Cinta Pesilat

Cinta Pesilat
episode 5


__ADS_3

Jordhi yang baru saja turun dari motornya langsung menghampiri anjani yang mengamati ana melakukam hukuman yang dia beri.


"Lo kasih berapa putaran sih, dari tadi gak abis abis". Ucap jordhi dengan nada agak marah. "Lo kalo ngehukum murid itu ukuran dong". Tambahnya langsung pergi menghampiri ana yang masih ngos ngosan


"Kamu langsung masuk barisan".Kata jordhi langsung pergi setelah mengatakan itu. Ana hanya mengangguk dan mengatur naapasnya setelah itu masuk barisan belakang samping kurnia yang sudah mengikuti pemanasan tadu.


Pemanasan selesai setelah 20 menit. "Semuanya siap grak".Ucap sang pemimpin barisan. "Semuanya hormat pada kakak pelatih grak". Tambahnya sambil membungkuk kan badannya.


"Baik semuanya, silahkan duduk". Kini aziz bersuara.


Semua murid duduk 2 barisan memanjang.


"Sekarang kan sudah mendekati pelantikan kalian menjadi pelatih, tolong persiapkan diri kalian". Ucap andrian yang duduk didepan semua murid.


"Terakhir pembayaran dana pelantikan hari ini, apakah ada yang belum lunas?". Tanya andriana.


Satu murid mengangkat tangannya yaitu dewi teman ana


"Saya kak". Ucap dewi sambil mengangkat tangannya.


"Oh, segera dilunaskan ya, soalnya buat beli kebutuhan kamu saat pelantikan nanti". Ujar andriana


"Siap kak". Jawabnya dengan yakin.


Gimana nih, mana belom ada uang lagi,,,ya allah berikan lah kemudahan bagi hambamu ini. Ucapnya dalam hati.


"Sekarang cepat selesaikan acara istirahat". Tegas aziz.


Segeralah semua murid menyelesaikan acara istirahatnya dan melanjutkan pemberian materi serta tebusan.


Setelah selesai mengulas materi yang diberikan, semua murid dikumpulkan baris guna menebusinya dengan tendangan.


Hisap


Keraskan dada,,,,bughhh


Perut,,,bugh

__ADS_1


Punggung,,,,bughh


Semua sudab selesai tebusan dan langsung berdoa untuk pulang. Semua murid bersalaman dengan pelatihnya dan berhamburan pulang.


"Eh wi tunggu". Ucap perempuan bergingsul dengan senyum manisnya diikuti kurnia berada disampingnya.


"Ada apa na". Jawab dewi dan menoleh kebelakang


"Gue mau ngomong bentar". Ucapnya menarik dewi untuk duduk. "Emangnya lo kurang berapa dana pelantikannya?". Imbuhnya


Dewi berpikir sejenak."Emmm kurang setengahnya na". Jawab dewi sambil menunduk.


"Gimana klo lo pinjem dulu uang gue gimana?". Tukasnya


"Gak usah na, lo udah baik banget ama gue". Jawab dewi tak enak hati.


"Gak papa gak usah sungkan ama gue". Ana menggenggam tangan dewi untuk meyakinkan.


"Udah gak papa wi terima aja". Tambah kurnia juga meyakinkan


"Emang gak nyusahin lo na". Dewi menatap ana lekat.


"Gak papa kok, gue juga belum terlalu butuh uang itu kok wi tenang aja". Ucap ana meyakinkan.


Mereka bertiga berpelukan, dewi melepaskan pelukan itu dan. "Gue janji bakal ganti uang lo dengan cepet kok". Ucap dewi dengan senyum senangnya.


"Udah gak usah dipikirin dlu, yaudah kita balik yuk". Ajak ana berdiri diikuti kedua temannya.


Mereka pun segera pergi dari tempat latihan, dan segera melajukan motornya dengan kecepatan rata rata.


Ada orang yang melihat kejadian itu dan tersenyum tipis, setelah melihat mereka bertiga pergi dia pun langsung mengendarai motor ninjanya itu pergi juga.


"Eh bentar deh, motor ninja??? bukannya yang punya motor ninja cuma kak jordhi ya thorr?". Tanya ana


"Emang itu jordhi sang pujaan hati author". Kata author dengan santai.


"Enak aja". Ana pura pura ngambek

__ADS_1


"Wkwkw canda canda deh na". Kekek author


Lanjutttt


**


Jordhi mengendarai motor ninjanya dibelakang ana karena dia ingin memantau jika ana baik baik saja dijalan, hanya dengan cara itu jordhi bisa menjaga ana.


Semoga aja kita bisa kemana mana berboncengan dengan canda tawa seiring perjalanan setiap kita pergi kemana saja. Gumam jordhi disela sela perjalanan menuju rumahnya.


Setelah mengetahui motor yang dikendarai ana sudah masuk ke gang rumahnya, jordhi langsung menuju kearah jalan rumahnya.


Selang beberapa menitjordhi pun sampai dirumahnya, setelah memakirkan motornya digarasi ia bergegas menuju kedalam rumah.


"Assalamualaikum".Ucapnya sambil masuk kedalam rumah.


"Waalakumsalam, eh udah pulang kamu". Ucap sang bunda bernama rumi, jordhi pun segera menyalami orang tuanya


"Ayah belum pulang bun?". Tanya jordhi


"Belum, paling nanti pas makan malam. Yaudah yuk makam siang, kakak kamu udah nungguin dimeja makan". Ujar rumi menggandeng lengan putranya.


"Heh lambat banget sih". Canda arini kakak jordhi yang terpaut 3 tahun dengannya.


"Emang urusan lo". Jordhi pun tak kalah dengan kakak nya itu.


"Ngomong ama kakaknya sendiri yang sopan". Ucap arini dengan nada ketus


"Emang gue punya kakak?". Tanya nya yang tak kalah ketus dari kakaknya.


"Eh kalo ngomong mulutnya,,,,lo anggep gue apa?". Sinis arini


Jordhi mengedikkan bahu." Mungkin pembantu". Kekeh jordhi.


"Pembantu kepala lo peyang". Arinu melempar gorengan didepannya keatah jordhi dan langsung melanjutkan makannya yang tertunda.


Rumi yang melihat kedua anaknya hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


**********************************************


Pesen author janga. lupa like, komen, vote and follow yam,,maap kemaren kemaren gak uo karena lagi males gara gara bad mood wkwkwkw


__ADS_2