pergi cari seragam nya ? " tanya sabil
" besok gue wa lo yaa, lo siap-siap aja jam 9-an. Biar gue yang jemput lo sabil. Okee !" Jawab Rey sambil pergi meninggalkan Sabil.
Sabil pun hanya menuruti apa yang dikatakan Rey. Tiba-tiba Sabil dikejutkan oleh Wili.
"Eh sabil, udah ? Yuk ngumpul d kos nya Cinta. Mereka udah pulang ke kos nih" ajak Wili sambil merangkul Sabil.
"Ayokk, gue juga lagi capek. Mau numpang bobok disana nih hihihi" jawab sabil sambil mengucek matanya.
Sabil selalu main d kos cinta sampai malam tiba. Soal nya, teman sekamar nya putri jarang di kos. jadi sabil sedikit merasa kesepian kalau di kosnya. Mending numpang bentar dulu.
__ADS_1