Cinta Seorang Wanita Lumpuh

Cinta Seorang Wanita Lumpuh
Chapter 20


__ADS_3

"Kok diam?"


"Rasty ngga naik jabatan Bi"


"Loh kenapa? Bukannya kalian bekerja sama ya?"


Rasty kembali diam, sedangkan Bibi siti mendekati Rasty, memegang tangan Rasty dan membisikkan sesuatu, "kamu mau bibi bantu? Bibi tahu kamu sakit hati, Bibi akan bantuin kamu balas sakit hati kamu".


Rasty tampak bingung mendengar ucapan Bibi Siti, "Tapi kenapa Bi?"


"karena Dhani punya utang nyawa sama Bibi" jawab Bibi Siti dengan tatapan tajam dan sedikit memerah.


"Baik Bi, nanti Rasty hubungin Bibi kalau Rasty butuh bantuan" ucap Rasty dengan mengedipkan matanya dan berlalu.


...***...


Indah sakit tidak hanya karena patah hati masalah Dhani, tapi Bibi Siti menukar obat Indah dengan dosis yang lebih tinggi, Indah hanya bisa terbaring lemah dan menangis karena tubuhnya sama sekali tidak bisa untuk digerakkan, "aku harap kau cepat mati supaya Dhani bisa merasakan sakitnya kehilangan".


Kehadiran Dimas membuat Bibi Siti sulit melaksanakan rencananya karena Dimas begitu telaten merawat Indah, Bibi Siti tidak kehabisan akal untuk memcelakai Indah dengan menaruh buku yang biasanya Indah baca di tempat yang sedikit sulit Indah raih, dengan tujuan membuat Indah terjatuh dari kursi roda karena Bibi Siti Tahu Indah tidak akan mudah menyerah walau dengan banyak gerakan tapi lagi-lagi Dimas menolong Indah.


Bibi Siti pernah merusak roda kursi Indah tapi Dimas selalu ada disana untuk menolong, akhirnya Bi Siti kembali fokus ke Dhani dengan memanfaatkan Rasty.


Bibi Siti, selalu memberi wejangan yang membuat Rasty semangat untuk melakukan banyak upaya mengelabuhi Dhani.


"Bi, bagaimana selanjutnya?"


"kamu siapain Dhani dengan cewek lain, Bibi akan mengirim pesan ke Indah untuk membuat Indah patah hati melihat Dhani"


Rasty tersenyum licik mendengar penjelasan Bibi Siti, selama ini pesan gelap yang Indah dapatkan semuanya berasal dari Bibi Siti. Membuat Indah dan Dhani terpisah karena kesalah pahaman.


"Bibi mau ngasih tahu kalau Indah setiap saat memberi informasi penting tentang keluarganya ke Dhani, aku yakin Dhani menyimpan semua data itu, kamu bisa memanfaatkannya,"


"aku paham maksud Bibi,"


"nah kan? Lumayan untuk hasil penjualan berita itu nanti. Dan ingat, jangan sampai ketahuan".

__ADS_1


"Siap Bibi".


Rasty melakukan semua yang Bibi Siti sarankan, sampai dengan paket majalah yang tiba di rumah Indah, itu semua Bibi Siti yang menyiapkannya, seakan membakar luka yang Indah rasakan.


...***...


"Aku pasti bisa membalas dendamku ini, kamu sabar yaa.. Sedikit lagi" gumam Bi Siti dengan mengusap sebuah bingkai foto yang berada di tangannya. Bibi Siti kembali meraih hp yang terletak di atas meja kamar Bi siti dan menelfon Rasty,


"gimana?"


"setelah acara malam ini, Tiara akan jebak Dhani untuk tidur bersama Bi".


"Jangan bodoh Rasty, Dhani tidak akan merasa rugi jika harus tidur dengan Tiara, mungkin dia patah hati karena tidak bisa bersatu tapi nantinya dia bisa mencintai wanita secantik Tiara,"


"terus bagaimana Bi?"


"Aku punya Ide, libatkan media"


"jangan, itu bisa menghancurkan karir Tiara,".


Wanita suruhan Bibi Siti tiba di sebuah Hotel, wanita tersebut memiliki riwayat HIV dan Bibi Siti ingin menghancurkan Dhani dengan membuatnya tidur dengan wanita tersebut tapi Rasty yang mengetahui itu tidak tega melakukannya. Walaupun Rasty ingin membalas sakit hatinya, Rasty juga mengingat sedikit kebaikan Dhani. Baginya merampas kebebasan Dhani dengan membuat Dhani mendekam di penjara sudah cukup.


