Cinta Seorang Wanita Lumpuh

Cinta Seorang Wanita Lumpuh
Chapter 17


__ADS_3

"Kamu suka menukis?". Tanya Indah


“suka, aku juga suka baca dan aku sudah menerbitkan beberapa artikel di beberapa media online”


“bagaimana kau bekerja denganku menjadi editor?”


“boleh, penawaran yang bagus, gajinya harus lumayan lah”


“tidak, harus sesuai aturan walaupun itu termasuk anggota keluarga”.


Dimas tengah sibuk bekerja sebagai Editor dan sibuk mengejar penyelesaian kuliahnya di kampus, sikap usil dan jahil dirumah telah berkurang, Indah pun mulai membuka perpustakaan pribadi miliknya, Indah kembali ingin menulis.


Saat Indah memilah buku, ada beberapa buku yang Indah tak bisa jangkau, mungkin saja Bi Siti lupa menaruhnya paling bawah. Dimas yang melihat itu membantu Indah, mengambil buku yang Indah inginkan, mendorong kursi roda Indah dengan sangat telaten.


"kamu, mau apa-apa itu minta tolong, jangan di paksain kerja sendiri, minta tolong itu ngga membuat manusia rendah, kerja dunia emang kek gitu"


"aku paham,"


"paham tapi ngga di praktekin, payah"


"aku males debat". Timpal Indah.


Indah dan Dimas kemapun selalu bersama, membuat mata Dhani memanas dengan melihat kedekatan mereka, Dhani pernah melihat mereka tanpa sengaja tengah menyantap makan siang bersama di sebuah Café dimana Dhani pun sedang berada disana untuk pekerjaannya.


“Semuanya memang berlalu, aku harus bisa melupakan kamu Indah”


Dhani menatap lekat langit-langit kamarnya dengan sesekali menyeka embun yang sedikit lagi akan berjatuhan membasahi bantal kesayangan Dhani.


“Mungkin perasaan sakit yang aku rasakan adalah perasaan yang pernah aku berikan kepada wanita-wanita yang serius menjalin hubungan denganku, sedangkan aku menyakiti dan memanfaaatkan mereka, ternyata sakit sekali Tuhan…..”


...****...


Tiara dan Rasty kembali bertemu untuk membahas rencana selanjutnya untuk membuat Dhani jera dan merasakan sakit yang Rasty rasakan,

__ADS_1


“sepertinya Dhani sudah mulai luluh denganku Ras, karena hampir tiap malam dia menelponku untuk menumpahkan rasa sakit dan kecewanya kepada wanita cacat itu, dia merasa terhianati karena melihat dia bersama lelaki lain”


“cinta memang buta dan membuat orang bodoh, bagaimana bisa dia menuduh tanpa bukti, aku sudah menyelidikinya, lelaki itu memiliki hubungan kerabat dengan wanita cacat itu tapi sudahlah kalaupun misalnya dia akan jatuh cinta dengan wanita cacat itu tidak masalah,”


“kamu yakin dengan perasaan kamu kan? Tidak menyukai Dhani lagi?”


“nggak lah! Aku udah terlanjur sakit. Aku mau dia membayar karma yang dia lakukan, walaupun dia telah berubah karena wanita cacat itu, aku tidak rela manusia seperti dia berubah menjadi lebih baik, mendapat yang terbaik tanpa mendapat sakit yang setimpal terlebih dahulu”.


“baiklah”


Ke esokan harinya, Tiara lebih intens lagi mendekati Dhani, Tiara menunjukan keseriusannya dengan setiap harinya mengirim bekal untuk Dhani makan siang, makan malam dan tak lupa note kata-kata manis tapa pemanis buatan yang berada di setiap lunch box untuk Dhani. Jika Tiara tak bisa menemui Dhani, chat intents yang Tiara kirimkan bertubi-tubi ke nomor Dhani sebagai penggangti perhatian ke Dhani, tidak lupa hadiah-hadiah kecil saat Tiara mengikuti event pun selalu ada untuk Dhani.


Rasty pun yang selalu berada di dekat Dhani selalu memojokan berita tentang Indah, mengangkat berita Indah bersama sosok pria yang baru, Rasty juga yang memberi tahu latar belakang Dimas dengan cara berlebihan untuk membuat Dhani insecure dengan dirinya.


