
Setelah Yollanda selesai sholat, Yollanda langsung menuju ke ruang makan, Karena sudah di tunggu sama kedua orang tuanya untuk makan malam.
Ketika sudah sampai di ruang makan, tiba tiba papa nya yollanda bertanya.
" Neng, sekarang gimana kondisi fahrizal ? ". Tanya papah yollanda.
". Gimana ya, pah. sebenernya udah sadar, tapi belum bisa di ajak komunikasi, pah. ". jawab yollanda
". Emm kalo begitu, kayaknya lumayan parah deh, neng. kejadian nya ". Ucap papa nya yollanda.
". Bukan lumayan lagi, pah. emang parah, orang kata saksi yang melihat, kak izal masuk ke bawah kolong truk, pah. ". Jawab yollanda.
". Astagfirullah " Jawab mama dan papa yollanda dengan kompak.
Terus yollanda menceritakan kronologis kejadian nya kepada mama dan papa nya.
". Ngeri mama denger nya, si neng juga harus hati-hati, utamakan keselamatan, bukan kecepatan ". Ucap mama nya.
Mendengar itu Yollanda hanya menganggukan kepala nya saja.
Hari demi hari yollanda menjalani aktivitas seperti biasa, Pagi-pagi pergi ke kampus, Setelah selesai ngampus Yollanda melanjutkan aktivitas lain, pergi bermain tenis di Sekolah SMA yollanda dulu.
Seminggu kemudian, yollanda mendapatkan kabar dari zaki. Kalo fahrizal sudah keluar dari rumah sakit.
Akan tetapi, semasa pemulihan fahrizal di bawa keluarga nya Ke cianjur oleh orang tua nya, Karena kalau fahrizal tinggal di Bandung, enggak ada yang mengurusnya.
Sedangkan , kalo mami dan papi nya lama - lama tinggal di Bandung, kasian juga sama ibu dan felia di Cianjur enggak ada yang ngurusin juga.
*****
Sudah hampir dua bulan lamanya..
Semenjak kecelakaan itu, Yollanda dan fahrizal lost contact, Yollanda juga gak tau bagaimana dengan kondisi fahrizal sekarang.
Bahkan, ketika yollanda mencoba bertanya kepada zaki pun, dia juga sama, tidak tau keadaannya. Karena setiap zaki menghubungi keluarga fahrizal, selalu tidak ada balasan.
Yollanda hanya berharap semoga fahrizal baik-baik saja di sana, Dan bisa bertemu degan fahrizal kembali.
*****
Setelah 6 bulan lamanya..
Yollanda belum juga dapat kabar dari fahrizal.
". Udah 6 bulan, tapi kak izal belum juga ngasih kabar ke olla ! Apa mungkin ka izal engga bakalan kuliah lagi di Bandung? berarti mulai sekarang, Olla harus belajar buat ngelupain kak izal ". ucap yollanda, sambil berbaring di kamar dengan mata melihat ke arah langit - langit.
Karena kamar olla bersampingan dengan bengkel papa nya, Sehingga olla tau keadaan di bengkel.
Terdengar ada suara motor yang datang ke bengkel papa nya.
Tetapi yollanda merasa ada yang aneh, karena sejak tadi pagi, bengkel papa nya sedang sepi karena kebetulan hari ini hari minggu.
Harusnya terdengar suara percakapan dari bengkel papa nya itu, kalau misalkan ada orang yang mau nyervice dan kalau pun orang itu hanya membeli onderdil saja.
__ADS_1
". Perasaan tadi ada suara motor ke bengkel papa deh , tapi kok engga kedengeran percakapan apa - apa ya? ". Ucap yollanda sambil memejamkan matanya untuk tidur siang.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di rumah nya.
TOK... TOK... TOK...
". Assalamualaikum ". Ucap seseorang yang mengetuk pintu itu memberikan salam.
". Waalaikumsalam ". Jawab mamanya yollanda sambil membuka pintu.
" Ada perlu apa ya, mas ? " Tanya mama nya yollanda kebingungan, karena dia lupa - lupa ingat dengan wajah orang itu.
" Ini saya tante, fahrizal. ". Ucap fahrizal
" Oh, nak fahrizal. pantesan ! kata tante, kok wajah nya nggak asing. ayo masuk ! ". Mama nya yollanda mempersilahkan fahrizal untuk masuk dan duduk di kursi ruangan tamu.
". Sebentar ya, tante bikinin teh dulu ". ucap mamanya yollanda sambil pergi ke dapur.
" Gak usah repot - repot, tante. ". Ucap fahrizal
" Gak papa, tenang aja, nak. ". Jawab mama nya yollanda.
Tak lama kemudian mama nya yollanda datang, dengan membawa segelas teh hangat dan makanan ringan.
". Ayo, silahkan di minum ". Ucap mama nya yollanda, sambil menyimpan segelas teh hangat dan makanan itu di meja.
