Cinta Pesilat

Cinta Pesilat
episode 2


__ADS_3

Setelah acar latihan selesai semua murid pergi ke rumah masing masing, dengan jarak yang cukup jauh, mereka menggunakan kendaraam bermotor.


"Pulang yuk". Ajak kurnia yang selesai memakai jaketnya.


"Yuk". Jawab ana dan dewi bersamaan.


Kurnia dan ana berboncengan menggunakan motor ana yang menyetir ana dengan vario merahnya. Sedangkan dewi menaiki motor sendirian.


Saat ingin memakai helm nya, ana dikejutkan dengan suara pelatihnya.


"Eh na lo ntar ada waktu nggak?". Tanya lelaki bernama aziz


"Maaf kak, gue gak bisa". Tolaknnya dengan halus dan segera memakai helm nya dan menstater motornya. "Ayok kur kita pulang, maaf duluan ya kak". Tambahnya yang tak ingin diberi sejuta pertanyaan dengan aziz, Karena tak enak hati dengan perkataannya tadi. Kurnia segera memakai helmnya dan membonceng dibelakang.


Selama menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya mereka sampai dirumah masong masing, sebelum ana sampai di rumah ia mengantar kurnia dahulu kerumahnya.


Saat tiba di halaman rumah ana dia disambut hangat oleh ibunya.


"Kamu pulang nak". Ucap rani sang ibu yang sudah menunggu didepan.


"Eh ibu iya bu". Jawabnya sambil menyalami tangan rani.


"Yaudah ayok masuk ibu udah nyiapin makan siang". Ujar rani menggandeng anaknya masuk kedalam rumah.


Selesai makan siang bersama sang ibu dan ketika sedang menbersihkankotoran piring bersaama ibunya tiba tiba ada suar ketukan pintu.

__ADS_1


Tok tok tokk


"Biar anaa aja ya yang bukak pintunya". Ucap ana menuju ke arah pintu dan membukanya.


Ana terkejut bukan main siapa yang datang, sontak menjadi gugup.


"Eh kak jordhi ayok masuk kak". Ya emang yang jordhi yang datang kerumah ana.


"Ga usah na, sini aja cuma mau main kok". Ucapnya dengan senyum manis


"Yaudah gue kebelakang dulu ambil minum buat kakak dulu, silahkan duduk dulu kak". Ujarnya dengan gugup bercampur bahagia.


Setelah mengucapkan itu ana langsung berlari kecil masuk kedalam rumah dan menuju dapur.


"Kenapa sih na kok kayak buru buru gitu, siapa yang dateng?". Kata rani heran melihat putrinya yang sedang tergesa gesa dan terlihat gugup.


"Kenapa gugup? hayoo pasti seneng kan?". Ledek rani


"Ibu apaan sih, yaudah ana anterin ini ke depan ya". Ucapnya sambil membawa nampan.


Dia memberanikan diri dan mengatur napas agar tidak gugup.


"Ini kak minumnya silahkan". Ana menyodorkan nampan dan menaruhnya dimeja dan ia ikut duduk.


"Msakasih na, gue minum ya". Ucapnya sambil menyeruput kopi susu yang dibuat ana.

__ADS_1


"Btw kakak mau apa kesini?".Tanya ana pada jordhi heran karena sudah lama dia tidak berkunjung kerumahnya.


"Mau ngambil perlengkapan silat na, soalnya gue mau gunain itu besok sama pelatih lajnnya." Jawabnya jujur, ya memang dia ingin mengambil beberapa perlengkapan silat namun ada juga niat untuk main ke rumah ana.


"Oh iya kak, ana ambilin dulu ya". Ana ingin berdiri namun ditahan oleh jordhi yang membuat jantung ana berdegub kencang sperti mau copot.


"Nanti aja na, gue mau ajak lo keliling beli map sama beli keperluan silat lainnya". Ucapnya kepada ana.


"Eh kakak ngajak gue keluar?". Seolah olah tak percaya apa yang dikatakan jordhi saat ini.


ya allah gimana nih, nanti kalo aku ketahuan gugup didepan kak jordhi gimana nih,,,hadehh. Batinnya.


"Ga usah kaget gue ngajak lo juga sama semua pelatih, dan ada yang ngajak murid lainnya. Biar gue ada temennya gitu na,,,mau ya". Jelasnya pada ana agar tak gugup, sebernya ia tahu kalau ana gugup saat ini.


"Oh gitu ya kak, yaudah gue kedalem dulu buat ganti baju ya". Ucap ana cepat cepat melangkah masuk ke rumah.


untung aja gue langsung masuk, huhhh. Batin ana yang sudah msasuk ke dalam rumahnya.


**********************************************


Hayyuk dibaca lagi yakk,,,aku nanti up lagi soalnya lagi ngerncang karangan dulu,,,


jangan lupa like komen and vote juga follow


Baca juga karyaku LOVE STORY yakk

__ADS_1


happy reading man teman


__ADS_2