
.
.
...****************...
Hari dimana peresmian sebuah perusahaan yang nama nya menggemparkan dunia bisnis akhir nya tiba.
Tidak sedikit para pencari berita berlalu lalang di depan bangunan pencakar langit yang baru saja selesai dengan sempurna, namun penjagaan yang ketat membuat mereka tidak bisa berada di jarak yang dekat untuk melihat siapa pemilik dan orang orang yang berada di ruang lingkup perusahaan misterius tersebut.
Di dalam istana besar milik Abraham Nugraha, empat orang berbeda generasi itu duduk santai sambil menikmati berbagai jenis menu sarapan. Tanpa mengeluarkan obrolan, yang terdengar hanyalah dentingan sendok dan garpu yang saling beradu.
"Cya.. "
akhir nya tuan Abraham memulai percakapan setelah menyelesaikan sarapan milik nya.
Ketiga wanita itu segera meletak kan peralatan makan mereka. Chyntia mendongak kan wajah nya, menatap teduh kearah sang daddy.
"Daddy ingin mengatakan, jika malam ini adalah malam peresmian gedung baru perusahaan kita. "
Seketika wajah ceria itu mengerut kan kening nya, tentu perubahan yang terjadi dapat di tangkap oleh pria dengan mata jeli tersebut.
"Apa ada masalah sayang? "
Tanya tuan Abraham lagi dengan lembut.
Dengan cepat Cya mengubah ekspresi nya, lalu menggeleng kan kepala.
"Bukan apa apa dad, Cya hanya tidak terbiasa bertemu kolega daddy dan mommy. "
ucap Chyntia menyungging kan senyuman tipis.
Serena hanya bisa meneguk kembali gelas jus yang berada di depan nya, mendengar dan menyaksikan interaksi sahabat sekaligus atasan nya.
"Sungguh penyembunyi kebenaran yang handal. "
puji Serena didalam hati sambil sedikit tersenyum. Hal itu tidak luput dari pantauan Chyntia, membuat nona muda itu menajam kan pandangan nya.
"Ehem.. "
Dengan cepat Serena kembali meneguk jus milik nya hingga tandas.
"Seren.. apakah kamu merasa tidak nyaman sayang? "
__ADS_1
Tanya mama nya chyntia dengan penuh perhatian.
Serena mengeleng kan kepala nya cepat.
"Tidak mommy, saya baik baik saja. "
ucap nya sambil tersenyum lembut.
sungguh, berada di dalam keluarga teman sekaligus patner nya itu sangat menyenang kan.
"Baik lah.. "mommy Chyntia tersenyum lembut.
" Bersiap lah, kakak mu juga akan pulang dan langsung menemui kita di pesta peresmian perusahaan yang akan jadi milik kalian berdua nanti nya. "
pria berkarisma itu kembali melanjut kan ucapan nya.
Chyntia yang tadi nya tersenyum senang saat mendengar nama sang kakak, kini kembali mendatarkan ekspresi nya.
"Ayolah sayang, ini sudah saat nya. Daddy sangat lelah harus mengurus semua nya hanya berdua dengan kakak mu, kamu putri nya daddy bukan? "
pria itu menampilkan raut wajah menyedihkan nya, berharap sang putri akan luluh.
Chyntia menunduk lemah.
" Dad, chya mohon. Hargai keputusan chya untuk berdiri di kaki chya sendiri. "
"Pergi lah sayang, kalian harus kesalon untuk tampil memukau semua orang malam ini. "
Wanita yang masih cantik dan sexy itu tersenyum menatap Chyntia dan Serena.
Serena mengerjap bingung, lalu berdehem.
"Apakah saya harus datang juga mommy? "
Tanya nya canggung.
"Tentu, kamu putri mommy juga. "
Tuan Abraham mengangguk membenar kan ucapan dari istri nya.
"oh.. baik lah. "
Serena tersenyum canggung.
__ADS_1
"god.. kenapa ini kebetulan sekali dengan peresmian cabang perusahaan kami yang baru. "
batin Serena kembali meneguk jus milik nya yang kini bahkan sudah kosong, membuat nya memeriksa gelas ditangan nya dengan seksama membuat tuan Abraham dan nyonya Naila mommy nya Cynthia terkekeh pelan.
"Apa yang kamu lakukan? "
Chyntia menyenggol gadis di sebelah nya.
Serena bahkan tertawa dengan kelakuan nya yang membuat nya merasa lucu.
"Maaf kan saya, jus ini sangat enak. "
Dia bahkan harus membuat alasan yang membuat semua orang menahan tawa.
"ayo kita harus segera bersiap bukan? "
Dengan cepat menarik tangan chyntia untuk mengurangi rasa malu.
Pasangan suami istri itu hanya menggeleng kan kepala mereka melihat tingkah sahabat putri mereka itu. Mereka bahagia, putri mereka di kelilingi sahabat yang memberikan pengaruh positif.
"Dad.. "
Nyonya Naila mengelus pelan tangan suami nya.
Pria itu mengalih kan pandangan nya, menatap wanita yang selalu mengisi hati nya tanpa pernah bergeser sedikit pun.
"Aku tahu, aku tidak akan memaksa nya untuk berada diperusahaan ku. Terlepas dari apa yang telah dia lakukan di negara X, kita hanya perlu menunggu dia memberi kejutan. "
pria itu tersenyum tipis, mengingat sekuat apapun kekuasaan nya. Menembus kehidupan nya adalah sesuatu yang begitu mustahil. Mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari tahu apa yang telah putri nya lakukan di negara besar itu pun , diri nya merasa kalah. Sehingga sebuah peringatan keras dari sang putri semata wayang kerajaan bisnis Abraham Nugraha membuat nya menghentikan semua usaha nya untuk mencari tahu.
Dan melihat putri nya hidup baik baik saja dan berkecukupan, itu adalah jawaban untuk ketakutan yang dia rasakan.
"Hah.. putri kita sudah dewasa mom, bahkan diri nya terlihat begitu kokoh seperti daddy nya. "
puji tuan Abraham sambil mengelus tangan istri tercinta nya.
"Daddy ini, aku mommy nya. Tentu dia akan sekuat aku. "
nyonya Naila mengedip kan sebelah mata nya, sehingga kedua pasangan suami itu kembali tertawa bahagia.
.
.
__ADS_1
bersambung
Hy all, maaf jika author terlalu lama menghilang. Author menepi terlebih dahulu menenang kan diri, kini kembali menulis untuk menyalurkan hobby. semoga kalian kembali mendukung author 🥰