Cinta Tak Berbekas

Cinta Tak Berbekas
bab 11


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terdengar Cyntia baru saja menutup panggilan nya dengan seseorang, serena yang tadi sedikit berbincang dengan asisten client nya segera bangun dan memperkenal kan dua orang yang sudah menunggu untuk melakukan meeting.


"Nona, ini tuan Kenzo Birly dan asisten nya tuan David. Tuan tuan, ini nona Chyntia Putri..Wakil CEO Person Fashion yang bertanggung jawab untuk kerja sama kali ini. "


ucap Serena sambil memperkenal kan ketiga nya.


Tuan Kenzo segera ikut bangun dari duduk nya, diikuti oleh sang asisten. Mereka lalu saling berjabat tangan dengan cepat.


"Silakan duduk kembali, maaf membuat anda menunggu. "


Chyntia kemudian memencet tombol di samping meja untuk memanggil pelayan.


"Tidak masalah nona. "


jawab tuan Birly sopan. Terlihat jika pria itu sangat elegan dengan setelan jas abu abu yang dia gunakan, pria tampan dan mapan berusia sekitar 28 tahun,Sungguh mengagum kan.


Setelah kedua tamu dari perusahaan Birly itu mendapat kan pesanan mereka, keempat orang tersebut segera memulai meeting mereka. Membahas segala sesuatu dengan serius, mencari dan memecahkan jalan terbaik untuk mencapai sebuah kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan.


Sedangkan di pojok ruangan yang sama, dua pasang mata terus memperhatikan gerak gerik Chytia dan Serena. Mereka tidak lain adalah Key dan Dimas, bahkan sangking intens nya mengamati kedua wanita berkarisma tersebut sehingga membuat beberapa orang yang telah berdiri di depan meja mereka terabaikan.


"ehem... maaf tuan Keyvaro, tuan.. "


pria dengan setelam jas hitam dan membawa sebuah tas di tangan nya untuk kesekian kali nya coba menyapa Key dan asistennya tersebut.


Taakkk...


Tampak salah satu dari rombongan pria yang dari tadi menyapa segera menghentak kan sedikit map ditangan nya keatas meja.


"Ah... "


Key dan Dimas segera tersadar dan bangun dari duduk mereka.


"Tuan Davionso, selamat datang. "


Dimas segera menyapa dengan wajah canggung, sedang kan Keyvaro hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


Pria paruh baya yang bernama Davioso itu terkekeh dengan wajah sinis.


"Tolong kejadian ini jangan terulang kembali, karena waktu ku sangat bearti. Jika bukan karna tuan Yurda pratama, maka aku sudah pasti membatal kan kerja sama ini. "


Di hempas kan tubuh tambun nya ke kursi yang telah di tarik oleh asisten pribadi nya, tampa menunggu tawaran dari anak muda di hadapan nya itu.


"Maaf kan kesalahan kami, ini tidak akan terjadi lagi untuk kedepan nya. "


key membungkuk kan sedikit tubuh nya sebagai tanda diri nya sangat menyesal dengan kejadian tidak mengenak kan ini.


"Itu harus terjadi, karena aku tidak mentolerir setiap kelalaian. "


Wajah tuan Davioso masih terlihat kesal, selain dirinya yang merupakan seorang yang sangat kritis akan waktu. Kedatangan nya yang terabaikan membuat nya merasa terhina.


Karena bukan hal yang baru, jika pria tambun itu merupakan sosok pengusaha yang jujur dan memegang teguh sikap profesional dalam berbisnis.


Seketika sikap dua pria berpengaruh itu berubah drastis, dimas tampak mempresentasi kan dan memberikan point point penting dalam kerja sama mereka kali ini. Tuan Davioso tampak berberapa kali mengangguk kan kepala nya , disela sela diskusi kedua belah pihak.


Setelah hampir setengah jam, kedua nya lantas bangun dari kursi masing masing dan berjabat tangan.


