Cinta Seorang Wanita Lumpuh

Cinta Seorang Wanita Lumpuh
Chapter 21


__ADS_3

"Vely, Bibi lakukan semuanya karena Vely".


"Bagaimana bisa Vely terkait dengan semua ini Bi?".


"Karena Dhani adalah lelaki yang membuat Vely mengakhiri hidupnya!!" teriak Bibi Siti dengan terisak.


Indah tidak menyangka bahwa Dhani yang membuat Bibi Siti kehilangan anak satu-satunya. Selama ini Indah merasa bersalah karena Bibi Siti meluangkan banyak waktu untuk merawat Indah di banding anak semata wayangnya, menjadi alasan Vely mengakhiri hidupnya.


Setelah kematian Vely, Indah tidak hanya menjadikan Bibi Siti sebagai pengasuh tapi juga sebagai pengganti Ibu kandung yang sangat Indah sayangi, begitupun dengan Bibi Siti tidak hanya merasa hidupnya sia-sia tapi juga merasa bersalah karena tidak bisa menjadi ibu yang baik.


Beberapa bulan berlalu, Bibi siti tanpa sengaja mendapat catatan di buku Vely yang saat itu berada di tingkat Sekolah Menengah Atas atau SMA, cacatan tentang perasaannya, tentang hubungan yang Vely jalin secara diam-diam dengan pemuda yang bernama Dhani, tentang pengorbanan Vely membuat Bibi Siti yakin bahwa alasan Vely bunuh diri bukan karena Bibi Siti yang tidak memberi perhatian lebih tapi Vely sakit hati karena di putuskan sepihak oleh Dhani.


Bibi siti melewati hari-harinya sendiri, suka duka Bi siti jalani sendiri, suaminya pergi dengan menyalahkan Bi Siti, keluarga dan masyarakat menyalahkan Bi Siti, membuat Bi Siti bertekat untuk mencari keberadaan Dhani.


Bi Siti sudah melakukan banyak cara untuk mendapat informasi Dhani hanya saja tetap Nihil, infirmasi terakhir yang Bi Siti dapatkan hanya tentang Dhani yang merantau ke kota meteopolitan, yang mana Bibi Siti juga berada di Kota tersebut. Bibi Siti merasa yakin akan pertemuan mereka dan benar, itu terjadi. Dhani semacam menjemput takdirnya di tangan Bi Siti.


"Apa sus, ada yang ingin menculik Naura?? Siapa Sus?" tanya Dhani


Suster di tempat penitipan tersebut memperlihatkan rekaman CCTV dan memberikan informasi bahwa pelaku sudah di amankan oleh pihak berwajib.


"Bi Siti??!" ucap Dhani Syok


Dhani meminta pengacara untuk meminta penangguhan sehari untuk Dhani bertemu seseorang yang berada di dalam tahanan wanita. Permintaan tersebut di kabulkan. Dhani duduk dengan baju berwarna orange masih melekat di tubuhnya dan berada dalam ruangan tunggu, tiba-tiba pintu terbuka dan mata mereka saling tertuju,


"Dasar pembunuh, dasar penjahat, pergi kau dari sini" amuk Bi Siti


"Bi, apa maksud Bibi, Dhani ngga ngerti, kenapa Bibi mau nyakitin Naura? Anak Dhani?"


"cuih, dia bukan anakmu, kau tidak pantas menjadi seorang ayah dan disukai wanita baik-baik"


"kenapa Bibi melakukan semua ini?".


"karena kau pembunuh, kau pembunuh" teriak Bi Siti


"Siapa yang Dhani bunuh, apa maksud Bibi?"


"Kau telah membuat Vely, bunuh diri".

__ADS_1


"Vely?"


"iya Vely, dia anakku!". Teriak Bi Siti


Pikiran Dhani menapak tilas beberapa tahun yang lalu, dia ingat seorang wanita lugu yang mencintainya saat masa putih abu-abu, wanita yang telah menghabiskan banyak tabungannya untuk menutupi segala kebutuhan Dhani, wanita yang setiap hari membawa Lunch Box untuk Dhani, wanita yang setiap hari menunggu Dhani di pintu gerbang sekolah setiap pagi dan pulang sekolah, karena baginya Dhani adalah cinta pertamanya yang bersambut.


Itu hanya pikiran Vely semata, saat itu Dhani tidak mengenal cinta, Dhani hanya tahu bagaimana cara menutupi segala kebutuhan hidupnya dan keluarganya,


"Dhani, tuh si Vely nungguin kamu tuh, cihuyyy" ucap Saka teman sekelas Dhani.


"nggak papa, biarin"


"kasian loh Dhan"


"untuk apa, dia mencintaiku dan harusnya memang cinta butuh pengorbanan"


"gila loh Dhan, tapi bener kamu ngga cinta? Dia lumayan cantik trus kalem lagi".


