
Rana mengikuti langkah aldo ke sana kemari
"tolong duduklah jangan ikuti aku...kamu lagi hamil biar aku berpikir dulu...!"ucap aldo menahan emosi
"mas aku ga mau kamu kayak gini...pikir untuk kebaikkan vina...keinginannya ingin ikut mamanya!"ucap rana tanpa mendengar perkataan aldo
"sekali tidak tetap tidak!"jawab aldo
"3 hari kembali ke rumah liat vina mengurung diri di kamar!"ucap rana duduk tidak jauh dari aldo berdiri dekat jendela
Karena terlalu sakitnya rana pun menangis....dan aldo melihat rana menangis bukannya menenangkan tetapi aldo memilih pergi dengan mobilnya entah pergi kemana.Rana tak menyangka suaminya yang di kenalnya dulu begitu sabar bisa sekeras ini...rana mengelus perutnya dan semakin terisak dalam tangisnya.
Sementara aldo pergi ke restoran miliknya...lebih baik pergi dari rumah..."dari pada di rumah kepala seperti mau pecah" keluh aldo
"apakah aku harus menghubungi exy...membicarakan ini semua...?"tanya hati aldo
"sungguh aku gagal jadi seorang suami dan seorang ayah!"ucap hati aldo penuh kegetiran
Sementara dirumah Rangga,exy menyiapkan baju baju yang akan di bawa rangga untuk keluar kota.Exy tak mengucap sepatah katapun ada sakit terselib di hatinya melepas kepergian suaminya yang beberapa bulan ini mulai terjun ke bisnisnya lagi.
__ADS_1
Rangga tau betul apa yang di rasa exy lalu rangga mendekati exy dan mengajak exy untuk duduk di tepi ranjang
"xyy aku mau pergi keluar kota...tapi aku tak mendapat senyuman dan sapaanmu...kamu keberatan aku pergi...percayalah xyy aku akan jaga hati ini dan badan ini hanya untuk kamu...!"ucap rangga sambil menatap wajah cantik exy
"hilangkan keraguanmu...biarpun ada 7 bidaripun di depanku telanjang aku takkan tergoda...bagi ku tiada orang lain selain kamu...!"ucap rangga kembali
Exypun tertawa kecil mendengar perkataan rangga...
"ehhh kamu kok ketawa?"tanya rangga yang bahagia melihat exy yang mulai cair suasana hatinya.
"aku kadang takut...kamu mengulangi perbuatanmu seperti saat bersama ku dulu!"ucap exy mewakili ketakutannya
"seandainya dari awal aku menikah dengan kamu...aku takkan tergoda dengan siapa pun xy....tapi kenyataan pahit aku memiliki tubuhmu pertama kali besar harapanku untuk menikahimu...namun nasip mempermainkan kita...aku memilikimu setelah kita bersama yang lain....jadi untuk sekarang di hatiku di hidupku sudah ada pemiliknya yaitu kamu....!"ucap rangga panjang lebar sambil mengecup bibir seksi exy....
exy membalas kecupan rangga...dan ucapnya"iyaa ngga terimakasih untuk semuanya...!"
akhirnya rangga berangkat ke luar kota...rangga tidak mau bergabung satu mobil dengan bu tiara dan pak eko,rangga ditemani suami bu ani...dan sampai di kota s pun rangga satu kamar dengan suami bu ani....
Tiara berdandan seksi dan tak mau ambil pusing dengan sikap rangga yang menjaga jarak dengannya...Tiara semakin tertantang rupanya pria tampan ini tak mudah di dekati.
__ADS_1
"aku takkan habis akal aku harus memikirkan cara supaya bisa memeluk pria tampan ini!"ucap hati tiara tertantang.
"pak rangga saya pinjam sopir bapak untuk menemani pak eko mengecek logistik...kebetulan pak eko mau membantu saya,saya agak kecapean pak!"ucap tiara di ujung telepon
Rangga tak punya alasan menolak dan mengiyakan.
tak lama kemudian telepon rangga berderang kembali
"hallo ya kenapa bu tiara...?"tanya rangga
"pak saya tunggu di loby ada berkas yang harus bapak tanda tangani"ucap tiara
"iya bu saya ke sana!"jawab rangga.
Rangga pun ke lobby dan benar saja tiara sudah menunggunya.kemudian rangga menerima berkas dari tangan tiara dan di tanda tangani namun sebelum selesai lembar terakhir,tiara mengerang kesakitan sambil memegang perutnya."aduhhh sakit sekali...!"
"kenapu bu anda sakit?"tanya rangga
"ppppaak to to long antar saya ke kamar saya,sakit lu lu ar biasa!"ucap tiara terbata bata.
__ADS_1
Rangga benar benar bingung akhirnya rangga pun membantu berdiri tiara namun tiara sangat lemah lalu rangga pun mengangkat tubuh tiara dan membawa masuk ke kamar tiara tanpa curiga sedikitpun.