"Anggap saja ini sedikit kebaikan yang bisa aku berikan Dhan," gumam Rasty, kemudian meninggalkan Dhani di sebuah Hotel.


Sejam kemudian, "Media??? Wartawan???" arrghhhhhh" teriak Rasty dengan memecahkan gelas yang di tentengnya.


Drrrrrttt.....


Drrrrtttt.....


"Halo, Ti?"


"Rasty, rencana bodoh apa yang kau lakukan, kau bisa mencoreng nama baikku, kenapa harus ada media Ras????"


"tenang Ti, sebenarnya ini bukan rencanaku, tapi rencana Bibi Siti".

__ADS_1


"aku tidak peduli, dia siapa. Aku hanya ingin, kamu cari jalan keluar dari masalah ini, media akan menyeret namaku Ras.!!"


"Sabar, Ti. Aku akan cari jalan". Timpal Rasty dengan berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Bi Siti Sialan.!!"


Rasty meraih Hp nya dan mencoba menelfon Bibi Siti, tapi tidak dapat terhubung.


Media sudah di hebohnya dengan pemberitaan Dhani dan seorang wanita, begitupun dengan Tiara. Karir Tiara sedikit meredup karena masalah itu banyak kontrak iklan yang membatalkan kerja samanya, Tiara membuat Rasty sebagai dalang penangkapan Dhani dan Rasty mengungkapkan bahwa dia hanya kaki tangan dari Bi Siti.


Pihak kepolisian tidak bisa membuktikan Bi Siti kaki tangan Rasty, karena sejak awal Bi Siti dengan cerdasnya hanya mengenal Rasty sebagai rekan kerja Dhani yang dulu pernah meminta mewawancarai Indah.


"Bibi, bagaimana bisa Rasty menyerer Bibi ke dalam masalah ini?"


"Nak Indah, mana Bibi tahu, ngga ada angin ngga ada hujan kenapa nak Rasty nyerer Bibi,".


"Bener yaa Bi, aku juga bener nggak abis pikir, nyalahin orang kok jauh banget, ibarat Koruptor yang nyeret salah satu masyarakat sebagai oknum padahal hanya sekedar kenal, tahu nama".


Dengan wajah polos Bi Siti, wajah ke ibuannya membuat Indah mengerahkan pengacara terbaik untuk membuat Bi Siti terbebas dari segala tuduhan. Rasty pun demikian, tidak ada pembuktian bahwa dia seorang pemakai dan berkomplot dengan Dhani.


Akhirnya hanya Dhani seorang yang mendekam ke penjara. Beberapa bulan kemudian, Bibi Siti mendapat informasi bahwa wanita tersebut tengah mengandung. Bibi Siti kembali diam-diam menyelidiki anak yang di kandung wanita tersebut, "untung bukan anakmu, jika benar aku akan melenyapkannya". Batin Bibi Siti


Beberapa bulan kemudian, Bayi tersebut terlahir sempurna tapi ibu si Bayi tidak bisa di selamatkan. Mendengar itu Dhani terlihat beberapa kali berkunjung dengan pengawalan beberapa sipir, semua masa penangguhan Dhani digunakan untuk membesuk si Bayi, Dhani terlihat begitu tulus menyayanginya membuat Bibi Siti berniat untuk melenyapkannya.


Bibi Siti diam-diam datang ke rumah penitipan tersebut, untuk berencana menculik bayi yang Dhani sudah anggap sebagai anaknya. Bibi Siti mengendap tapi akhirnya tertangkap oleh beberapa suster Bayi yang menjaga. Bibi siti dengan banyak perlawanan tidak bisa melakukan apapun, disertai bukti CCTV Bibi Siti mendekam di penjara.


"Bibi, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Bibi ingin menculik anak Dhani?"


Mendengar itu, Bibi Siti masih terdiam.


"Bi, cerita sama Indah, jangan diam seperti ini, Indah tidak bisa bantu apapun jika Bibi hanya diam".


Bibi Siti menatap mata Indah dalam,"Bibi benci Dhani dan semua yang terhubung dengannya" jawab Bi Siti


"tapi kenapa Bi? Apa salah Dhani sama Bibi? Indah belum mengerti apapun, Indah ngga nyangka Bi".

__ADS_1


__ADS_2