
Tiba-tibaaa
sabil memeluk rey. untung nya mobil rey udh berhenti dari tadi. Sabil memeluk rey seakan dia berada diatas kasur dan memeluk guling
Rey ? bagaimana dengan rey.
"Sabill, lo ngapain sih meluk-meluk gue. Gue gak bakalan nyentuh lo sebelum lo jatuh cinta dan takluk sama gue" teriak rey dalam hati.
"otong guueeeeee, lo kok bangun sih. kan cuman dipeluk. Siskaaaaa, gue butuh loooo" teriakan rey sambil menyebut nama siska dalam hati nyaa
uuhuuukkkk, siska pun batuk man teman wkwkw
Begitulah gambaran hubungan percintaan Rey. Pelampiasan ketika dia sedang "ingin" bisa didapatkan dari siska. Tapi pikiran jangan kemana-mana dulu yaa. Ini hanya sekedar salin sentuh, ciuman. tidak sampai ke hubungan badan. Rey jugaa tau batas ternyata yaaa.
Nah sekarang, dia sedang berada dikondisi seperti itu. Bukan siska, bukan juga hani. Tapi sabil. si cuek manis.
"mampus gue, gue elus-elus sendiri ajaa yaa" ucp Rey sambil mengelus bagian tubuh nyaa.
Setelah beberapa menit berhenti dan bertengkar dengan bathinnya. Rey pun ikut tidur dalam keadaan duduk dengan sabil. mereka sambil menyenderkan kepalaa. (kebayang gak sih, tiduran sambil duduk. kepala sabil d atas pundak rey, kepala rey diatas kepala sabil.
Jam sudah menunjukkan jam 5 sore. Butuh waktu 2 jam lagi buat ke lokasi acara. Rey mencoba membuka matanya. Hal yang pertama kali ia lihat adalah tangan sabil menggeanggam tangannya.
Dapat bonus si rey nih wkwkww
setelah mengumpulkan nyawa nyaaa, rey pun kembali menyetir dengan sebelah tangan, karena tangan yang satu lagi masih digenggang sabil.
Beberapa menit kemudian, sabil pun terbangun. Nyawa nya beluk sepenuh nya terkumpul. tangannya masih menggenggam tangan rey yang berada diatas paha rey. Rey tidak tau kalau sabil udah bangun, tiba-tiba sabil terkejut melihat tangannya. Refleks dia melepaskan tangan rey dan membuat rey tersenyum.
"lo udah bangun ?" tanya rey dengan senyum manisnya
"uu uudah, lo kok gak banguni gue" jawab sabil terbata-bata dengan wajah yang udah mulai merah.
"gimana mau bangunin, gue rem mendadak aja lo gak bangun, lo meluk-meluk gue jugaa sampe gue sesak nafas nih" jelas Rey sambil memegang dada nyaa
"apaaa, gu gue meluk lo, gak mungkin lah, mana bisaa rey" ucap sabil sambil teriak
"eitssss, lo ngapainn teriak-teriak. lo mau bukti ? niihhhh" rey pun melihatkan hp nya k sabil.
__ADS_1
ternyata diam-diam rey menghidupkan kamera hp nya untuk merekam mereka berdua. Buat kenang-kenangan kata si rey mah.
"hapuss rey" teriak sabil
"gak ah, buat kenang-kenangan" jawan rey sambil merebut hp
dan terjadi lah rebut-merebur hp. Rey yang sedang menyetirpun menepikan mobilnya terlebih dahulu.
"rey, hapus dong. nanti diliat orang lain gimna, bisa salah paham" rayu sabil kepada rey
"salah paham gimna, buat gue pribadi kok. tapi kalo ada yg liat, berarti gak sengaja" hahahahahha tawa rey membuat sabil muak.
Sabil pun menarik tangan rey untuk mendapatkan hp tersebut, malang bertemu dengan sabil. Dia terjatuh dalam dekapan rey. Sontak merekapun terdiam. sabil pun menatap rey, rey pun begitu. dia menatap mata sabil sangat dalam.
cuuppp
Sebuah kecupan mendarat diikepala sabil. Sabil pun kaget nyaa minta ampuun, mata nyaa tidak berkedip sedikitpun. Rey cuman bisa memberikan senyuman manisnya Sambil menarik sabil lebih dalam lagi dalam pelukannya. Sabil hanya bisa diam. Dia tidak terbiasa dengan kondisi seperti ini.
