Cinta Pesilat

Cinta Pesilat
episode 4


__ADS_3

Setelah mencari perlengkapan silat, jordhi mengantar ana ke rumahnya.


"Makasih kak". Ucap ana sambil tersenyum saat turun dati motor ninjanya.


"Iya sama sama". Jawabnya dengan senyum manisnya


"Yaudah kak, gue masuk dlu". Ujar ana ingin masuk ke gerbang namun ditahan oleh jordhi


Ana melihat jordhi heran campur gugup." Ada apa kak". Tanya ana


"Emm cuma nitip salam sama tante". Ucapnya lagi lagi dengan senyum manisnya,,,uwwuu


Ana mengangguk "Yaudah kak ana masuk dulu".


Setelah ana sudah masuk ke dalam, jordhi langsung mengendarai montornya menuju rumahnya.


Hari minggu pagi trpat pukul 7, ini adalah jadwal latihan.


Ana menyalakan motornya menuju runah kurnia terlebih dahulu karena dia memang berboncengan dengan kurnia. Setelah bebrapa menit, ana pun sampai dirumah kurniaa


Ana turun dari motornya dan Tok tok tokk


"Assalamualaikum". Ucap ana setelah mengetuk pintu rumah kurnia.


"Waalaikumsalam, bentar na". Teriak kurnia dari dalam

__ADS_1


"Eh ada nak ana, ayo duduk dulu nak". Ucap arni ibu kurnia."Emang kurnia klo dandan suka lama". Tambahnya yang kini duduk disamping ana.


"Gak papa kok tante". Jawab ana tersenyum."Gimana kabar tante?".Tanya ana membuka percakapan.


"Oh baik nak, maaf belum bisa main ke rumah, soalnya lagi sibuk akhir akhir ini". Jawab arni ibu kurnia dan dijawab anggukam serta senyuman dari ana.


Selang 10 menit menunggu akhirnya kurnia keluar dari dalam dengan pakaian silatnya yang berwarna hitam itu.


"Maaf na nunggu lama, soalnya perut gue sakit banget".Ucap kurnia dengan wajah cengiran tpi menahan rasa sakit


"Gak papa, ayo berangkat bentar lagi mau mulai nih latihannya nanti telat". Ucap ana sambil melihat jam tangannya.


"Yaudah buk, kurnia berangkat dulu". Ucap kurnia sambil mencium punggung tangan arni dan itu juga dilakukan ana.


"Hati hati ya". Pesan arni saat ana sudaah menstater motornya dan kurnia sudah naik di belakang.


Kebetulan atau takdir dari belakang jordhi juga baru datang, entah mengapa dirinya selalu datang sesudah ana


"Duh gimana nih na, kita telat". Ucap kurnia dengan wajah khawatir


"Gak papa tenang aja, ayok".Jawab ana dengan wajah tenang menutupi kegugupan.


Mereka berjalan mendekat ke semua pelatih yang sedang mengamati ingin meminta izin gabung. Namun anjani sudah berjalan mendekat ke arah mereka, dan apa boleh buat pasti hukumannya lebih berat lagi.


"Maaf kak, kami telat". Ucap ana dengan berani, ya disini emang harus berani berbicara

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa telat". Tanya anjani dengan wajah tak suka.


"Maaf kak tadi ana nunggu saya karena saya sakit perut". Kini kurnia memberanikan berbicara.


"Kamu berdua telat dan harus menerima konsekuensinya". Ucap anjani dengan tegas dan tersenyum jahat.


"Baik kak saya akan menanggung hukumannya asalkan teman saya tidak kak, soalnya dia lagi sakit perutnya". Kata ana dengan yakin


"Gue gak papa kok na". Bisik kurnia pelan namun ana tetap saja kekeh dan mengangguk yakin karena ana tahu jika kurnia sakit perut maka dia tidak boleh gerak berat soalnya jika dipaksa dia akan pingsan


"Oke kalo gitu, kamu lari 15 putaran dan ulang pemasan dari aswal tapi double 2x".Kata anjani dengan senyum penuh arti


Kurnia yang mendengar itu sontak kaget tak percaya, bagaimana bisa sih nenek lampir ini menghukum muridnya sendiri sekejam itu.


"Oke siap kak". Jawab ana. Ana melepas jaketnya dan sandalnya.


"Lo istirahat dulu aja kur, nanti klo udah baikan perutnya langsung aja ikut pemanasan". Ucap ana pada kurnia yang duduk dipinggiran, kurnia pasrah mengangguk. Sebenarnya kurnia tak tega melihat ana dihukum seperti itu tapi apa boleh buat


Ana langsung melaksanakan hukuman lari dulu. Setelah ana mendapat 10 putaran, ana merasa lelah dia pun istirahat sejenak dan langsung lanjut lagi, dia tak memikirkan rasa lelahnya.


Ayo na lo pasti kuat. Ucapnya dalam hati menyemangati dirinya


**********************************************


Okey man teman, makasih yang udah like, komen and vote aku,,,jangan lupa follow juga ya

__ADS_1


happy reading man teman


__ADS_2