Cinta Sejati Bella

Cinta Sejati Bella
Malam Yang Panjang (23+)


__ADS_3

HAPPY READING ALL...


Mohon pembaca lebih bijak karena konten ini mengandung adegan DewasaπŸ™πŸ™


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Malam ini adalah malam yang panjang untuk kedua mempelai. Bella dan Brey membersihkan diri masing masing setelah seharian mereka berkeringat menanggapi ribuan tamu yang mengucapkan selamat kepada mereka. Bella yang kelelahan segera naik ke atas ranjangnya dan tertidur tanpa menunggu suaminya. Brey menghampiri Bella yang sedang tertidur.


Melihat istrinya yang benar benar kelelahan, membuat Brey tidak tega melakukan malam pertamanya sekarang. Brey ikut naik ke atas ranjangnya dan tertidur sambil memeluk istrinya. Brey berusaha memejamkan matanya namun sangat kesulitan, bagaimana tidak adik kecilnya terus saja bangun meminta pelampiasan.


Brey memeluk istrinya dari belakang. Mengecup pundak istrinya hingga ke leher bagian belakang. Bella yang merasa terganggu dengan gerakan ini membuka matanya dan berbalik ke arah Brey. Bella terkesiap melihat ada seorang pria di ranjangnya.


"Ya Tuhan...apa yang kamu lakukan Brey diranjangku." Mendengar itu Brey tertawa cekikikan. Diciumnya bibir Bella yang menganga.


"Aku suamimu sayang. Apa kamu belum sadar." mendengar ucapan itu membuat Bella malu, dia tidak sadar jika hari ini adalah hari pernikahannya. Bella memejamkan matanya.

__ADS_1


"Maafkan aku suamiku, aku terkejut dan tidak menyadarinya." mendengar jawaban Bella, Brey merengkuh kepalanya mencium kening istrinya.


"Dan malam ini aku akan membuatmu sadar keberadaanku sayang."


Brey mencium puncak kepala Bella, mengecup keningnya, mencium kedua mata Bella hingga Bella memejamkan matanya, lalu mencium kedua pipi Bella, bermain dengan hidungnya, perlakuan lembut Brey membuat Bella merasakan kehangatan baru dalam hidupnya. Brey turun ke bibir Bella, mengecup kecil kecil hingga berubah menjadi hasrat yang lebih tinggi. Menurunkan tubuh Bella ke ranjang, menindihnya. Brey memainkan bibir Bella semakin intens, lidah nakalnya mencari cari dan mulai menelusup ke dalam mulut Bella, membuat desahan tertahan keluar dari mulut Bella. Lidah Brey terus memainkan lidah Bella dengan lihainya, Bella mampu menyamai permainan Brey. "manis sayang." kata Brey di selah ciumannya. Brey terus memainkan mulutnya, sekali sekali menggigit bibir Bella membuat Bella terkesiap.


Brey melepaskan bibir Bella pindah ke bagian sensitif telinga Bella. Bella mendesah, Brey mengecup dan memainkan lidahnya di telinga Bella, "Brey...ah.." desahan Bella makin membuat Brey menggila digigitnya telinga Bella, pindah ke telinga sebelahnya dan melakukan hal yang sama. Brey turun ke leher Bella meninggalkan gigitan gigitan merah disana, membuat Bella tercekat. Brey membuka piyama Bella menelusuri perut Bella dengan tangannya, menanjak ke atas sampai ke dua gundukan yang kenyal itu. Brey mengecup dada Bella. Meninggalkan bekas kepemilikan disana. Brey meremas kedua gundukan itu membuat badan Bella melengkung makin keatas, desahan demi desahan keluar membuat Brey makin menggila. Brey menurunkan bibirnya mengecup dua gundukan yang cantik itu, menemukan ujung yang terlihat mulai tegang, Brey mulai memainkan ujung dengan mahir, menyecap, menghisap dan menggigit hingga membuat Bella terkesiap. "Ahhhh Brey..."Desahan Bella makin membuat Brey berlama lama memainkan ujung *****.