Walaupun dia cuek, dan dulu kurang suka berteman dengan rey.Tapi seiring berjalannya waktu dan kebersamaan mereka, sabil mulai nyaman. Tapi hanya berteman yaa, gak lebih.
"done" ucap sabil sambil merapikan pakaian dan rambutnya. Dia berusaha cuek dengan keadaan sebelumnya.
rey pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah sabil. gemeeeessss.
"gue mau lebih dari teman sma lo bil, gue gak tau juga kenapa hati gue ginii, gue bisa bedain perasaan gue k siska, hani dan lo. Sama lo luar biasa bil" ucap rey dalam hatinya sambil terus fokus menyetir.
Akhirnya setelah drama di mobil, mereka sampai di lokasi acara jam 7 malam.
semua orang sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Sabil pun mulai bingung mau kemana dan tidur dimana.
tiba-tiiba rey menarik tangannya.
"sini bantuin gue buat bikin tenda buat kita" ajak rey sambil mengekuarkan perlengkapan mereka
"Kita ? berdua ? satu tenda? lo gilaa yaaa ? " teriak sabil sambil melihat sekeliling lapangan
" iya sayaang, eh iya sabil" goda rey sambil merakit tenda nyaa
__ADS_1
"apaan sih lo rey, gue lagi gak becanda nih. Gue juga lupaa nanya sama cinta tenda buat gue. " ucap sabil dengan sendu
"lo yaa bil, ini kan ada dua. Buat gue satu, lo satu. lo ngarep yaa satu tenda sama gue" rey terus menggoda sabil.
"lo gak bilang dari tadi ada 2 tenda, sini gue bantuin" sanggah sabil sambil membantu rey
setelah tenda mereka berdiri dan menyusun semuaa barang dalam tenda tersebut. mereka sama-sama keluar dan berjalan ke arah sumber suara yaitu ketua acara.
disana sabil bertemu dengan cinta dan menanyakan tenda nya dimana.
"lo lama amat sih bil urusan sama dosennya. Ada beberapa orang yg gak kebagian tenda nih, terpaksa mereka gabung sama peserta lain sekaligus ngawasin anak-anak" jelas cinta kepada sabil
"eh gitu, ya udah deh. gua juga udah masang tenda sendiri, kalo lo mau kita berdua ajaa. muat kok" ajak sabil kepada cinta
"gak usah bil, lagian gue udah sma panitia lain juga, nanti kalo gue ikut sama lo, kirain gue gak profesional lagi, lebih milih teman dari pada panitia yang lain" tolak cinta dengan halus.
"iyaa deh, gak papa juga. gue bisa tidur nyenyak sendirian hahahaha" tawa sabil pun terdengar oleh Rey yang gak jauh dari mereka.
" liat lo ketawa aja gue udah seneng bil, kenapa oh hatii engkau beginiii" ucap rey sambil senyum-senyum
"astagaaaaa, gue lupa nelfon hani" ucap rey dalam hati sambil mengambil hp nya.
dan ternyataa sudah ada 10 kali panggilan tak terjawab dari hani, dan 2 dari siska.
Duh si rey nii yaaaaa
setelah menelfon hani, rey pun di hampiri siska. Suasana yang gelap pun mendukung siska untuk berdekatan dengan rey. Sambil duduk melingkar berkumpul membahas acara untuk besok pagi, rey duduk tepat didepan sabil dan disamping siska. Tangan siska pun mulai meraba paha rey. Tidak akan ada yang sadar, karena pencahayaan hanya dengan api unggun. Rey pun mulai merasakan sentuhan siska, dia pun juga menyentuh paha siska. Itu sudah seperti kebiasaan mereka. mereka terus sentuh menyentuh tanpa ketahuan, akan tetapi mata rey tetap tertuju pada sabil. Dia hanya membayangkan sabil, melupakan pacarnya yang jauh disana dan melupakan tangan siska yang sudah menyentuh tubuhnyaaa.
daan aaaaaaaa api unggun pun padam
siska tak tinggal diam, dia mulai mendekatkan diri pada rey, menyentuh titik sensitif rey, dan mengecup leher rey.
Rey pun menikmatinyaa. Duuhh rey reyy.
Menurut teman-teman rey ini tipe cowok gimna sih ?
komen yaa dibawah.
__ADS_1