Cinta Rasa Asam

Cinta Rasa Asam
SONYA SI PENJAHAT


__ADS_3

#3 SONYA SI PENJAHAT


"Astaga..!!, apa aku tidak salah lihat?" wanita itu bukan kah Sonya kakak kelas ku yang sangat jahat itu, tidak..tidak.. ini tidak mungkin kenapa aku harus bertemu dengan perempuan itu lagi, sialan ." ucap Lily dalam hati nya.


Ternyata wanita yang membuat Lily sangat kaget adalah Sonya kakak kelas Lily pada saat ia masih di bangku SMA.


"Selamat datang Sonya" ucap Anggara sambil tersenyum lebar .


Lily kaget ternyata bos nya sangat senang menyambut kedatangan sonya.


Langkah kaki Sonya tepat berhenti di hadapan Lily, dengan sombong dan angkuh nya Sonya sengaja berdiri di samping Lily, ternyata Sonya sudah mengetahui bahwa Lily bekerja di perusahaan Ember hitam .


"Hai...Lily ternyata Tuhan sudah mengatur untuk mempertemukan kita di perusahaan ini aku sungguh sangat tidak menyangka kita bisa bertemu kembali" ucap Sonya


"Wah .. ternyata kalian saling mengenal, ini berita bagus bukan, jadi aku tidak perlu repot repot lagi untuk mengenal kan kalian berdua."


ucap Anggara kepada mereka


"Iya tentu saja, aku dan Lily adalah teman baik sewaktu aku di sekolah, bukan begitu Lily?" sindir Sonya Kepala Lily .


Lily hanya menganggukkan kepalanya, tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.


Ternyata Sonya adalah adik dari Anggara dia . cukup memiliki posisi penting di perusahaan ember hitam tersebut.


"Baiklah, kalo begitu segera kita mulai meeting hari ini" ucap Anggara mengajak mereka menuju ruangan meeting .


mereka memasuki ruangan meeting membahas mengenai kerja sama dengan PT gayung group, Mereke berencana akan membangun perhotelan di kawasan jalan Ayani. mengenai nama hotel tersebut mereka sepakat memberi nama hotel tersebut dengan nama Hotel Setejenah Alam .


selesai meeting Alex Candra dan Anggara meninggal kan ruangan terlebih dahulu sedangkan Lily dan Sonya masih berada di ruangan tersebut.


Lily masih mengemasi berkas- berkas nya sedang kan Sonya mendekatinya.


"Boneka kecilku ternyata sudah menjadi gadis yang cantik'' ucap Sonya sambil menarik rambut Lily sembari tertawa.


"Lepaskan rambut ku Sonya...!!", perintah lily


"aku bukanlah Lily yang dulu,yang bisa kau buly seenaknya, sekarang aku tidak akan pernah takut pada siapapun" ucap Lily sambil menepis tangan Sonya


"Baiklah kita lihat, seberapa hebat dirimu bisa melawanku. kamu sudah tahu kan siapa aku ini??" ancam Sonya kepada lily


"aku adalah adik Anggara Sanjaya Kusuma pemilik perusahaan ini, jadi kamu harus mengikuti apa yang aku katakan jika dirimu masih mau bekerja di perusahan ini, ngerti kamu" ucap Sonya sambil menunjuk ke arah Lily


Lily sungguh sangat kaget, mendengar perkataan Sonya kepadanya, dia tidak pernah mengira bahwa Sonya adalah adik kandung anggara, dengan kata lain posisi Lily di perusahaan itu sekarang berada di ujung tanduk .


"kenapa, kok diam,?? kamu kaget ya..!


kamu pasti tidak mengira kan kamu bisa bertemu aku di sini.. ha .. ha .. ha


aku memang sudah mengatur ini semua, agar kamu bisa di terima di perusahaan ini. Dan ini adalah salah satu caraku untuk bisa balas dendam terhadap mu, atas apa yang sudah kamu lakukan ke aku waktu di sekolah dulu." ucap Sonya.


"Hentikan Sonya, kenapa kamu harus lakukan ini kepada ku?"


