Cinta Sang Idol Imajinasi

Cinta Sang Idol Imajinasi
Eps 3


__ADS_3

"hai sayang,gimana kerjanya?cape gak?"


Letta hanya menggeleng sambil tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Silla.


"karena kamu sudah bekerja keras maka hari ini kita harus cuci mata dan merayakannya, BERANGKAT...."


Mobil honda city itu melaju dengan kecepatan standar menuju sebuah cafe.


Dengan semangat Silla memesan beberapa makanan untuk makan siangnya dan letta.


Letta terdiam menatap punggung Silla yang sedang berdiri di meja kasir,kembali dia bersyukur karena memiliki teman yang baik sepertinya.selain baik dan cantik Silla juga punya pekerjaan yang mapan,gak melulu mengandalkan suami seperti dirinya hanya menjadi beban bagi rega.dari kecil silla hidup dalam keluarga yang berkecukupan,ayah yang baik dan sukses, memiliki suami bule yang tampan juga memperlakukan dirinya dengan sangat baik.


"hah,mungkin hanya aku yang kurang beruntung,tapi hal yang paling beruntung buatku saat ini adalah memiliki kamu sil"gumam letta dalam hatinya.gak ada sedikitpun rasa iri dalam hati letta tapi melihat perbedaan hidup yang begitu jauh antara dirinya dan Silla membuat letta sedikit sedih,ingin rasanya komplen sama yang di atas tapi apalah daya dirinya hanya manusia biasa yang hanya bisa menjalani takdir yang sudah tertulis untuknya.


"ayo makan dulu ta"


"sil nanti aku ganti ya uangnya"


"udah deh ta jangan mikir yang gak-gak dulu, pokoknya hari ini kamu harus makan banyak karena setelah ini kita harus lihat rumah buat kamu tinggal"

__ADS_1


"uhuk...uhuk....ru-rumah?"letta langsung tersedak mendengar ucapan Silla.


Tanpa sepengetahuan letta,Silla menyempatkan diri mencari rumah kontrakan untuknya,itupun usul dari om willi ayahnya.dengan senang hati Silla tentu menyetujuinya dan langsung membeli beberapa peralatan rumah tangga untuk letta tidak lupa Silla membeli beberapa set baju untuk ganti letta,Silla merasa baju yang letta pakai sudah gak layak bahkan bisa di bilang butut karena sudah bladus dan bolong-bolong.


Silla gak bisa meninggalkan letta yang masih belum bangkit dari keterpurukannya,dengan melakukan ini bukan cuma bisa membuat Silla tenang tapi juga kecemasannya pada letta berkurang,tinggal letta sendiri yang menjalaninya mau seperti apa?Silla berharap letta bisa secepatnya bangkit dan menjalani hidup dengan bahagia.


Sebelum pergi Silla juga meminta ayahnya untuk menjaga letta selama dirinya di belanda.selain Silla letta gak punya siapa-siapa lagi dan gak punya tempat untuk bersandar.silla yakin ayahnya akan menjalankan amanahnya dengan baik,apalagi ketika ayahnya tau bagaimana perjalanan hidup letta selama ini,bukan cuma saat mereka masih duduk di bangku sekolah bahkan sampai saat ini letta juga gak pernah mendapatkan sedikitpun kebahagiaan.


Tanggung jawabnya sebagai teman sangatlah penting untuk letta.


Untuk menanamkan kembali rasa percaya dirinya terhadap pria mungkin memang butuh waktu yang lama,Silla juga gak yakin kalau letta dapat membuka hatinya untuk pria lain dalam waktu dekat ini.


"Tara...... selamat datang di rumah baru"


"kamu seneng gak?"


Letta mengangguk cepat,dia benar-benar gak menyangka bahwa Silla sudah menyiapkan rumah kontrakan untuknya,apalagi rumah itu sudah Silla bayar satu tahun full.letta yakin harga rumah itu bukanlah harga ecek-ecek.


Entah bagaimana letta harus membayar kebaikan Silla padanya.rasanya seumur hidup gajihnya gak akan cukup untuk membalasnya.

__ADS_1


Letta gak bisa menahan air matanya,tangisnya saat ini bukanlah tangis yang dia dapatkan ketika bersama Rega tapi tangisan ini adalah bentuk kebahagiaan letta.


"kamu harus janji kalau kamu akan hidup lebih baik,jika aku kembali nanti kamu harus sudah bahagia ya dan kamu harus sukses.kamu harus membuktikan pada Rega kalau kamu bisa hidup lebih baik tanpa dia.kamu janji ya ta"


Pelukan hangat dan tetesan air mata tercurah seketika.


Beginilah rasanya di perlakukan dengan baik, walaupun bukan Rega seperti yang letta harapkan tapi perlakuan Silla melebihi segalanya.


"makasih ya sil untuk semuanya"


"kamu jangan banyak berpikir ta,aku mau kamu bangkit,jangan pernah mengingat masa lalu lagi,semua yang sudah Hera dan Rega lakukan padamu itu harusnya menjadi cambuk untuk hidupmu agar lebih baik ta"


"ya, makasih ya sil"


"sekarang kamu istirahat yang cukup,besok masih harus kerja kan?jangan membuat ayahku kecewa"


"gak akan sil"


Andai saja Silla masih memiliki banyak waktu mungkin dia akan menginap malam ini di rumah baru letta dan menghabiskan malam bersama,mengenang masa-masa sekolah dulu yang bisa di bilang singkat.tapi kesan letta di mata Silla benar-benar masih melekat.

__ADS_1


Masih teringat jelas ketika pertama kali Silla menginjakkan kaki di kelas,letta yang terus menerus di bully oleh beberapa siswi kaya dan merasa bahwa mereka memiliki kuasa terhadap sekolah itu karena ayah mereka adalah investor di sekolahnya.mereka juga memanfaatkan kepintaran letta dengan melempar buku tugas dan memaksa letta mengerjakannya jika letta gak menurut mereka gak segan-segan mengancam akan mengeluarkan letta dari sekolah.


Walaupun letta sangat ingin keluar dari sekolah tapi letta juga gak mau membuat ibunya kecewa, wanita yang sudah banting tulang agar anaknya bisa masuk ke sekolah elit.


__ADS_2