Cinta Sang Idol Imajinasi

Cinta Sang Idol Imajinasi
Eps 1


__ADS_3

BRAAAKK


"AKU MAU KITA CERAI...."


"APA? CERAI? KENAPA GA?"


"KARENA AKU CINTA SAMA DIA,SELAMA INI APA YANG SUDAH KAMU BERIKAN PADAKU HAAH....?DIA ITU WANITA KARIER YANG MEMILIKI MASA DEPAN CERAH,AKU GAK HARUS KERJA BANTING TULANG TIAP HARI DEMI MENCUKUPI KEBUTUHAN HIDUP,DIA JUGA CANTIK DAN LEBIH MUDA DARI KAMU,SEMENTARA KAMU....APA YANG SUDAH KAMU BERIKAN PADAKU?KAMU CUMA JADI BEBAN BUATKU"


"KAMU TEGA GA"


"SEKARANG JUGA KITA CERAI....."


"REGA......"


Langkah pria itu gak bergeming,dia berlari menyusuri hujan lebat sore itu dan masuk ke dalam mobil yang sedari tadi terparkir di depan rumah kontrakan sederhana yang selama delapan tahun ini mereka tempati bersama.


Sementara itu seorang wanita terduduk di tengah hujan,air matanya menetes di sertai guyuran air yang jatuh membasahi tubuhnya.


"REGAAAA....."


Delapan tahun,ya.... selama delapan tahun ini dia rela mengabaikan penampilannya,menahan sakit hati karena ejekan dari teman-temannya ketika menghadiri reuni.


Selama ini dia merasa bahwa dirinya cukup berbakti sebagai istri,dia harus mengatur keuangan dari gajih suaminya yang gak seberapa,setiap bulan dia selalu menyisihkan beberapa uang untuk membeli pakaian dan sepatu juga parfum untuk menunjang penampilan suaminya sisa uang gajihnya dia belanjakan ke pasar memasak makanan favorit sang suami tercinta.daster bolong dan sendal jepit yang selalu dia gunakan sehari-hari bukanlah hal penting dalam hidupnya, penampilannya bukanlah prioritasnya sekarang.bisa memanjakan lidah suami,membersihkan rumah dan memberi hadiah untuk suaminya adalah yang utama.gak pernah sedikitpun terpikir olehnya untuk merawat diri apalagi membeli skincare yang harganya cukup mahal, gajih bulanan yang diberikan suaminyapun bahkan kurang untuk belanja keperluan dapur, kadang dia harus menghutang ke warung agar suaminya bisa makan enak.


Haahh...,delapan tahun yang sia-sia,delapan tahun yang hancur seketika karena kehadiran orang ketiga dalam rumah tangganya.pengorbanannya selama ini ternyata bukan apa-apa di mata suaminya.


"mana?"


"aku,aku belum ada uang bu, beri aku waktu satu minggu aku janji akan membayar penuh"


"membayar penuh dari Hongkong,bulan kemarin saja kamu belum bayar,kalau gak bisa bayar sekarang juga kamu beresin barang-barang kamu dan tinggalkan tempat ini"


"aku mohon kasih aku waktu satu minggu,aku....aku janji aku akan bayar kontrakan rumah ini juga bulan depan"


"kamu pikir aku percaya?kamu tau banyak yang mau ngontrak rumah ini jadi sekarang juga kamu pergi dari sini"


Tubuh lemah itu tersungkur di tengah hujan,baju yang masih basah kuyup itu kini harus tertimpa air hujan kembali.

__ADS_1


"bawa baju butut kamu dari sini, sungguh merusak pemandangan"


Satu persatu bajunya terlempar dari dalam rumah dan ikut basah.


Semua orang hanya bisa melihat,layaknya menonton serial drama di televisi lalu kembali ke dalam rumah masing-masing.


Kakinya yang beralaskan sandal jepit melangkah tanpa tujuan.


Delapan tahun lalu tepatnya di hari pernikahannya dia harus kehilangan ibu tercintanya,sementara ayahnya meninggal tepat ketika dia berusia dua tahun.dia adalah anak semata wayang,saudara dari ibu dan ayahnya berada di luar kota.


Dulu ibu dan ayahnya terpaksa pindah ke kota ini karena tugas dari kantornya.walaupun sederhana tapi mereka hidup bahagia,gak pernah meminta lebih karena dia gak pernah kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


"ya ampun ta.....kamu kenapa?ayo masuk"


Kedua kakinya menuntun dirinya ke rumah teman baik satu-satunya yang dia miliki di kota ini.