Tangan Brey mulai menelusuri perut Bella lagi hingga turun ke bagian inti Bella. Bella meronta meminta lebih. Brey mengelus inti Bella, mulutnya yang mahir memainkan bagian atas sedangkan tangannya terus memainkan bagian bawah. Brey menemukan inti Bella, memasukkan jarinya perlahan membuat Bella terkesiap kembali. "Brey..."


"Rasakan sayang..."kata kata Brey diiringi dengan permainan jarinya di dalam membuat Bella semakin menggila. Desahan demi desahan terus saja terdengar. Bella merasakan sesuatu yang panas merambat didalam dirinya. Ingin meledak bersamaan dengan permainan jari Brey. "Breyy...aaahhhh" getaran hebat keluar dari tubuh Bella membuat Bella terengah engah. "yang pertama sayang." bisikan Brey.


"Apa kamu takut." Bella mengangguk. "Apa kamu belum siap dan aku harus berhenti." kali ini Bella menggeleng membuat senyuman Brey cerah kembali. Brey menindih tubuh Bella dan membisikkan sesuatu "aku akan pelan sayang." Brey mencium bibir Bella sambil mendorong masuk adiknya. Bella terkesiap kesakitan, Brey berhenti sebentar sampai Bella tenang kembali. Setelah tenang Brey mulai kembali mendorong lebih kuat dan membuat airmata Bella jatuh. Brey merasakan selaput dara Bella yang robek. Dia mengecup mata Bella membiarkan tenang kembali. Sensasi baru saat Brey mulai menarik dan mendorong membuat kesakitan Bella berubah menjadi kenikmatan. Mereka saling terengah engah, Brey melakukannya semakin cepat, saat Bella mulai merasakan getaran kembali pada tubuhnya saat itulah Brey juga bergetar hebat sambil menyebut namanya "Bellaaaaa....aaaahhh..." dan terjatuh lemas dipelukan Bella.


Brey mengecup kening dan bibir Bella, perlakuan inilah yang membuat Bella tenang. Mereka tertidur saling berpelukan.


__ADS_1


Pagi sudah datang, matahari mulai masuk ke celah jendela kamarnya. Bella yang terbangun lebih dulu merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. Bella mengingat kembali malam yang panjang bersama suaminya, suaminya yang tampan masih tertidur disebelahnya. Bella turun dari ranjangnya dan saat itulah dia merasakan sakit pada bagian intinya, bercak darah di sprai menandakan keperawanannya sudah diambil suaminya semalam. Bella memaksakan langkahnya yang nyeri ke dalam kamar mandi. Dilihatnya di cermin kamar mandi betapa banyak tanda kepemilikan yang Brey tinggalkan disana membuatnya malu.


Brey terbangun dari tidurnya, meraba raba ranjangnya dan tidak menemukan istrinya. Dia terlonjak ketakutan akan kehilangan istri tercintanya tapi setelah mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi, ketakutannya hilang. Istrinya sedang membersihkan diri, adik kecilnya yang nakal pagi ini meminta pelampias kembali. Brey masuk kedalam kamar mandi dan melihat istrinya sedang memejamkan mata di bathub. Brey yang melihatnya langsung bergabung disana membuat Bella terkesiap kaget.


"Pagi sayang..."


"Ya Tuhan suamiku membuatku kaget saja."


"Bagaimana tubuhmu sayang." pertanyaan itu membuat wajah Bella merah. "Ayolah sayang...aku suamimu, kenapa mesti malu." goda Brey.


"Diam Brey...kamu membuatku makin malu."


Tubuh Bella ditarik hingga berada didepan Brey. Diciumnya bibir Bella. Dan tanpa menunggu persetujuan Bella, Brey menyatukannya kembali membuat Bella terkejut, perlakuan yang baru ini tidak membuatnya sakit lagi. Mereka bermain didalam bathub sampai terengah engah dan mencapai puncak kenikmatan bersama.


Mereka membersihkan diri dan bersiap siap menjalankan rutinitas di Jakarta sebelum mereka berangkat kembali ke Inggris untuk bulan madu sekaligus melanjutkan kuliahnya.


__ADS_1


Akhirnya Sudah Sampai Juga diujung Cerita, mohon maaf jika selama pembuatan novel ini ada kesamaan nama dan banyak typo.


Author kasih satu episode ekstra ya.


__ADS_2