Cinta Rasa Asam

Cinta Rasa Asam
Cinta Rasa Asam by : Muammaroh


__ADS_3

BAB : 1


#1 Pertemuan


Hari ini adalah hari terakhir Lily bekerja di salah satu perusahaan besar yang ada di kota Pontianak, nasib buruk apa yang menimpa nya hanya karena kesalahan sedikit saja berakibat fatal, ini semua penyebab nya adalah si kucing Oren milik orang warung depan kantor .


benar saja, surat kontrak yang harus di tanda tangani oleh bos besar CEO Ember hitam hari ini harus robek Lantaran kucing Oren tersebut tiba tiba masuk ke ruangan dan mengejutkan Lily sehingga kopi yang berada di atas meja tumpah membahasi surat kontrak itu.


"Treng" bunyi gelas tumpah.


semua mata yang berada di ruangan meeting tertuju kepada Lily .


"Ceroboh kamu"! kata yang keluar dari manager ember hitam


"Maaf bos, saya tidak sengaja" jawab Lily


"Mulai hari ini kamu saya pecat"! dengan nada tinggi direktur itu pergi


Sungguh malang sekali nasib Lily, hanya gara gara kucing Oren Lily harus kehilangan pekerjaan nya .


Lily gadis manis berkulit coklat ini memang bukan gadis yang lemah dan cengeng namun jika berhubungan dengan pekerjaan nya dia selalu mengalah dan tunduk terhadap bos nya


lantaran dia takut di pecat, karena takut hilang pekerjaan nya. namun sayang apa yang di takutkan nya itu benar menimpa pada diri nya


Lily keluar dari ruangan itu dan pergi memesan kopi di warung pemilik kucing Oren itu.


"Bu deh, kopi itam gak pakai gula satu ya"! pesan Lily dengan wajah lesu


"baik non" jawab pemilik warung.


Di sudut warung Lily melihat seorang pria berbaju merah sedang tertidur pulas.


hidung mancung dan alis yang berbaris rapi membuat pria itu terlihat sangat tampan.


"wajah itu"? tanya Lily dalam hati.


ternyata pria yang tertidur itu mirip sekali dengan sosok pria yang sering hadir dalam mimpi Lily, entah ini sesuatu kebetulan atau tidak.


"kopinya non"


"oh iya Bu deh" jawab Lily kaget.


Ternyata pria itu tidak benar tidur, dia hanya pura pura, bahkan pria itu mengetahui bahwa Lily sedang memperhatikan nya.


"hoammmm" pria itu bangun dan duduk.


"sudah lama neng liatin saya"?


tanya pria itu.

__ADS_1


"maksud kamu apa"? jawab Lily dengan muka memerah .


"jangan bohong, saya dari tadi tidak tidur"


"jadi, saya tahu kalo neng memperhatikan saya kan?".


"Maaf,saya harus pergi".


Lily pun meninggal kan warung itu dan lupa membayar kopi hitam yang di pesan nya.


"sialan, hari ini apes banget sih gua"


"udah kena pecat,ketemu cowok yang mirip di mimpi, ini semua pasti gara gara kucing Oren" kata Lily sambil berjalan


Masih di warung yang tadi, ternyata pria kaos merah tersebut adalah Anggara anak pewaris tunggal perusahaan ember hitam .


"biar hitam tapi manis, biar manis tapi sayang hitam"


kata Anggara sambil tersenyum menggelengkan kepalanya


"kring- kring"!


bunyi telpon,panggilan masuk


ternyata dari manager perusahaan ember hitam


"halo bos..!!"


"kenapa bisa begitu"? tanya Anggara cemas


"iya bos, ini semua karena ulah kecerobohan anak buah saya yang sudah menumpahkan kopi"


"tapi,tenang bos saya sudah pecat dia"


"apa ..!!" Anggara marah


"yang hanya bisa memecat karyawan itu hanya aku,bukan kamu "!


"jadi,kamu jangan sembarangan pecat karyawan saya"


"paham kamu ..!!" sembari menutup telpon nya


di lain tempat, ternyata Lily masih berjalan dengan langkah yang lesu


" pria tadi itu, kok mirip sekali dengan pria yang mendorongku ke jurang di dalam mimpiku"


"ah tidak mungkin" Lily menggelengkan kepala nya .


" mungkin ini hanya perasaan ku saja"

__ADS_1


jawab Lily dalam hati nya .


Lily memang gadis yang kuat meski dia terlahir dari keluarga yang biasa saja, dia tidak pernah menyusahkan orang tua nya.


gadis madura 20 tahun ini memang pekerja keras sepulang dari kantor terkadang Lily harus bekerja kembali menjadi penjual gorengan.


sore itu Lily sedang menggoreng beberapa tahu dan bakwan.


"tet..!!! " bunyi klakson mobil


"Ajay" jawab Lily kaget


ternyata pria yang keluar dari mobil hitam itu adalah Anggara, pria pewaris tunggal dari perusahaan ember hitam .


"kamu..??" Lily sambil menunjuk Anggara


"iya ini aku neng, senang bisa bertemu kamu lagi" Jawab Anggara sambil tersenyum


"senang palak loh, gua kaget" jawab Lily dengan nada marah


"sorry sorry aku tadi refleks nekan klakson" jawab Anggara sambil duduk di kursi


"kamu disini CEO gorengan ya ?" tanya Anggara


" jangan Ngadi Ngadi loh ya, gua kerja di sini bukan CEO " jawab lily heran


" oh maaf, aku kira kamu CEO neng" jawab Anggara


" gua heran ya sama loh, mana ada CEO gorengan di Pontianak. emang gesrek ya otak loh" jawab Lily Marah


"bukan begitu"


" ku kira ada CEO gorengan, karena aku juga seorang CEO dari perusahaan ember hitam"


"kenalin aku Anggara'' sambil mengulur kan tangan nya .


"apa... !!!" Lily kaget


Lily berlari pergi hingga menumpahkan panci penggorengan nya.


Anggara hanya terheran berdiri memandangi Lily yang pergi


" emang apa sih yang salah pada wajahku ini ?'' tanya Anggara dalam hatinya


saking kencangnya Lily berlari sambil menoleh ke belakang tanpa sadar dia menghantam tembok yang ada di depan nya


"Brraaaaakk" Lily terjatuh


pandangan matanya menghitam dan gelap.

__ADS_1


**** ( bersambung)


__ADS_2