“Lihat foto ini Dhani, sepertinya Indah benar-benar telah melupakanmu” ucap Rasty dengan memperlihatkan foto Indah dengan Dimas


Dhani yang melihat itu hanya menghembuskan nafasnya berat,


Dhani melihat foto tersebut dengan sayup “Indah sepertinya lelaki itu sangat menyayangimu, bisa melindungimu, bisa membuat senyummu itu selalu mekar, berbeda denganku” batin Dhani. Andai Dhani tahu kalau Indah terluka dengan berita tetang dirinya yang dipublish karena kecacatannya ulah Rasty, dia tidak akan seperti itu.


...****...


Sudah dua bulan sejak hubungan Dhani dan Indah selesai, Tiara pun sejak saat itu tidak menyerah untuk menaklukkan Dhani. Sampai akhirnya berita Indah tengah dekat dengan lelaki lain, membuat Dhani lemah dan memberi ruang kepada Tiara untuk masuk kedalam hidupnya.


“Dhani, aku mencintaimu…. Aku tulus” ucap Tiara kembali dengan memegang tangan Dhani


“Tiara, aku ragu dengan perasaanku sendiri, aku masih merasa belum bisa melupakan Indah sepenuhnya”


“tetapi wanita yang kamu sukai itu telah bersama dengan lelaki lain Dhan, dia telah membuka lembaran baru, kenapa hanya kau yang sakit sendiri? Cobalah buka sedikit haatimu untuk menerima kehadiranku Dhan”


"apakah kau mau menjalin hubungan dengan lelaki seperti aku? Masa lalunya buruk dan masih memiliki perasaan sama mantan, perasaan yang tak pernah selesai".


"aku tidak masalah Dhani, setidaknya aku usaha, aku tulus dan aku yakin suatu saat nanti kau akan bisa melupakan dia sepenuhnya".

__ADS_1


“Ti, entahlah kamu hanya pelarian atau memang nantinya aku jatuh cinta denganmu, aku harap kamu maklum dan bisa mengerti. Kita coba jalani tanpa paksaan, tanpa tuntutan apapun…”


Mendengar itu Tiara tersenyum, Tiara paham bahwa Dhani memberinya kesempatan.


...*****...


Akhir pekan Dimas hanya menghabiskan waktu dirumah, dia tengah bersantai menyantap kudapan dan sibuk menggonta ganti chanel TV tak menentu. Indah melihat itupun mendekat dan menegur Dimas.


Indah dan Dimas saling tarik menarik remot TV, akhirnya chanel yang tampil adalah Dhani bersama seorang wanita cantik, siapa lagi kalau bukan Tiara, seorang artis terkenal yang tengah naik daun. Mereka terlihat tengah di kejar-kejar oleh beberapa wartawan,


“Sejak kapan kalian jadian?” tanya salah satu wartawan


“belum lama, kami masih taraf penjajakan” jawab Tiara


“bagaimana perasaan anda bisa jadian dengan mba Tiara?”


Mendapat pertanyaan itu Dhani hanya bisa tersenyum simpul dan akhirnya mereka meninggalkan kerumunan wartawan tersebut dengan memasuki mobil mereka kemudian berlalu.


Indah diam sesaat melihat tayangan pada chanel tersebut,


“Indah, maaf…aku ngga bermaksud”


“ngga apa-apa, memang hubungan kami sudah berakhir”


Indah ingin beranjak tapi Dimas menahan kursi roda Indah,”are you okay?”


“yes, I am Ok”


“Really?” Dimas menyerngitkan alisnya


Indah hanya membalasnya dengan anggukan dan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang berjejer rapi. Hal itu membuat Dimas terkesima, hal yang membuat Dimas kagum dengan Indah adalah Indah begitu tegar, hatinya sedang berantakan tapi dia tunjukan pada wajahnya untuk meyakinkan kepada semua orang bahwa semuanya baik-baik saja.


Dimas sudah memiliki rencananya sendiri, menunggu suasana hati Indah membaik untuk Dimas menjalankan misi mengejar cinta calon Istri, "Indah, aku ngga ada alasan untuk tidak menyukaimu, kamu sempurna di mataku dan tunggu saja, aku akan menghujanimu demgan cinta" batin Dimas.

__ADS_1


__ADS_2