
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya ana dan jordhi sampai ke tempat kumpul dengan mengendarai motor ninja merahnya.
"Ini nih yang ditunggu tunggu akhirnya dateng juga". Tukas Andrian teman jordhi
"Maaf semuanya udah nunggu lama". Cengiran jordhi menampilkan deretan gigi putihnya, siapa saja yang melihat itu akan terpesona dengan itu.
Jordhi berjalan sejajar dengan ana yang menampilkan senyum. Namun ada satu orang yang tidak menyukai kedatangan ana, siapa lagi kalau bukan si anjani nenek lampir itu.
"Lo abis ngapain aja sih, lama bener". Sarkas canda Sandy salah satu temannya juga.
"Oh macet tadi kak". Kini giliran ana bersuara dengan senyum menonjolkan gingsul yang mempercantim wajahnya.
"Cepetan kumpul, nanti keburu sore". Timpal anjani dengan nada tak suka sambil melirik tajam ana.
Jadi ini alesan lo nolak ajakan gue na? Tapi gue gak akam nyerah gitu aja na liat aja. Batin aziz yang melihat ana dan jordhi berangkat bareng.
Semuanya kumpul merembuk pembelian perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelantikan dan penyambutan murid baru.
Selang 15 menit, rembukan pun selesai.
"Sekarang mending kita bagi aja kelompoknya ya, Gue bacain nih". Ucap jordhi sambil memegang buku bertuliskan kelompok yg sudah dibagi.
"Kelompok 1 : Jordhi, Ana, Kurnia, Dan andrian Tugasnya nyari pecing dan alat pukul lainnya, Kelompok 2 : Aziz, Anjani, Dewi Dan Sandy Tugasnya nyari clurit dan pedang untuk kontes, Kelompok 3 : Gilang, Denish, Salma dan anisa tugasnya nyari toya dan double stick. Sudah jelaskan sekarang tinggal per kelompok cari tempat masing masing". Kata jordhi sambil menutup buku yang telah ia baca.
__ADS_1
Semua kelompok sudah memencar sendiri sendiri.
"Eh kita mau kemana nih nyarinya". Tanya jordhi yang sudah kumpul dengan kelompoknya.
"Gimana kalo kita ke toko peralatan silat yang ada di daerah X, tapi agak jauh dari sini". Saran andrian
"Iya situ aja kak, gue juga pernah kesitu liat liat barang, ternyata kualitasnya juga oke". Timpal ana meyakinkan.
"Yaudah yuk langsung aja". Jordhi dan andrian menaiki motor nya masing masing dan menstaternya.
Kurnia mendekat kearah ana." Eh lo tadi berangkat kesini bareng kak jordhi na?". Bisik kurnia kepada ana.
"Heemm". Jawabnya santai
"Apa urusannya ama gue sih kur, gue kan cuma bareng ama kak jordhi gak lebih kok". Jelas ana kepada kurnia
"Serah lu aja deh". Ucap kurnia
"Cepet buruan naik". Suara andrian menghentika percakapan ana dan kurnia.
Ana dan kurnia langsung menghampiri jordhi dan andrian yang sudah menunggu mereka.
Selama perjalanan menuju ke tempat yang dituju, ana dan jordhi tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya adaa keheningan diantara mereka.
__ADS_1
Selang 20 menit mereka akhirnya sampai ke tempat tujuan, mereka menghentikan motornya dan memakirkanya.
Jordhi dan yang lain masuk ke toko. "Permisi pak, apakah disini ada pecing bermerk ****?". Tanya jordhi pada penjual didepannya.
"Oh silahkan masuk, didalem ada beberapa merk yang berkualitas dek". Jawab sang penjual sambil berjalan menunjukkan tempat nya. Jordhi dan yang lain hanya mengikut dari belakang.
Sesampainya didalam, "Silahkan dipilih dek, mau yang mana. Saya tinggal kedepan dulu yaa". Kata pak penjual itu dan langshng pergi kedepan.
"Gimana mau yang mana nih". Ucap andrian sambil melihat lihat sekelilingnya.
"Lihat lihat dulu aja kak". Jawab ana yang ikut melihat lihat pecing tsb.
Selesai memilih mereka langsung ke kasir membayarnya, setelah itu mereka langsung mengendarai motornya menuju rumahnya.
Lagi lagi dalam perjalanan pulang ana dan jordhi tidak ada yang mulai percakapan, mungkin saling gugup kalik wkwkw. Lain halnya dengan kurnia dan andrian mereka sesekali melempar canda tawa, tak tau lah mereka ada hubungan apa.
Semoga aja bisa seperti ini selamanya ya kak.Batin ana sambil memejamkan matanya menikmati angin sore.
**********************************************
Happy reading maap baru up,,,, lagi ngerancang kata soalnya
jngn lupa like komen and vote dan jangan lupa follow ya
__ADS_1
Baca cerita ku satunya Love story