Cinta Penuh Derita

Cinta Penuh Derita
Menerima ungkapan cinta


__ADS_3

" Dek, sebenarnya sejak kakak ketemu sama kamu , kakak udah mempunyai perasaan yang lebih sama kamu, mungkin terasa aneh bagi kamu, tapi kenyataannya emang kakak nyaman sama kamu, sayang sama kamu, dan kakak engga bisa bohong kalo kakak cinta sama kamu. Apa kamu mau nerima kakak dengan segala kekurangan kakak? " ucap Fahrizal sambil menatap Yollanda, dengan wajah yang memerah. Karena Fahrizal mengatakan cintanya di depan semua teman-teman Yollanda.


" Terima..terima..terima... "


Teriakan semua teman-temannya sambil bertepuk tangan.


Mendengar hal itu, Yolanda seperti di sambar oleh petir.


Yollanda hanya terdiam.


" Dek, jadi gimana jawabannya? kamu mau nggak nerima kakak ? " tanya Fahrizal untuk yang kedua kalinya kepada Yollanda.


Lalu, Yollanda pun hanya menganggukan kepala nya saja sambil tersenyum, menandakan kalo Yollanda menerima cinta Fahrizal.


Melihat itu, semua teman-teman nya yang berada di dekat Yollanda berteriak dengan kompak. " Aaaaaaaaaaaaaaa sosweet. " Sambil tertawa.


Mendengar ucapan teman teman Yollanda yang berada di dekat Yollanda, membuat mahasiswa lainnya melihat ke arah Yollanda dan teman-teman yang berada di dekatnya.


Lalu.


" huuuuuuuuuuuuu. " Mahasiswa lain berteriak kepada Yollanda dan teman-teman yang berada di dekatnya.


Mereka pun menghiraukan sorakan dari mahasiswa yang lain itu.


Kemudian Fahrizal langsung memeluk Zaki, karena merasa bahagia, Yollanda menerima cintanya.


DOR


DOR


DOR


Suara petasan di berbagai arah.


Menandakan pergantian tahun sudah di mulai, suasana pun semakin ramai, semoga menjadi awal yang baik untuk hubungan Yollanda dan Fahrizal.


Setelah acara selesai, Yollanda dan teman-teman nya bergegas untuk pergi menuju ke kamar.


Yollanda pun berpamitan kepada Fahrizal yang masih bakar - bakaran.


" Kak, aku masuk ke dalam dulu ya. " Ucap Yollanda.


" Iya, dek. " Jawab Fahrizal sambil tersenyum.


" Masih kakak adek aja, bilang sayang dong. " Celetukan Zaki.


Mendengar ucapan Zaki, mereka berdua hanya tersenyum, dan Yollanda segera pergi meninggalkan Fahrizal.


Sesampainya di kamar, Yollanda segera membersihkan dirinya. Karena sudah terlalu lelah, sejak tadi pagi hingga sekarang larut malam belum juga istirahat.


Setelah selesai bersih - bersih, Yollanda langsung menarik selimutnya untuk segera tidur.


DRET.. DRET.. DRET..


Suara getar di handphone Yollanda, menandakan kalau ada pesan yang masuk di handphone nya.

__ADS_1


" Yayang nya tuh, ngirim pesan


" Ucap Eka yang terus ledekin Yollanda.


Yollanda hanya mengerutkan kening nya sambil melihat ke arah Eka, dan segera membuka pesan nya.


" I LOVE YOU. " Ucap Fahrizal, lewat pesan singkat yang di kirimkan kepada Yollanda.


Yollanda pun hanya tersenyum, dan tidak membalas pesan yang di kirim oleh Fahrizal kepadanya.


Yollanda menyimpan kembali handphone nya dan segera untuk tidur.


Sedangkan Fahrizal dan teman-teman nya masih asyik menikmati indahnya suasana puncak, sambil melanjutkan bakar - bakaran.


Terlihat dari jauh, Ignes anak fakultas kedokteran yang juga masih BBQ-an bersama teman -temannya, terlihat terus - menerus melihat ke arah Fahrizal.


Melihat hal itu, Alex semakin murka kepada Fahrizal.


" Ngapain si Ignes liatin s culun terus? " ucap Alex sambil melihat ke arah Ignes. Lalu, Alex pun mencoba untuk mengalihkan pandangan Ignes terhadap Fahrizal, dan menghampiri Ignes sambil membawa kopi hangat.


" Nez, kamu belum balik ke kamar ? " tanya Alex sambil memberikan kopi hangat yang di bawanya.


" Sebentar lagi, ini anak-anak belum selesai. " Jawab Ignes sambil tersenyum.


" Di minum kopinya dong, mumpung masih hangat. " Perintah Alex kepada Ignes.


Lalu, Ignes pun meminum kopi yang Alex berikan.


Setelah itu, Ignes pun langsung pergi meninggalkan Alex dan segera masuk ke kamarnya.


