
"Ma,,
kenapa Yasmin ada di sini",ucap Yasmin kebingungan karena tadi dia memang sedang duduk dan tidur di mobil Lily.
"Gak papa yas,,,
kamu cuma kecapekan aja!!",kata mama.
"Iya yas,,
udah kamu istirahat aja!!!",sahut Lily.
Yasmin yang meberi kode pad Rafael juga bertanya kenapa dia ada di sini.
"Udah yas,,
kamu tenang aja!!",dengan mengedipkan matanya Rafael memberi kode pada Yasmin.
"Ya sudah Mama mau panggil dokter dulu untuk memeriksa kondisi kamu sekarang!!",kata Mama sambil pergi memanggil dokter yang memeriksa Yasmin tadi.
Dani yang masih mengobrol dengan Jimmy pun akhirnya melihat Mama Yasmin yang keluar dari kamar yang di tempati Yasmin.
Sepertinya dia meras sangat tidak asing ibu-ibu yang keluar barusan,dan untuk memastikan Dani mencoba sedikit mengintipnya saat mama Yasmin berbicara dengan doker Tomi.
"Jim,,
sebentar ya aku titip Kenzi dulu aku mau ke situ sebentar!!!",ucap Dani.
Karena pada waktu mengintip posisi mama Yasmin yang membelakangi jadi,Dani tidak bisa melihat jelas wajahnya.
"Kenapa aku harus mengintip-ngintip seperti ini!!
aku kan bisa melihat datanya di resepsionis!!!",kata Dani yang akhirnya pergi.
"Dok,,
bagaimana keadaan putri saya??
apakah ada penyakit yang serius???",tanya mama.
"Tidak ada nyonya,,,
__ADS_1
hanya saja rasa traumanya lah yang membuatnya menjadi seperti sekarang ini",ucap dokter Tomi.
"Baik dok,,
sekarang dia sudah sadar kok dok!!
dokter bisa memeriksanya", kata mama kembali.
"Sus,,,...
apa saya boleh tau nama pasien yang di rawat di kamar itu",tunjuk Dani pada kamar rawat Yasmin.
"Memang apa hubungan kamu dengan pasien???
karena ini sifatnya privasi jadi kami tidak bisa membocorkan data pasien pada siapapun ",kata Suster.
"Begini Sus,,,
saya sedang mencari kerabat saya yang hilang!!
barangkali dia adalah kerabat saya itu!!
"Heii Dannnn,,,,
Kenzi sudah sadar!!",teriak Jimmy.
Yasmin yang mendengar bahwa seseorang sedang memanggil nama Danipun langsung bergegas turun dari tempat tidurnya.
"Ehhh,,,
mau kemana kamu yas,???",kata Lily.
Rafael yang sigap pun langsung menggapai tangan Yasmin dan memapahnya untuk keluar mencari asal suara itu berasal.
"Iya sebentar Jimm!!!",sahut Dani yang juga membalasnya dengan berteriak.
Yasmin yang mendengar sahutan suara itupun berusaha berlari ke arah suara tersebut namun,karena tubuhnya yang masih lemah akhirnya diapun terjatuh.
Dani yang melihat ada seorang gadis yang jatuh diapun langsung menolongnya.
Dan yang terjadi pada saat dia menyentuh jari gadis itu,,,,
__ADS_1
Sepertinya dia merasa perasaan yang selama ini hilang darinya telah kembali.
Dan pada saat hendak memapahnya untuk berdiri Dani lagi-lagi melihat liontin itu di leher gadis tersebut.
Seketika langsung menatapnya dalam-dalam,seakan dia sedang menatap Yasmin .
Tatapan itu memang masih sama
perasaan mereka juga tidak dapat di bohongi.
Rafaelpun langsung menghampiri yasmin dan melepaskan tangan Dani dari Yasmin lalu meletakkan pada pundaknya.
"Terimakasih banyak anda sudah mau membantu teman saya",ucap Rafael.Sambil pergi meninggalkan Dani .
Yasminpun juga membalasnya dengan senyuman sebagai tanda terimakasih.
"Sus,,
saya mohon sangat siapa nama pasien itu???",kata Dani.
"Baiklah tuan,,
nama pasien tersebut!!!!
Belum sempat suster itu memberitahukan nama Yasmin pada Dani, tiba-tiba Dokter kepala pemilik klinik itupun datang dan memarahi suster tersebut.
"Sus,,,
kamu sudah tau kan prosedur dalam bekerja dilarang memberitahukan data pribadi pasien kepada siapapun yang bukan keluargnya"ucap dokter kepala.
"Maaf dok,,
itu memang saya yang bersikeras untuk memintanya karena saya kehilangan kerabat saya",kata Dani.
"Tuan maafkan saya!!
tapi saya anda juga sudah paham dengan peraturan semacam ini!!
jadi saya tidak perlu lagi menjelaskannya pada anda",sahut dokter kepala.
"Ada apa ini dokter kepala??",kata Jimmy yang datang menghampiri Dani .
__ADS_1