"apa salah ku Sonya, katakan..!! tidakkah cukup kau membuly ku dulu di sekolah"


" sedangkan aku tidak pernah jahat kepada mu" ucap Lily sambil mata melotot


"Apa kau bilang, kau tidak punya salah"

__ADS_1


"Salah mu itu banyak, kau selalu menjadi pusat perhatian di sekolah, kau lebih pintar dari ku, kau selalu menjadi kesayangan guru sedang aku tidak dan sampai detik ini yang paling aku ingat adalah orang yang aku suka malah lebih menyukai ku di banding aku".


ucap Sonya dengan nada tinggi


Sonya bersikap demikian kepada Lily lantaran dia merasa tersaingi oleh Lily sebab Lily adalah anak yang pintar di sekolah dan banyak menyukai nya. hingga saat itu Lily pernah menggeser posisi Sonya dari predikat bintang kelas,hal itulah yang membuat Sonya sangat membenci Lily hingga sekarang.


" tapi, itu bukan salahku Sonya. kamu hanya merasa tersaingi, kamu iri dengan apa yang sudah aku raih pada saat itu." tegas Lily


" Dan satu yang perlu harus kamu ingat, Lily yang berdiri di hadapan mu saat ini bukanlah Lily yang dulu yang bisa seenaknya kau permainkan layak nya boneka, pada siapapun aku tidak pernah takut termasuk dirimu." ucap Lily meninggal kan ruangan.


Sonya tak menyangka jika Lily berani berkata demikian. sebab,Lily yang dulu hanya bisa diam dan menangis saat Sonya membully nya.


"Sialan, berani - berani nya dia berkata seperti itu kepada ku. tapi, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan kepadamu." ucap Sonya sambil memandangi kepergian Lily


Keesokan harinya, Lily di perintahkan Anggara untuk menemui Alex Candra di perusahaan gayung group. lily di minta untuk mengambil berkas penting yang akan di tanda tanganinya


"Lily..hari ini tolong kamu ambilkan berkas penting di kantor pak Alex Candra sekarang ya !! ingat jangan sampai ada yang rusak seperti kejadian kemarin karena ini berkas penting mengenai proyek kemarin jadi tolong jaga baik baik ya ". ucap Anggara


"baik pak" ucap Lily


Ternyata Sonya mendengar percakapan Anggara dan Lily tersebut, ia sedang merencanakan hal yang buruk agar Lily tertimpa masalah besar.


" baiklah, ini adalah waktu yang baik untuk memberikan pelajaran kepada gadis boneka itu ... hahaha ( tertawa jahatt) ucap Sonya .


setibanya di perusahaan gayung group Lily tak sengaja terpeleset hampir saja Lily jatuh namu siapa sangka pak Alex Candra cepat menangkap tubuh Lily dari belakang sehingga Lily tak sampai jatuh.


"aaakkhhhh ... " teriak Lily hampir jatuh


" kamu gak papa kan ?" ucap Alex candra kepada Lily sembari menangkap tubuh Lily yang hampir jatuh.


"hmmm.. pak Alex ??" ucap Lily kaget


" kamu kalau tidak salah assisten nya pak Anggara ka ?" tanya Anggara penasaran


"iya pak benar" jawab Lily sambil berdiri dari pangkuan pak Alex


"Makasih ya pak, kalau gak ada bapak Alex saya mungkin sudah jatuh" ucap Lily sambil tersenyum


" ohhh.. itu hanya kebetulan tak perlu sungkan" ucap Alex sambil tersenyum.


Rupanya Alex sudah menyiapkan berkas yang akan di ambil Lily untuk di tanda tangani oleh Anggara.


"ini berkasnya, saya harap pak Anggara senang dengan hasil kerja sama ini, semua nya sudah saya jelas kan di sini." sembari memberikan berkas tersebut kepada Lily


"Baik pak, nanti saya akan sampaikan kepada beliau, kalau begitu saya pamit dulu pak permisi" ucap Lily


Saat keluar dari kantor pak Alex, ternyata Lily sudah di ikuti oleh dua pria asing berbadan tinggi besar


"Mau kemana neng?? buru buru amat ." ucap pria itu sambil menyentuh dagu Lily


" Mau apa kalian, minggir aku mau pergi jangan halangi jalan ku !!" ucap Lily marah


"Berikan berkas itu pada ku, aku akan membiarkan mu pergi" ucap pria itu sambil tertawa.