". Makasih tante, jadi ngerepotin ". Ucap fahrizal
Ketika sudah masuk kedalam kamar yollanda, ternyata yollanda sedang tidur, lalu mama nya yollanda membangunkan yollanda dari tidurnya.
". Neng... Neng... ". Ucap mamanya yollanda, berusaha membangunkan yollanda dan menepuk kaki yollanda.
". Eeeeeuh ". Jawab yollanda dengan mata yang masih terpejam.
". Neng, itu di depan ada fahrizal ". ucap mama nya yollanda.
Mendengar hal itu, yollanda yang masih merasakan ngantuk langsung terbangun, dengan mata melotot sambil berkata ". Serius, mah ? ". Tanya yollanda
". Kalo engga percaya, terserah ! ". Jawab mama nya yollanda sambil berjalan kembali keluar dari kamarnya.
Karena yollanda masih tidak percaya dengan apa yang di katakan mama nya, yollanda pun langsung bangun dari tempat tidur nya, dan mengintip di balik pintu kamar nya ke arah ruang tamu.
Dan memang benar, di ruang tamu terlihat fahrizal yang sedang asik menatap handpone nya.
Yollanda pun tersenyum, sambil menutup mulut dengan tangan kanan nya.
Yollanda merasakan senang bercampur sedih, karena penantian nya selama 6 bulan tidak sia - sia.
Kemudian yollanda langsung pergi ke kamar mandi, yang posisi nya berada di dalam kamarnya untuk bersih - bersih.
Setelah selesai bersih - bersih, yollanda pun langsung keluar kamar dan menghampiri fahrizal .
Yollanda dan fahrizal pun saling bertatap - tatapan sambil tersenyum, kemudian mereka langsung bersalaman.
__ADS_1
Karena sudah 6 bulan lamanya mereka tidak bertemu, bahkan tidak saling berkomunikasi sama sekali.
". Gimana kabar nya, dek ? ". Tanya fahrizal dengan tersenyum.
Melihat fahrizal tersenyum membuat yollanda semakin deg - degan.
". Alhamdulillah sehat, kak. kakak gimana kabarnya ? ". Jawab yollanda sambil bertanya kembali kepada fahrizal.
". Ya, alhamdulillah kakak baik. oh iya, dek. ini kakak ada oleh-oleh dari Cianjur ". Ucap fahrizal sambil memberikan suatu bungkusan kepada yollanda.
". Ya allah, kak. padahal gak usah repot -repot ". ucap yollanda.
". Enggak kok, dek. anggap aja ini permintaan maaf kakak sama adek, karena waktu itu kakak gak jadi jemput adek ". Ucap fahrizal.
Mendengar itu yollanda pun hanya tersenyum, dengan wajah yang me -merah.
". Oh iya, dek. kakak minta nomor hp nya lagi , soalnya hp kakak yang dulu rusak ". Ucap fahrizal, sambil memberikan handphone nya kepada yollanda.
Yollanda pun langsung menyimpan nomor handphone nya di ponsel fahrizal.
". Maaf, kak. ini handphone nya ". Ucap yollanda, sambil memberikan kembali handphone nya kepada fahrizal.
". Makasi ya, dek. yaudah, kalo gitu kakak pamit pulang dulu ya , sekalian mau mampir dulu ke rumah s zaki ". ucap fahrizal.
". Iya, kak. makasih lho oleh-oleh nya ". ucap yollanda.
Fahrizal hanya tersenyum, dan dia tidak berlama - lama di rumah yollanda, karena hanya ingin meberikan oleh - oleh saja kepada yollanda.
Lalu fahrizal berpamit kepada mama dan papa nya yollanda untuk pulang.
Kemudian yollanda pun mengantarkan fahrizal ke depan rumah nya.
kini pria itu sudah menghidupkan mesin motor nya, dan langsung melajukan motornya.
Fahrizal pulang menggunakan arah jalan yang berbeda.
Melihat hal itu, papa nya yang sedang berada di bengkel, langsung bertanya kepada yollanda.
". Perasaan tadi datang dari arah sana, sekarang kok pulang nya ke arah situ ?". Tanya papa yollanda yang terus melihat ke arah fahrizal.
". Mau mampir dulu ke rumah si zaki, pah. ". Jawab yollanda sambil berjalan untuk kembali masuk kedalam rumah.
Kemudian yollanda pun masuk ke kamarnya lagi, untuk melanjutkan tidur siang nya.
Baru saja yollanda memejamkan matanya.
Terdengar suara getaran dari handpone nya, yang di simpan di atas meja rias yang berada di kamar nya.
". DRET - DREEEEET ".
Yollanda pun menghiraukan handpone nya itu dan melanjutkan tidur nya yang tadi sempat terganggu, karena ada fahrizal datang ke rumah, yang mengharuskan yollanda terbangun dari tidur nya.
Tidak lama kemudian handphone nya pun bergetar kembali, Entah siapa yang terus - menerus mengirimkan pesan kepada yollanda, dan yollanda sama sekali tidak melihat handphone nya.
__ADS_1