"aku minta maaf karena ganggu kamu sil"


"aduh ta,jangan ngomong gitu, sebentar ya aku bikin minuman hangat dulu.kamu duduk baik-baik di sini"


Namanya adalah Silla,teman terbaik yang gak pernah sekalipun mengejeknya.walaupun dia dulu murid pindahan dan mengenal hanya satu tahun di kelas tapi Silla termasuk teman yang gak pernah membeda-bedakan,padahal dia termasuk siswa dari keluarga berada.belajar di sekolah ternama bukanlah impian letta bahkan gak pernah sekalipun letta berniat masuk ke kawasan siswa elit,jika bukan karena kepintarannyalah yang membuat dia terpaksa masuk ke sekolah yang di huni oleh para siswa kaya dan sombong.setelah lulus sebagaian ada yang masuk universitas dan sebagian lagi bekerja di perusahaan ayahnya.tapi bagi Letta sendiri yang dari keluarga sederhana serta ayahnya yang hanya menjabat karyawan biasa tentu saja hanya bisa bekerja di sebuah pabrik dengan mengandalkan ijasah SMA nya.


Isak tangis yang selama diperjalanan tadi letta tahan akhirnya terluapkan seketika.letta menangis kencang di pelukan temannya.


"kamu ceritain pelan-pelan ya ta"


Letta menarik nafas dalam lalu menceritakan semua yang dia alami serta teror yang selalu dia terima dari Hera, orang ketiga yang hadir dalam rumah tangganya.


"nyonya letta yang terhormat,makanya jadi istri itu harus pandai merias diri,jangan pakai daster bolong terus jadi wajar dong suami kamu lebih betah sama aku daripada kamu istrinya.mau gimana lagi orang aku lebih muda dari kamu,aku juga gak pernah minta-minta sama suami kamu,aku gak pernah banyak maunya kaya kamu,karena aku wanita mandiri,lagian ya kamu sama aku tuh beda level,faham"


"dia bilang gitu ta?"


"heem"


"goblok tuh cewek,belum tau apa dia gimana rasanya kena bogem mentah?terus si rega apa gak mikir ya kamu kucel....eehh...maaf,maksud aku kamu kaya gini juga buat dia kan?kenapa dia bisa tega gitu sama kamu?dasar pria gak tau diri,udah sukur ada yang ngurus dia,memangnya dia ganteng apa,punya banyak duit apa sampai otaknya di taro di dengkul gitu"


"aku gak tau harus kemana lagi sil,aku juga gak mungkin pergi ke luar kota nemuin tante.aku benar-benar gak akrab apalagi mereka juga udah gak komunikasi bertahun-tahun"

__ADS_1


"udah ta jangan banyak berpikir,eemm...bentar ya"


"kamu mau kemana sil"


"aku telepon dulu ayah"


Gak sedikitpun yang letta lupakan kejadian selama setahun ini,sikap suaminya yang acuh bahkan jarang pulang setelah bertemu Hera,serta kelakuan Hera yang gak tau malu datang ke rumah dan dengan bangga mengumumkan tentang hubungannya dengan Rega.foto kemesraan yang selalu Hera kirim,suara desah yang sengaja Hera rekam dan masih banyak lagi hal menyakitkan yang telah Hera lakukan padanya.


"ada berapa banyak lagi ejekan dan sakit hati yang akan aku terima tuhan?"letta memeluk kedua lututnya.


"ta...."


"ya...."


"kamu gak apa-apa kan?"


"gak kok sil,kenapa?"


"ta,kamu gak usah mikirin lagi si rega sama Mak lampir itu,eemm...gini ta,baru-baru ini ayahku buka resort di pegunungan gitu dan kebetulan resortnya kekurangan tenaga kerja,tapi....?"


"tapi apa sil?"


"lowongan kerjanya jadi housekeeping ta"


"aku mau sil"


"serius ta?"


"ya serius"


"ok,kalau gitu kamu sekarang istirahat dulu ya ta,besok kita pergi ke resort ayah"


"makasih ya sil"


"gak apa-apa ta,aku yang harusnya minta maaf karena gak bisa ngasih kerjaan yang layak buat kamu"


"jauh dari sini pasti lebih baik sil,lagian kerjaan apapun itu selama halal aku pasti mau.makasih ya sil"

__ADS_1


"ya ta,kamu semangat ya"


__ADS_2