
#2 Assisten Pribadi
"Kepalaku sakit, dimana aku sekarang?" tanya Lily sambil memegang kepala nya
"Tenang lah, jangan terlalu banyak gerak!"
"kepalamu terbentur tembok."
jawab Anggara
Ternyata, Anggara membawa Lily ke klinik karena saat di jalan Anggara menemukan Lily tergelatak di pinggir jalan.
"Kamu lagi ??" jawab Lily kaget melihat Anggara tepat di hadapan nya
"iya ini aku, jangan takut..!!"
"aku sudah jinak kok"
jawab Anggara sambil tersenyum.
Lily terheran kenapa pria ini selalu menghantui nya, padahal dia sudah berusaha untuk menghindar
" udah yah, aku gak mau kamu kabur lagi ."
" bahkan kita belum sempat berkenalan ."
"oke ... oke..aku kenalin diri aku lagi yah ."
Lily tetap saja diam tanpa keluar sepatah katapun
"Kenalin aku Anggara Wijaya Kusuma, usia ku 25 tahun."
"Aku adalah CEO dari perusahaan terbesar ember hitam."
"Dan Ayahku adalah pemilik perusahan terbesar Kelontong Jaya Group."
Sontak, mata Lily terbelalak ternyata Anggara bukan lah orang sembarangan, bahkan dia sadar bahwa Anggara adalah bos di perusahaan tempat dia dulu bekerja .
"aku Lily Kusuma Dewi." jawab Lily dengan suara pelan
"dulu aku pernah bekerja di perusahaan ember hitam tapi sayang nya aku dipecat hanya menumpahkan kopi di atas berkas penting." jawab Lily sambil menunduk takut
"Oh jadi kamu rupa nya, karyawan yang di pecat oleh manager saya." jawab Anggara kaget
" Iya itu aku." jawab Lily
Ternyata Anggara sangat senang mendengar pernyataan Lily bahwa dia adalah mantan karyawan dari perusahaan ember hitam .
" Tenang saja Lily, mulai sekarang aku akan angkat kamu menjadi assisten pribadi ku."
ha... ha...ha..ha..
Lily tertawa lebar, dia tak bisa menahan tawa nya
"mana bisa aku jadi assisten pribadi mu, yang benar saja'' jawab Lily sambil mengejek
"kenapa tidak bisa ??"
__ADS_1
"aku yang memegang kendali di perusahaan ku, siapa pun tak bisa menolak keputusanku .
"dari pada kamu jual gorengan mending jadi assisten ku" jawab Anggara kesal
perkataan Anggara ada benar nya, Lily yang awal nya ragu menerima tawaran Anggara tiba tiba menyetujui nya .
" Baiklah, aku terima tawaran menjadi assiten pribadi mu tapi dengan satu syarat, aku mau manager yang dulu memecat ku harus kamu pecat".
ternyata Lily masih menyimpan dendam kepada manager nya yang dulu memecat nya.
mendengar persyaratan yang Lily berikan Anggara menyetujuinya.
"baiklah, itu bukan perkara yang susah." jawab Anggara sambil tersenyum .
setelah pulang dari klinik, Lily baru ingat bahwa wajah Anggara sangat mirip dengan orang yang ada di dalam mimpi nya .
"Sial,, kok aku gak kepikiran ya untuk nanyain kenapa wajah Anggara bisa mirip dengan wajah pria yang ada di mimpi aku."
"Kring ...kring.. kring."
bunyi telpon Lily berbunyi
"halo..." jawab Lily lembut
ternyata yang menelpon adalah Anggara
" besok jangan lupa untuk datang pagi - pagi ke kantor soalnya ada meeting penting ."
Lily kaget mendengar suara yang di telpon adalah Anggara. sontak Lily menjawab dengan nada ketus
" belum juga masuk kerja udah di teror, dapat dari mana nomer hp ku?"
sepertinya Anggara memang sengaja menelpon Lily agar bisa bicara dengan Lily .
namun sayang nya, Lily tetap saja cuek dan bersikap dingin kepada nya .
"udah dulu ah.. capek mau istirahat." jawab Lily sambil menutup telpon
Anggara hanya heran kenapa pria setampan dan sekaya dia bisa di perlakukan dingin oleh gadis biasa seperti Lily .
"heran, kenapa Lily jutek banget sih sama aku padahal kan di luar sana banyak cewek yang mau sama aku ."
"lagi pula kenapa sih aku kok kaya nya kagum banget sama itu cewek padahal kan di bilang cantik banget juga ngga, itam iya ."
Anggara sambil menggelengkan kepalanya
......................
keesokan harinya ..
Lily datang kembali ke kantor dulu dia bekerja, mengenakan seragam warna merah maroon dan sepatu high heels Lily terlihat sangat anggun, layak nya assisten pada umum nya.
di dalam ruangan meeting ternyata sudah ada orang, benar saja ternyata bos Anggara sudah duluan sampai menunggu kedatangan Lily .
"selamat datang Lily dan selamat bergabung kembali di perusahaan ember hitam."
Lily tersenyum puas ternyata Lily melihat seorang mengantar kopi ke meja bos Anggara .
__ADS_1
"ah ..apa aku gak salah lihat?" tanya Lily dalam hati
ternyata orang yang mengantarkan kopi ke meja bos Anggara adalah manager yang memecat Lily dulu, sekarang dia menjadi office boy .
"sungguh kehidupan itu berputar ya pak".
"kenalin pak, saya Lily assisten pribadi dari bos Anggara ."
"bapak masih ingat saya bukan?" tanya Lily dengan nada kesal
manager itu tidak menjawab dia hanya menunduk dan meninggal kan ruangan mungkin mantan manager itu malu kepada Lily.
" oke Lily, tugas kamu hari ini adalah menemani saya meeting bertemu klien dari CEO perusahaan gayung group."
"beliau adalah Alex Candra putra mahkota dari perusahaan gayung group, jadi saya harap kamu bisa bekerja dengan baik."
"baik pak," jawab Lily sambil mengangguk
"pak..??"
"kamu bilang pak" anggara kaget
"no..no..no.."
"panggil saya tuan muda ember hitam" pinta Anggara
"baik tuan muda" jawab Lily pasrah
"tok ..tok..tok..''
bunyi suara pintu di ketuk
ternyata yang datang adalah CEO dari perusahaan gayung group dia adalah Alex Candra
mata Lily tak berhenti berkedip melihat kedatangan Alex Candra. Dia sungguh sangat tampan, tubuh nya yang proposional, hidung yang mancung,wajah yang putih membuat siapa saja yang memandang nya akan berdecak kagum. Pria 27 tahun ini memang sangat luar biasa ketampanan nya
"Selamat pagi pak, saya Alex Candra CEO dari perusahaan gayung group." jawab Alex memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan nya kepada Anggara
"senang bertemu dengan anda pak, saya Anggara Wijaya Kusuma CEO dari perusahaan ember hitam." sambil berjabat tangan
"perkenalkan juga, ini sekertaris saya lily.''
Lily hanya diam menatap ketampanan Alex Candra
" woii... mata. ..!!" teriak Anggara kesal
''oh maaf pak," jawab Lily kaget
belum saja mereka duduk suara pintu kembali di ketuk.
"tok... tok ... tokk.."
"permisi ."
ternyata seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan tersebut.menghampiri mereka. lily menoleh, saat melihat wanita itu Lily sungguh terkejut bukan main.
ternyata dia adalah..
__ADS_1
...****************...
bersambung