Cinta Memang Buta

Cinta Memang Buta
6


__ADS_3

Keesokan harinya, semuaa panitia dan peserta sibuk menjalankan rangkaian acara. Begitu juga sabil, rey dan teman-temannya. Malam hari nya merupakan malam puncak. Bisa dibilang malam yang ditunggu-tunggu oleh semuanya.


Api unggun ditengah lapangan udah dinyalakan. Acara nya sangat santai dan bebas. Tidak ada batas antara peserta dan panitia. Ada yang berkumpul sambil main uno di bantu dengan pencahayaan dari hp. Ada juga yang rapat kecil-kecilan. Beberapa orang ada yang berkumpul, bernyanyi bersama, saling tertawa melingkari api unggun.


Sabil ? Dia duduk bersebalahan dengan Rey. Entah kenapa bisa mereka duduk bersebelahan. Alex dan cinta juga duduk bersebelahan sangat dekat, nempel kayak perangko.


Sabil menikmati lagu yang dinyanyikan teman-temannya. Dia pun mencoba mengambil gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Semua orang kagum melihat sabil, begitu juga dengan Rey.


Setelah memainkan sebuah lagu, Sabil meletakkan gitar nya kembali. Dia duduk sedikir ada jarak dengan Rey, kemudian dia duduk dengan tangan sebagai tumpuannya. (Tangan nya sabil berada diatas tikar ya antara dia dan rey ya)


Kemudian, Rey pun memberanikan dirinya untuk memegang tangan Sabil.


Deg deg deg


Jantung mereka berdua seolah berirama sama. Tangan rey sudah berada diatas tangan sabil. Sabil tidak tau harus ngapain. Dia diam. Dia grogi. Dia keringatan. Dia senang. Dia takut. Semua campur aduk.


Berbeda dengan Rey, dia hanya merasakan getaran-getaran cinta. Jantung berdebar, dia belum pernah merasakan ini dengan siska maupun hani.


Tak sampai beberapa menit, sabil pun sadar dan menarik tangannya sambil menatap ke arah langit. Dia sangat gugup. Dia berfikir kenapa bisa merasakan hal seperti ini. Sementara dengan cowok yang lagi dekat dengannya yang berada di luar kota, dia tidak pernah merasakan getaran-getaran ini. Dia hanya nyaman. Tapi ini kenapaa ?


"Lo cantik" bisik rey sambil mendekatkan wajah nya ke samping sabil


Wajah sabil memanas, untung malam hari. Kalo siang, mungkin wajah nya udah kayak kepiting rebus.


Sabil langsung berdiri dan lari ke arah tenda nyaa. Tidak ada yang tau kecuali Rey. Karena semua orang sangat menikmati malam terkahir acara mereka.


Rey pun mengejar sabil dan masuk kedalam tenda sabil.

__ADS_1


"Lo rey. Kok main masuk aja. Sana keluar" usir sabil sambil mendorong rey


"Ogah, ini kan tenda gue jugaa. Lagian gue juga mau nikmatin malam ini sama lo" goda rey sambil duduk disamping sabil.


Menikmati ? Malam ? Apaan ? Duhhhh rey, lo ngapain kesini sih. Jantung gue udah demo nih. ( gak cuman perut yaa yang demo). Sabil merutuki rey dalam hatinya.


"Lo sana keluar rey, nanti ada yang liat kita. Malah dikira ngapa-ngapain lagi" ucap sabil sambil mendorong bahu rey.


Tiba-tiba tidak jauh dari tenda sabil. Siska menanyakan keberadaan rey kepada temannya yang berada dalam tenda.


Rey yang mendengar suara siska pun langsung bergeser ke arah dalam tenda. Tinggallah sabil yang duduk d pintu tenda. Sabil pun merasa aneh dengan rey. Apa hubungan nya sama siska. Selama ini dia cuek dengan hubungan orang, tapi entah kenapa kali ini dia penasaran dengan hubungan rey dan siska.


"Eh bil, lo liat rey gak ?" Tanya siska kepada sabil.


" rey ? Gue gak liat tuh" jawab sabil berbohong.