"ngga, aku udah mau putusin dia"


"aku udah punya calon, yang lebih bisa aku manfaatin"


"gila lo Dhan, siapa??!"


"Amisha"


"anak pindahan itu?"


Dhani hanya menaikkan alisnya dan berlalu, beberapa hari kemudian benar Dhani memutuskan Vely secara sepihak dan menjalin hubungan dengan Amisha. Mendengar itu, Vely syok dan tidak pernah menghadiri kelas lagi, Vely berusaha mengejar Dhani tapi ternyata gagal, Vely frustasi karena cinta pertamanya memberi penghianatan, tanpa sahabat dan sosok Ibu yang berada di dekatnya, ayah yang juga saat itu sibuk bekerja untuk majikan sampai lupa dengan anak yang butuh perhatian.


Vely memutuskan mengakhiri hidupnya dengan overdosisi pil penenang.


"Bibi, maafin Dhani, saat itu Dhani masih belum paham bagaimana menjaga perasaan orang lain Bi".


"HAHA maaf tidak akan bisa mengembalikan anakku!, pergi kau, aku tidak ingin melihatmu, aku harap kau membusuk di neraka".


Bi siti kemudian di papah meninggalkan ruangan karena sikapnya melebihi dari aturan tahanan.

__ADS_1


FlashOff......


Masih dengan suasana Indah dan Dhani menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah mereka,


"hidup ini susah di tebak ya Indah" ucap Dhani


"iya, kau benar..."


"kamu lihat dia?" ucap Dhani dengan menunjuk Naura,


“Iya, dia adalah cahaya dalam hidupku indah walau dia bukan anak kandungku”


Indah mendengar itu terperangah dan menatap Dhani dalam.


“Saat penangkapan itu semuanya jebakan, malam itu aku disuntik dengan obat-obatan, esok hari saat aku cek kesehatan dengan hasil positif pun aku ngga percaya, tapi aku merasa nyeri dilengan tanganku dan aku yakin ada suntikan oleh seseorang yang ingin melihat kehancuranku, wanita yang bersamaku malam itu pun aku tidak mengenalnya sama sekali, yang aku tahu bahwa aku telah menghamilinya, aku hanya bisa menerima karena aku tidak memiliki bukti apapun, saat aku tahu wanita itu melahirkan Naura di enam bulan aku dalam penjara, aku yakin bahwa itu bukan benihku, tapi tuduhan masih mengarah padaku, naas nya wanita asing itu meninggal dan Naura dititipkan pada rumah titipan, bayi yang mungil dengan tangisnya memegang jemariku Indah, dan aku ngg tahu ternyata dia tertular HIV saat dia masih sekecil genggaman tanganku”.


“aku berusaha bangkit dengan membela diri menggunakan jasa pengacara, yang mungkin bantuan dari pihak pengadilan tanpa pembiayaan dan penyelidikan kepolisian dengan membuktikan bahwa aku bukan pemakai, sehingga masa tahananku berkurang, aku telah berniat untuk menjadikannya bagian dari hidupku dan kuberi dia nama Naura, gadis kecilku” jelas Dhani dengan mengusap air matanya.


Indah ikut terenyuh dengan penjelasan Dhani, kemudian Indah menjelaskan semua kejadian yang selama ini Indah pun alami membuat Dhani memegang tangan Indah dan bersumpah dan meyakinkan Indah bahwa itu bukan perbuatannya, Dhani berjanji akan menyelidikinya.


“bagaimana bisa kau tidak memberitahuku indah?”


“Sudahlah, semuanya berlalu”


“Iya, dan aku ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu”.


Mendengar itu Indah terdiam dan menatap mata Dhani, lalu Indah tersenyum.


“aku menikah dengan Dimas karena paksaan orang tua kami Dhan, tidak lebih, aku dan Dimas sepakat bahwa hubungan kami akan berakhir berselang tiga tahu, walaupun Dimas mengakui jatuh cinta padaku, tapi jujur ku katakaan padanya, aku masih mencintai lelaki yang aku intip setiap paginya berjalan di gang dekat kamarku dengan teleskop, lelaki yang membuatku mengenal dunia yang baru, lelaki yang membuat buku-buku kosong itu terisi karena dia adalah tinta dalam penaku”.


Mendengar itu, Dhani memeluk Indah dengan erat, begitupun Indah. Mereka saling merengkuh dalam tangis bahagia, mereka saling meluapkan rindu yang selama ini menjelajahi waktu. Naura yang melihat itu pun ikut senang dan berlari memeluk mereka berdua.




Thank yaa untuk kakak readers, tungguin season 2 nya🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2