Cinta Sang Idol Imajinasi

Cinta Sang Idol Imajinasi
Eps 2


__ADS_3

"yah kenalin ini Letta teman SMA Silla"


"letta yang pernah kamu ceritain itu kan?"


"right"


"hai letta,kenalin aku om willi ayahnya Silla,dulu Silla pernah bercerita tentang kamu"


"oh ya"


"terimakasih sudah menjadi teman Silla ya"


"kita waktu itu gak sempat akrab layaknya sahabat om, karena ketika Silla pindah ke sekolahku satu tahun kemudian kita lulus dan harus berpisah"


"ya,ya...om merasa bersalah waktu itu sama Silla karena om lah dia harus pindah sekolah"


"ayah,ini bukan waktunya membahas masa lalu"


"oh iya lupa,Silla udah cerita tugas kamu di sini kan?"


"iya om"


"sebelumnya om minta maaf kalau posisi kamu gak begitu bagus di sini,om cukup kaget waktu Silla bilang kamu mau menerima kerjaan ini"


"gak apa-apa om,kerja apapun aku pasti mau"


"hah,baiklah kalau gitu Silla tolong ajak Letta berkeliling sebentar ya dan jangan lupa seragamnya,ayah harus menghadiri meeting dulu.letta om tinggal ya"


"iya om, terimakasih untuk semuanya om "


"jangan sungkan,kamu adalah teman baiknya Silla jadi ya apapun yang Silla minta maka om akan laksanakan,semoga betah ya letta"


"iya om,sekali lagi makasih"


"om tinggal dulu,Silla setelah meeting nanti ada yang mau ayah katakan sama kamu"


"siap boss"


Hari ini letta merasa bahwa Tuhan masih cukup baik terhadapnya karena telah mengirim orang-orang baik di tengah keterpurukannya.


Setelah berkeliling melihat-lihat resort akhirnya Silla membawa Letta menuju ruang istirahat sekaligus ruang ganti gak lupa Silla memberikan seragam housekeeping resortnya,silla juga memberikan sedikit instruksi pada letta.


"jadi udah faham kan ta,kamu ikutin rolling shift aja seperti yang udah di atur.shift kamu itu jam enam sampai jam dua siang,kamu juga harus hati-hati sama barang pribadi tamu dan yang paling penting adalah kejujuran dan selalu tersenyum ramah.ok"


"ok sil"


"masih ada waktu sepuluh menit ta,sana ganti baju dulu,kamu udah mulai kerja hari ini juga"


"beneran sil?"


"bener dong"


"ya udah aku ganti baju dulu ya"

__ADS_1


"oh ya,nanti siang aku jemput kamu ya,masih banyak yang harus kita lakukan"


"mau kemana memangnya sil"


"ssttt,kamu kerja aja dulu,aku ada janji sama klien,bye ta"


"bye"


Letta benar-benar bersyukur karena masih memiliki Silla dalam hidupnya,jika gak ada Silla entah dirinya akan seperti apa nanti.


Letta berjalan menyusuri lorong kamar resort dengan trolleynya.


"housekeeping"


Hari pertama letta kerja tentunya cukup membuatnya dag-dig-dug gak karuan, terlebih letta takut tamu yang dia temui adalah pria cabul.trauma letta kepada pria membuatnya semakin merapatkan pagar dan menutup pintu hatinya semakin rapat.


"ya"


Seorang pria tampan bertubuh tinggi dengan kemeja putih membalut tubuhnya membuka pintu kamar dengan telepon di telinganya.


Letta segera masuk dan mulai membersihkan meja yang penuh dengan puntung rokok dan bungkus camilan yang berserakan.


"kakak kamu siapa?"


Letta mengalihkan pandangannya ke arah suara yang terdengar sangat imut itu.seorang anak perempuan kira-kira berusia enam tahun dengan rambut kuncir dua,ujung rambutnya ikal bergelombang,tengah bersembunyi dibalik kaki jenjang pria yang tadi membuka pintu,anak itu memiringkan kepalanya.


"kakak petugas kebersihan"letta tersenyum melihat anak kecil imut itu.