Rey pun senang mendengar jawaban sabil. Tangan nya mulai nakal memegang punggung sabil. Sabil yang merasa geli pun merasa risih.


"Hmmmm gak, inii gatel aja. Digigit ulat kayaknya" bohong sabil kepada rey.


Suasana yang gelap sangat mendukung , tenda yang keliatan gelap, sumber cahaya hanya ditengah lapangan, sehingga siska pun tidak bisa melihat rey dalam tenda tersebut.


Setelah siska pergi, sabil agak bergeser ke arah dalam sambil mencondongkan badannya.


"Rey" bentak sabil sambil melepaskan tangan rey yang memeluk pinggang sabil.


"Lo apaan sih, megang-megang gue" sabil pun marah kepada rey.

__ADS_1


"Sorry, gue cuman mau sembunyi aja dari siska sambil ngerjain lo hihi " jawab rey sambil mengangkat dua jari.


" Sana lo keluar, gue mau istirahat" usir sabil kepada rey.


"Ogah, gue mau disini dulu nemenin lo" rengek rey kepada sabil.


Segala jenis rayuan pun diberikan oleh rey kepada sabil. Akhirnya sabil pun luluh. Dia membiarkan rey berada dalam tendanya. Sedangkan ia, berada sedikit menjorok kedepan tenda sambil melihat langit dan menikmati nyanyian.


Sabil sangat suka suasana ini. Dia suka berada di alam. Menikmati setiap hembusan angin.


Sementara rey, dia fokus memperhatikan sabil dari dalam tenda.


"Gue suka sama lo bil" ucap rey dalam hatinya.


"Hani" rey pun teringat dengan hani. Cewek yang udah jadi pacarnya selama setahun. Rey bukannya tidak mencintai hani. Hanya saja, dia tidak bisa memiliki hubungan jarak jauh. Dia pun tidak tega


Memutuskan Hani. Sementara siska, dia hanya untuk mainan bagi rey. Tidak lebih.


Rey mencoba mendekati sabil lagi. Tangan nya mulai menarik pinggang sabil agar sabil lebih kedalam lagi. Sabil sangat terkejut dengan tingkah rey. Mau teriak, nanti malah jadi masalah bagi yang lainnya. Sabil lun bergeser ke arah dalam tenda sedikit. Dia melepaskan tangan rey. Tanpa suara. Diam. Mereka diam. Rey pun kembali memeluk sabil dari belakang. Sabil terus menolak, tapi dia tidak mau membuat orang curiga.


Rey hanya diam, dia tidak membuat suara. Tangan nya sangat kuat memeluk sabil dari belakang. Akhirnya sabil pun mengalah, dia membiarkan rey memeluknya. Untung cahaya api unggu tidak begitu sampai ke tenda nya. Jadi orang gak bakalan bisa liat apa-apa dari luar.


Rey mulai melancarkan aksi nya. Getaran-getaran yang dia rasakan semakin membuatnya untuk bertindak lebih. Dia mulai menyentuh paha sabil. Menggengam tangan sabil. Tangan nya mulai menyentuh dada sabil. Sontak sabil terkejut dan memukul tangan rey. Rey pun tertawa. Kemudian tangan nya juga turun sedikit demi sedikit. Menyentuk bagian sensitif sabil. Sabil tekejut. Dia tidak tau harus berbuat apa. Dia sukaa. Dia menikmatinya. Tapi dia takut. Kemudian sabil kembali melepaskan tangan rey dan sedikit maju kedepan agar rey tidak bisa memeluknya. Dia ingin pergi, tapi dia juga mau berada dekat rey.


Sementara itu, api unggun pun mulai redup. Beberapa orang sudah ada yang kembali ke tenda masing-masing. Hanya beberapa orang yang masih di lapangan. Itupun jauh dari tenda sabil.


Rey seakan paham dengan keadaan kemudian menarik sabil kembali, dan membalikkan posisi. Sabil berada posisi tidur dengan tangan rey sebagai tumpuannya. Sabil terdiam. Kemudian, rey langsung mendekatkan wajah nya ke arah sabil. Dannn

__ADS_1


Helloo guys. Kira-kira ngapain yaa mereka ?


Kita lanjut besok aja yaaaa


__ADS_2