"Aku sangat senang melakukan kerja sama dengan anak muda yang kompetens seperti anda tuan Keyvaro dan tuan Dimas, semoga kedepan nya kerja sama ini berjalan tampa kendala. "


Ucap tuan Davioso dengan wajah ramah, tidak ada lagi kesan sinis yang tadi sempat dia tunjuk kan.


"Pasti tuan, terima kasih untuk waktu nya. "


Tuan Davioso terkekeh pelan, kemudian kembali mengangkat bibir nya.


"Kalian mengenal dua wanita yang sedari tadi kalian perhatikan dengan tatapan memuja? "


tanya nya dengan gelak tawa yang kini pecah.


Key yang hanya mengerut kan kening nya merasa penasaran dengan maksud pria paruh baya di hadapan nya itu.


Tangan tuan Davioso terulur dan menepuk pelan pundak Keyvaro.


"Mereka adalah nona Chyntia dan nona Serena, kedua nya merupa kan anak muda yang begitu berpengaruh dan menempati posisi tinggi di perusahaan ternama. "


Keyvaro yang tadi menanggapi datar ucapan tuan daviosa segera menyipit kan mata nya. Dimas yang berada disebelah Key pun, tidak bisa untuk tidak merasa penasaran.


"Baik lah, kami akan pergi terlebih dahulu. Sampai ketemu di meeting berikut nya. "

__ADS_1


ujar tuan Davioso dengan senyum tipis dan kemudian berbalik pergi, diikuti asisten dan para bodyguard nya.


🌿🌿


Sementara di meja yang berbeda, tampak Chyntia dan Serena juga mulai mengakhiri acara meeting mereka. Terlihat keempat orang yang sedang melakukan kesepakatan bisnis itu bangun dari duduk mereka dan saling berjabat tangan.


"Senang berkerjasama dengan anda tuan Kenzo Birly .. "


Chyntia membungkuk kan sedikit badan nya tanda sebuah kehormatan bagi mereka karena telah sepakat untuk bekerja sama.


Pria berusia 30 tahun itu pun ikut membungkuk kan sedikit tubuh nya. Dengan gaya yang sangat elegan dan senyuman tipis di bibir nya.


"Sebuah kehormatan bagi perusahaan kami karna telah mendapat kan kesempatan besar ini nona. Semoga kita bertemu kembali di kerja sama selanjut nya. "


Ucapan pria elegan tersebut di balas Chantia dengan senyuman tipis namun terlihat sangat mempersona.


"Saya berharap pertemuan selanjut nya perusahaan kami bisa melakukan kerja sama dengan ruang lingkup yang lebih luas dengan perusahaan anda. ''


Pria berpengaruh tersebut tersenyum lebar mendengar jika mereka seperti nya akan menjalin kerja sama dalam waktu yang cukup lama.


" Kami menanti gebrakan gebrakan hebat dari perusahaan anda. "


Ucapan pria berpengaruh itu terputus saat asisten pribadi nya mulai mendekat dan berbisik dengan sangat serius.


"Oh.. baik lah, kami harus segera pergi untuk melakukan pertemuan lain nya. " Chintia hanya menggangguk pelan tampa mengeluarkan suara nya.


"Sampai bertemu kembali. "


sambung Pemimpin Birli Cooperation tersebut, kemudian berbalik meninggal kan meja tempat tadi mereka melakukan negosiasi.


Aura pemimpin menguar dari cara nya berjalan, diikuti asisten dan para bodyguard nya. Sampai langkah kaki nya berhenti saat melewati sebuah meja private yang seperti nya juga baru melakukan pertemuan bisnis.


Bibir nya melengkung di saat kaki kaki jenjang milik nya berhenti tepat di samping meja yang di tempati oleh dua pria yang terlihat sangat dikenali nya itu.


"Tuan muda Pratama.. senang bertemu dengan mu disini. "


Sapa nya dengan santai, namun terdengar sangat memprovokasi.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2