
"Aku lelah bertahun-tahun bersandiwara, aku harus membayar lunas dendam kemiskinanku dimasa lalu” gumam Dhani
Dhani meraih Hp nya dan mengirim chat ke Indah
...“Malam Indah, maaf aku mengganggu, aku sudah mengirim email untuk tampilan majalah yang akan rilis minggu depan, silahkan di check terlebih dulu”...
...Sent!...
Di lantai dua kamar Indah Widjaja tengah tersenyum-senyum sendiri membaca chat dari lelaki yang disukainya, kemarin dan hari-hari setelah pertemuannya dengan Dhani terasa sangat menyenangkan. Indah, tidak menyangka dia bisa memiliki keberanian menunjukan dirinya tidak hanya dihadapan Dhani tapi nantinya akan ditunjukan dihapadan publik setelah profilnya mencuak di Majalah ternama, luxury magazine.
Indah membaca dengan serius chat yang Dhani kirmkan, Indah tidak menyangka bahwa gaya bahasa Dhani begitu sopan dan santun, pengambilan gambar dirinya juga di edit sedemikian rupa sehingga Indah tidak terlihat menggunakan kursi roda.
...“saya suka gaya penulisan dan fotonya, btw thanks”...
...balas Indah
...
Cling…
...“aku yang harusnya berterimah kasih karena kamu mau diinterview oleh Majalah redaksi kami, aku nggak percaya bisa mewawancarai penulis berbakat dengan jutaan fans”...
...“jangan berlebihan, kapan-kapan kita boleh lunch bareng lagi?”...
Indah ragu mengirim tapi jarinya sudah menyentuh layar sent.
“Yes!” Dhani tersenyum gembira seketika membaca balasan Indah. Tapi Dhani tiba-tiba terdiam memikirkan apakah dia juga akan mempermainkan Indah seperti yang lainnya? Dhani merasa tidak tega terhadap pribadi Indah yang lembut dan begitu membumi.
Kekhwatiran Dhani mencuak menyelimuti hatinya, Dhani tidak percaya dengan cinta, seperti yang telah disaksikannya selama bertahun-tahun.
...“Baiklah nanti kita atur timingnya, kamu lagi ngapain?” tanya Dhani
...
...Sent!...
...“Aku nulis sambil bayangin seseorang” Balas Indah...
...“Kalau boleh tau, siapa orangnya? Wah sayang sekali, hati seorang penulis terkenal ternyata sudah milik seseorang…”
__ADS_1
...
...Sent!...
...“orangnya rahasia tapi sejujurnya aku telah menyukai dia sudah beberapa bulan ini, tapi saya tidak berani walau hanya sekedar menyapanya” balas Indah...
Tiba-tiba ada rasa galau mendera hati Dhani, kali ini ada wanita yang tak bisa Dhani taklukan seperti biasanya dengan mudah jika hanya sekedar untuk diperas.
...“kenapa? Kamu cantik, kamu pinter, kamu berbakat, kamu tajir, apa lagi? Kalau kamu ngga intovert mungkin sekarang udah banyak yang antri didepan pagar kamu hanya sekedar mau ucapin good night Indah, gitu...”
...
...Sent!
...
...“saya tidak berpikir dikejar banyak lelaki, hanya butuh lelaki yang menerima saya apa adanya dengan kecacatan saya” balas Indah...
...“kamu jangan merendah Ndah, aku doain kamu yang terbaik, udah istrahat gih, udah pukul 01.00 am”
...
...Sent!...
...
Ada perasaan aneh tiba-tiba menyeruak dihati Dhani, membayangkan wajah Indah yang sangat menggemaskan, lembut dan teduh membuat Dhani tidak berani berkomentar banyak tentang kecacatan fisiknya, hanya saja ada yang menderu dalam hatinya ingin mengenal Indah lebih jauh dengan dirinya yang introvert itu.
...****...
Beberapa bulan berlalu setelah hari interview dengan Indah, hanya chat yang menjadi penghubung untuk mereka, walau hanya sekedar bertanyabtentang aktifitas keseharian, makanan kesukaan, saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan yang nyatanya dua hati yang saling merasa jatuh cinta tapi lebih suka untuk saling di pendam.
Ada rasa yang sangat menggebu untuk sebuah pertemuan, untuk melihat senyum yang saling mengambang, pipi yang merona, kata yang saling membisu karena ada rasa yang sulit untuk diungkapkan.