"Ciara minta maaf karena membuat kamar berantakan"anak itu menundukkan kepalanya seakan merasa bersalah


"ya,nanti aku coba hubungi anak-anak itu, mereka cukup bagus beberapa bulan terakhir ini,baiklah nanti kita bicarakan lagi"terdengar percakapan pria itu di telepon lalu pria itu mengakhiri obrolannya.


"Ciara jangan ganggu kakaknya kerja,ayo kamu harus mandi,ayah ada meeting"


Tanpa melawan anak itu mengikuti langkah ayahnya ke kamar mandi sesekali melihat ke belakang dan melambaikan tangan ke letta.


"ayah?"letta melihat sekeliling kamar,gak ada tanda-tanda adanya sosok ibu di dalam kamar.


Setelah selesai membersihkan bagian depan,letta beralih ke kamar dan mengganti seprai juga sarung bantal dan sarung guling dengan yang baru.merapihkan seisi kamar sambil menunggu kamar mandi kosong.


Tidak lama anak kecil itu kembali dengan mengenakan handuk.


Letta tersenyum melihat anak itu yang menggemaskan.


"nama kakak siapa?"


"a-aku....letta..."


"kak letta salam kenal aku Ciara,aku sudah masuk sekolah TK"


"hai Ciara...."letta membalas lambaian tangan mungil anak itu.


"Kakak ijin bersihin kamar mandi dulu ya"

__ADS_1


"heemm"anak itu mengangguk dengan imut.


Segera letta masuk ke kamar mandi dan kembali mengerjakan tugasnya, menyikat setiap sudut kamar mandi dan mengganti handuk dengan yang baru gak lupa merapihkan peralatan mandi dan mengelap cermin.


"semua sudah selesai,saya permisi"


"tunggu"


Letta terhenti seketika.


"ambillah"pria itu mengeluarkan beberapa lembar uang.


Dengan ragu-ragu letta menerima uang itu, seperti yang Silla katakan bahwa uang tips yang diberikan oleh tamu resort hak milik.


"terimakasih karena mau mengobrol dengan Ciara,selama ini yang aku tau Ciara gak pernah ngobrol banyak dengan siapapun kecuali ketiga kakak laki-lakinya"


"aku yang harusnya berterimakasih dan Ciara juga anak yang lucu siapapun pasti akan menyukainya"


"ya,ketiga kakak laki-lakinya juga sangat menyayangi Ciara"


"kakak letta apa kakak lapar?"


"kakak sudah sarapan"


"Ciara sama ayah mau sarapan di bawah jika kakak lapar kakak bisa ikut sama kita,iya kan yah?"


"Ciara sayang kakaknya lagi kerja, sekarang lebih baik Ciara ambil tas dan kita sarapan sekarang.jangan sampai ayah terlambat"


"kalau begitu aku permisi"


"dah kakak letta"


"dah Ciara"letta kembali membalas lambaian tangan Ciara.


Entah kapan letta akan bertemu lagi dengan anak lucu itu.tapi mengawali kerja dengan bertemu dengannya membuat letta sedikit bersemangat.


"eeh,kamu yang bersihin Junior Suite Room ya?"


"heemm"karena baru di tempat kerjanya maka letta belum berkenalan satu persatu dengan karyawan housekeeping yang lain.


"katanya ganteng banget ya,bener ga?"


"aku kurang memperhatikan"


"dia itu manager be start loh,itu tu KPop Korea yang lagi viral"


"aku gak tau"


"masa sih?"


Selama delapan tahun ini letta memang gak pernah menonton televisi, hari-harinya dia lewati dengan mengurus rumah dan mengurus Rega.


Jika dulu Rega adalah prioritas utama letta maka sekarang kerja dan cari uang adalah yang paling penting baginya.peselingkuhan Rega dengan Hera sampai kapanpun akan selalu membekas dalam ingatannya,setampan apapun pria itu,sekaya apapun pria itu dan sehebat apapun pria itu bagi letta semua pria sama saja di matanya.

__ADS_1


Untuk saat ini letta benar-benar gak ingin memandang pria manapun.hatinya sudah tertutup rapat gak ada pria lagi dalam kamusnya.


__ADS_2