Mendengar ucapan pria tersebut Lily mengepal kan tangan nya dan menendang pria itu hingga tersungkur. rupa nya Lily memiliki ilmu bela diri yang handal.


"aku tak mengenal kalian, cepat pergi kalau tidak aku akan buat kalian babak belur" ucap Lily sambil melotot

__ADS_1


namun sayang Lily tak menyadari berkas yang ia pegang terjatuh dari tangan nya


pria yang satu nya lagi mengambil berkas tersebut dan membawanya kabur. Lily hanya berteriak melihat berkas nya di bawa lari oleh orang asing tersebut.


"ya Tuhan apa lagi yang menimpa ku, itu berkas penting kenapa hal ini terjadi kepada ku , apa yang harus aku katakan kepada bos Anggara dan pak Alex nanti" ucap Lily cemas


Di tempat lain ternyata, Sonya sudah menunggu di dalam mobil. tak lama pintu mobil di ketok oleh dua pria


"tok ...tok...tokk..tokkk "


pintu kaca mobil Sonya di buka olehnya, ternyata pria itu memberikan map kepada sonya.


" ini bos, tugas sudah selesai " ucap salah satu pria asing tersebut .


tanpa berkata Sonya lalu menyodorkan amplop tebal berisikan duit kepada pria tersebut kemudian menutup kembali kaca mobilnya.


"ha..ha..ha.. rasakan kamu Lily, aku yakin setelah ini kamu akan kena marah oleh kak Anggara "


Ternyata dalang dari kejadian yang menimpa Lily adalah Sonya, dia sengaja menyuruh orang untuk mengambil berkas dari tangan Lily.


"aku sudah katakan Lily, jangan main main dengan ku, maka inilah akibatnya karena


berani melawanku ha..ha..ha..ha "? ucap Sonya sambil tertawa puas


Sementara itu Lily sudah tiba di kantor ember hitam, Lily segera menemui Anggara .


mengetuk pintu ruangan Anggara


"tok..tok..tok.. permisi pak"


"pak..maaf pak aku Kena musibah pak" ucap Lily dengan terbata bata


mendengar ucapan Lily, Anggara kaget dan segera menanyakan musibah apa yang terjadi


" maksud kamu apa Lily, musibah apa ???


"Tadi aku di halangi oleh dua pria asing pak, lalu mereka menggoda ku kemudian mereka meminta berkas yang saya bawa pak, tapi untung nya saya bisa membela diri pak namun sayang berkas yang saya pegang terjatuh dan di bawa kabur oleh mereka" ucap Lily sambil mata berkaca kaca


"apa......?????"


ucap Anggara kaget


"Kamu memang tidak becus Lily, aku kan sudah bilang kalo berkas itu sangat penting kenapa kamu hilangkan."


Mendengar pernyataan dari Anggara tersebut Lily sungguh sangat sedih karena dia tak mengira jika Anggara akan menyalahkan Lily sedangkan itu murni bukan kesalahan dia


"atau ini hanya akal akalan kamu saja Lily, kamu mengarang cerita seolah olah kamu di ganggu orang asing kemudian berkas nya di bawa lari gitu kan"


"kamu tahu kan Lily itu berkas penting, kenapa sih kamu ceroboh banget"


Sepertinya Lily hanya bisa pasrah dan tak melakukan pembelaan,dia sengaja karena dia sadar bahwa yang terjadi pada diri nya tadi siang adalah murni suruhan orang yang sengaja ingin mencelakai nya .


"Sudah .. pergi kamu tinggal kan saya sendiri" pinta Anggara


"baiklah pak, saya akan pergi" ucap Lily sambil meninggal kan ruangan


sementara itu ternyata Sonya sedang melihat Lily yang di marahi oleh anggara

__ADS_1


"Hemmm..aku puas rasanya melihat kamu di marahi kak Anggara, ini baru permulaan Lily" ucap Sonya sambil tersenyum.


...****************...


__ADS_2