Cinta Pesilat

Cinta Pesilat
episode 1


__ADS_3

Disebuah gedung tempat latihan silat bernama CITRA AMBARAWA ada seorang guru yang sedang memberi ajaran kepada murid muridnya. Ada banyak pelatih disitu. emmm salah satunya Jordhi Ariawan Sanjaya, yang terkenal dengan ketampanannya dan kegagahannya itu membuat semua wanita klepek klepek hihihi..


"Selamat pagi semuanya". Sapa jordhi dengan senyum maanisnya euhh gantengnya...


"Pagi kak". Jawab serentak semua murid didepannya.


"Sekarang kita mulai latihannya, silahkan berbaris rapi dengan hitungan ke 10". Tegasnya yang sambil menghitung sampai ke 10


1


2


3


4


Belum sampai hitungan ke 10 semua murid sudah berbaris rapi menjadi 3 ber shaf.


"Siaap kak. Sudah selesai". Ucap semua murid secaraa tegas dan lantang.


"Kita lanjutin pemanasan hingga selesai, ayo Ariana Utami Lestari silahkan maju untuk memimpin pemanasan". Ucap jordhi dengan tegas


"Siap kak". Jawabnya juga tak kalah tegas.


Ku jabarkan dlu ya siapa Ariana Utami lestari itu, dia pemeran utamanya. Dia cantik, bergingsul giginya dan tak kalah dengan pintar dalam kegiatan Silat nya.

__ADS_1


Selama 10 menit ana sudah mencapai bagian pernapasan, namun ada ajaa pelatih yang memarahimya karena lambat memimpin. Ya karena dirinya tak suka dengan lussi karena cantik dan banyak yang menyukai di persilatan CA ini. CA kusingkat ya biar simple.


Saat ingin melakukan pernapasan pada tangan dirinya dikejutkan dengan sebuah perkataaan yang ia kenal.


"Kamu gimana sih kuda kudanya kok seperti itu, kamu ulangi lagi". ucapnya yang sudah disamping ana didepan. Siapa lagi kalau bukan Siti Diah Anjani sang senior di dalam persilatan itu, tak kalah caantik tapi sikapnya yang selalu iri kepada ana karena dirinya naksir sama jordhi. Karena ana juga naksir sama jordhi jadi dia kena sasaran nenek lampir deh.


"Baik kak". Tegas ana yang beralih dari posisi kuda kuda menjadi sikap biasa.


"Kamu juga kan sudah hampir jadi pelatih jadi jaga kelakuan dan sikap kamu". Suara tak enak didengat dari anjani lolos begitu saja memarahi ana.


"Baik kak, siap perbarui". Ucap ana yang nurut nurut aja ya karena kalo mbantah nenek lampir akan semakin menjadi jadi.


"Semuanya, siap kuda kuda heittt". Suara ana yang merdu dan tegas, hingga semua menggerakkaan aluan tadi.


"Sekarang kita mulai pernapasannya teman teman". Ucap ana dengan posisi ingin pernaapasan tangan dan semua nya mengikuti.


"Semuanya saya ambil alih". Lantang si Pelatih bernama Aziz Kurniawan, salah satu pria pendekar yang menyukai ana sejak dulu tapi dia ditolak dengan alsan karena pelaatih dan murid belum bisa berpacaran.


"Siap kak". Jawab semuanya serentak.


"Sikap duduk". Tegas aziz kepada semua muridnya dan semuanya me.gikuti perintah sang pelatih.


"Saat nya istirahat silahkan ambil semua makanan dan minuman yang kalian bawa". Kini jordhi berbicara.


"Siapa yang tidak membawa sama sekali makanan dan minuman akan dihukum". Tukas Andriana Putrisela, dia juga pelatih yang tegas dan cantik serta baik hati gak kayak nenek lampir itu.

__ADS_1


"Saya kak". Ucap salah satu murid bernama Kurnia Setya Alniani teman sekaligus sahabat ana yang tak kalah cantik dari ana.


"Silahkan kedepan kamu push up dengan tangan digenggam hitungan 30 kali". Sontak semua nya terkejut dengan perkataan anjaani.


"Maaf kak". Kata ana yang berdiri memberaanikan diri untuk membantu sahabatnya.


"Eh an lu kenapa berdiri turun an". Bisik Dewi Aristania Sahabat ssatunya lagi yang duduk dibawah sambil menarik narik baju silat hitamnya itu.


Namun ana hanya senyum dan mengangguk menandakan tidak apa apa.


"Kenapa kamu berdiri". Tukas anjani dengan aura tidak suka.


"Apakaah saya boleh meringankan beban sahabat saya kak?". Tanya ana dengan senyuman manis yang membuat semuanya ngiler dahh pokoknya sambil memperlihatkan gigi gingsul putihnya.


"Silahkan bagi dua jadi 15 per orang, segera laksanakan". Tegas anjani kepada kurnia dan ana.


"Siap kak laksanakan". Ujar kedua wanita yang dihukum itu.


"Makasih ya an". Ucap kurnia dengan senyuman. Hanya dibalas anggukan dan senyumaan tulus dari ana, mereka berdua langsung menjalankan tugas hukuman dari sang kakak pelatih


Sangat sederhana senyumanmu. Batin jordhi sambil tersenyum melihat ana


**********************************************


Okey ini karyaa ku selanjutnya moga pada seneng yak , jangan lupa vote like komen dan follow

__ADS_1


happy reading kawan


__ADS_2