Wajah Alex pun terlihat me-merah padam.


" Ingin rasanya meng-hajar si Fahrizal. Gara-gara dia, Ignes jadi seperti itu. " Ucap Alex sambil mengepalkan tangan nya.


" Tenang bos. " Ucap Roy, menahan Alex yang ingin menghampiri Fahrizal.


" Bos, tahan dulu. Jangan bikin suasana kacau , nanti malah kita yang kena score dari dosen, bos. " Ucap Raffi yang berusaha menenangkan bos nya.


Kemudian Alex pun pergi meninggalkan Raffi dan Roy ke kamar, lalu Raffi dan Roy mengikuti Alex.


Ke esokan paginya.


Dosen pembimbing membebaskan mahasiswa nya untuk menikmati indahnya puncak dan berbelanja oleh-oleh.


Karena nanti sore mereka pun akan balik lagi ke Bandung.


Setelah semua mahasiswa selesai sarapan, mereka pun langsung pergi mengelilingi sekitaran puncak, sama halnya dengan Yollanda.


Setelah selesai makan, Fahrizal menghampiri Yollanda. Zaki pun mengikuti Fahrizal kemana pun Fahrizal melangkah.


Lalu, Fahrizal pun mengajak Yollanda jalan-jalan di sekitaran puncak..


Melihat mahasiswa lain asyik berkuda, Fahrizal mengajak Yollanda dan Zaki untuk berkuda.


" Dek, kita naik kuda yuk, kayaknya seru. " Ajak Fahrizal.

__ADS_1


" Boleh juga tuh, kak. " Jawab Yollanda mengiyakan ajakan Fahrizal.


Kemudian Fahrizal melihat ke arah Zaki yang kelihatan nya tidak baik-baik saja.


" Ki, ayo. Kau juga naik, tenang saja saya yang bayarin. " Ucap Fahrizal.


" Enggak ah, udah sana kalian berdua aja, biar saya yang fotoin. " Jawab Zaki sambil mendorong - dorong badan Fahrizal.


Lalu Fahrizal dan Yollanda berjalan meninggalkan Zaki, untuk membayar tiket nya. Ketika berjalan, Fahrizal merasa aneh terhadap Zaki.


" Dek, si Zaki kenapa ya? biasanya dia paling heboh kalo masalah traktir. " Tanya Fahrizal.


" Mungkin si Zaki kecapean kali. " Jawab Yollanda.


Tanpa memikirkan hal itu lagi, Fahrizal dan Yollanda langsung bergegas masuk ke arena berkuda, dan segera memakai perlengkapan keamanan berkuda.


Terlihat dari sana, si Zaki sedang mengambil foto Fahrizal dan Yollanda yang sedang berkuda.


Setelah selesai berkuda, Fahrizal, Yollanda dan Zaki melanjutkan perjalanannya, terlihat di depan ada tukang bakso. kemudian Fahrizal mengajak Yollanda dan Zaki untuk makan bakso.


Fahrizal, Yollanda dan Zaki duduk di saung tukang bakso itu.


" Pak, bakso nya tiga. " Ucap Fahrizal, yang memesan bakso.


" Dua aja bang. " Timpal Zaki.


Yollanda melihat ke arah Zaki sambil mengangkat alis nya.


Zaki pun hanya menggelengkan kepalanya.


" Ki, emang kamu enggak laper ? " tanya Fahrizal.


" Kagak, Zal. " Jawab Zaki dengan simpelnya, sambil merebahkan badannya di saung, menikmati kebun teh dan angin yang sepoi - sepoi.


" Ini, mas. " Ucap abang bakso, sambil menaruh bakso itu di atas meja.


" Ki, makan. " Ucap Yollanda yang menawari Zaki.


Zaki pun hanya melirik ke Fahrizal dan Yollanda sambil mengangkat alis nya.


Fahrizal dan Yollanda segera menikmati baksonya di tengah suasana puncak yang dingin, dan cocok untuk menyantap semangkuk bakso panas.


Ketika Fahrizal dan Yollanda sedang makan bakso, tiba tiba Fahrizal berkata kepada Zaki.


" Ki, kalo mau es kelapa sana ngambil aja , entar sekalian saya yang bayar. " Ucap Fahrizal.


Akan tetapi, Zaki tidak menjawab nya dan ternyata Zaki malah tertidur.


" Ydah biarin aja kak, kasian si Zaki kurang tidur kali, efek semalam begadang. " Ucap Yollanda.


Setelah Yollanda dan Fahrizal selesai makan bakso, Zaki pun masih tertidur.


Akhirnya Yollanda dan Fahrizal pun menunggu Zaki sampai bangun dengan sendirinya, karena merasa kasian.


Sembari menunggu Zaki bangun, Fahrizal dan Yollanda pun berfoto - foto, untuk kenang - kenangan mereka yang baru jadian di puncak.

__ADS_1


__ADS_2