Seperti biasa menjelang tidur, ada chat yang akan di tutup dengan ucapan, “Good night”. Dhani semakin hari tahu banyak tentang background kehidupan, keseharian dan keluarga besar Indah untuk menjadi bahan-bahan penulisan tentang Indah.
Ternyata penulisan tentang seorang Indah Widjaja menaikkan jumlah omset majalah Luxury melonjak drastis bahkan banyak wartawan salut dengan Dhani yag akhirnya mampu meng-interview seorang penulis misterius yang sangat sulit untuk di temui saja.
“Dhani… selamat ya, sesuai janji saya, kamu sudah bekerja keras, kamu telah menaikkan omset penjualan majalan kita 50% dan mengangkat majalan luxury menjadi mjalah yang ter up-to-date, kamu berhak menjadi Assisten Manager, kamu siap-siap minggu depan di acara gathering kita, akan aku umumkan secara resmi” jelas pak Fery
__ADS_1
“Terimah kasih pak atas kepercayaanya, saya akan bekerja dengan lebih giat lagi” timpal Dhani dengan gembira dan membalas jabat tangan pak Fery.
Dhani tidak menyangka, karirnya meninggal beberapa level di atas karyawan yang lain, tidak mudah mencapai tahap tersebut jika hanya menghitung durasi kerja atau masa pengabdian di perusahaan, semuanya di butuhkan kerja keras, ambisi, disiplin dan berkorban banyak hal lainnya.
Dhani sangat bahagia.
Di sudut ruang tersebut ada sepasang mata yang mengawasi, yang tidak suka dengan keberhasilan Dhani, sejak mengenal Indah dia sangat banayk berubah. Dhani hanya menyibukkan diri untuk dirinya sendiri dan waktu luangnya di gunakan untuk berhubungan dengan Indah melalui Telfon, tak jarang dia mendapati Dhani tersenyum saat menatap layar hp nya dan menyebut nama Indah.
Siapa lagi kalau bukan Rasty, wanita yang masih diam-diam menyukai Dhani tapi tak pernah mendapat balasan atas segala pengorbanannya. Awalnya Rasty yakin kalau Dhani hanya akan menjebak dan memeras Indah, sama dengan wanita sebelum-sebelumnya, lebih tepatnya kali ini Dhani hanya ingin dekat dengan Indah untuk mendapatkan berita-berita tentangnya, tapi Rasti salah.
Rasty menyesali segala pengorbanannya, waktu, tenaga dan pikiran. Dalam segala kegiatan Dhani, Rasty lah yang lebih banyak berkorban. Rasty harus membantu Dhani diluar jam kantor, membuat Dhani bahagia dengan memuluskan segala rencananya, termasuk mencari tahu dengan susah payah agent yang bisa menghubungkan dirinya dengan manager Indah, itu tidaklah mudah, dan banyak lagi.
Apalagi saat ini, Rasty merasa habis manis sepah dibuang, setelah Dhani mendapatkan kabar kenaikan jabatan, Dhani meninggalkan Rasty tanpa menoleh sedikit pun. Bahkan untuk sekedar mengingat Rasty ditengah-tengah kebahagiaannya pun tidak ada. Dhani lebih memilih bermain dengan ponselnya membuat Rasty yakin, Dhani sedang memberikan kabar ke Indah bahwa dia telah mendapatkan Promosi jabatan karena dirinya bukan karena bantuan Rasty.
...“finally aku dapat hadiah naik jabatan, thanks ya… semua ini karena kamu”
...
...Sent!...
...“selamat, yang kamu dapat bukan karena siapapun tapi karena usaha kamu sendiri” balas Indah...
Dhani sangat bahagia membaca balasan Indah, Dhani sudah mantap untuk menyatakan perasaanya kepada Indah, tanpa peduli hasilnya akan diterima ataupun di tolak, Dhani sudah sangat bersemangat dan tidak ingin mengundur waktu lagi.
...“Kamu ada waktu nggak? Aku mau traktir makan siang, boleh? Aku juga ingin mengatakan sesuatu”
...
...Sent!...
...“Baiklah,…” balas Indah...
...“well, see you”
...
...Sent!...
...“See yaa” balas Indah
__ADS_1
...