
.
.
...****************...
Beberapa pasang mata langsung berbalas pandangan dengan sengit, seakan ingin saling memangsa satu sama lain.
'' Oh.. anda sangat terlihat waspada saat mendengar sapaan dari saya tuan muda Pratama..dan tuan muda Sanjaya ! "
Keyvaro tersenyum sinis, lalu menatap wajah tamu tak di undang itu dengan tatapan tidak kalah angkuh.
"Ck.. Dunia begitu sempit hingga kita bertemu disini bukan? "
Di toleh kan kepala nya kearah tempat dimana dua wanita cantik itu berada. Namun seperti nya, kedua wanita itu begitu tenggelam didalam dunia mereka sendiri, hingga tidak peka dengan di sekelilingnya.
Pria yang sering di panggil dengan sebutan tuan muda Kenzo itu kembali tersenyum miring,ditambah saat menyadari kemana arah mata orang yang berada dihadapan nya itu tertuju.
"Cantik dan sangat elegan bukan... Kali ini saya pastikan, anda tidak akan kembali menang untuk kesekian kali nya. "
Pria itu menekan kan setiap kalimat yang keluar dari bibir merah nya itu.
Key terkekeh pelan, lalu menatap lekat wajah tengil pria dihadapan nya.
"Percaya lah, anda telah kalah sebelum bertarung tuan muda Birli.. "
Dimas ikut tersenyum , kemudian menepuk pelan pundak sahabat sekaligus atasan nya itu.
"Mari tuan, kita akan melakukan meeting selanjut nya. "
Kenzo merapikan jaz nya kembali, lalu saling berbalas tatapan dengan Key sebelum langkah nya kembali membuat para wanita didalam restauran itu seakan ingin meledak.
Langkah kaki mereka yang terlihat sangat tegas dan menampakkan sisi dari kalangan atas yang tidak bisa di usik membuat semua orang seakan berdecak kagum.
Seorang bodyguard langsung membuka kan pintu mobil mewah yang telah terparkir rapi dan membawa tuan muda penerus kerajaan Birli itu pergi dari sana.
...----------------...
Mata elang milik Kayvaro menatap ganas jejak kepergian orang yang baru saja membuat hari nya akan semakin panas itu.
"Shitt.. Kenapa harus bertemu dengan nya disini ?"
di hentakkan tangan nya ke atas meja dan membuat semua mata pengunjung yang berada di restauran itu menoleh.
Dimas segera memanggil seorang waiter kembali.
__ADS_1
"Cepat hantar kan segelas jus lemon untuk tuan muda Key. "
Waiter segera pergi setelah mendapat kan pesanan dan segera akan membuat kan nya.
"Tenang kan diri mu Key, kita sedang berada di luar. "
Tegur Dimas, sambil menyodor kan segelas jus yang baru saja di antar kemeja mereka.
Glek..
Jus itu tandas begitu saja tampa bertahan lebih lama.
"Ini sudah lama sekali Key, jangan terprovokasi lagi dengan nya. "
Dimas kemudian memberes kan berkas berkas yang masih tersusun di atas meja. Kemudian memberikan nya pada salah satu bodyguard yang berdiri siaga.
Tak.. Tak.. tak
Suara sepatu hills terdengar melangkah makin mendekat, membuat kedua pria tampan itu segera mengangkat pandangan mereka.
Dua wanita cantik segera menyambut tatapan kedua orang yang tadi sempat memanas.
" Selamat siang tuan Keyvaro dan tuan Dimas."
Dimas segera bangun dari duduk nya.
"Selamat siang kembali nona "
ucap nya sambil mengangguk kan kepala nya.
Sedang kan Key dan Chyntia hanya saling menatap datar tampa ekspresi. membuat Dimas sedikit terlihat tegang.
Diluar dugaan, gadis yang notabene merupakan orang yang susah di tebak itu berjalan sedikit mendekat kearah Keyvaro.
"Senang bertemu dengan anda disini tuan.. muda Pratama. "
Senyuman tipis terbit di bibir berwarna nude itu.
Key hanya menatap datar sambil memain kan jari jari nya di atas meja.
"Apa yang sedang nona muda Abraham Nugraha lakukan disini? "
Tanya nya tampa menghirau kan sapaan dari gadis yang sebentar lagi akan menjadi istri nya itu.
Cya terkekeh pelan namun terlihat sangat elegan. Sedang kan Dimas kini bahkan telah melotot kan mata nya mendengar pertanyaan yang agak sedikit aneh itu.
__ADS_1
"Bagaimana lu bisa berubah sebodoh ini bos.. "
batin Dimas.
"Ah.. Banyak hal yang orang lakukan jika sudah berada di restauran tuan, anda bisa memilih ingin jawaban yang seperti apa. "
ucap Cya sambil mengibas kan rambut nya.
"Senang bertemu anda kembali. "
Setelah menyelesai kan kalimat nya, dua wanita cantik itu berlalu begitu saja tampa ingin berlama lama. Membuat Key semakin panas dan menatap tajam kedua nya.
"Heh.. berani sekali dia mengabai kan aku. "
Di longgarkan dasi yang melilit di kerah kemeja nya itu.
'Lihat saja, aku akan membuat hari hari nya seperti neraka. "
umpat Key lagi dengan wajah kesal.
Dimas kembali menjatuh kan bokong nya kekursi.
"Seperti nya, hari hari lu nanti nya bos.. tidak akan mudah. "
Key menatap sinis kearah sahabat sekaligus tangan kanan nya itu.
"Aku yang akan membuat hari hari nya tidak akan berjalan dengan mudah. "
Tret.. trett.. treett
Getaran yang berasal dari ponsel milik Key membuat pembicaraan kedua nya terputus .
Satu nama menyambut sepasang bola mata yang tadi terlihat kelam.
"Sherly..
Satu nama itu juga berhasil membuat Dimas menatap datar penuh rasa tidak suka.
" Ini lah neraka yang sesungguh nya.. "
batin Dimas sambil membuang nafas nya dengan kasar.
.
. bersambung
__ADS_1