Cinta Terpendam Sahabatku

Cinta Terpendam Sahabatku
Rasanya Sakit


__ADS_3

Sudah 2 hari,aq ara & tiank menjaga jarak. rasanya hari-hariQ tak berwarna,tak ada lagi celotehan si jutek tiank,tak ada lagi keusilan ara,tak ada lagi saling berebut perhatian dariku. walau ada fitri,fifi & ratu tpi mereka tak bisa menggantikan ara & tiank dhatiQ yg selalu membuatQ tersenyum ceria.


seperti pagi ini tak sengaja aq berpapasan dgn ara


"eh maaf,aq g liat tdi,,, maaf ya "ucapku


tpi sedikit pun ara tak menanggapiku malah berlalu pergi seakan tak melihatku


"araaaaa,tunggu" teriakku mengajarnya


tpi tak sekali pun ara berbalik atau berhenti. sungguh sakit rasanya, bukan yg seperti ini yg aku inginkan.


aq berhenti mengejar ara,aq hanya bisa menatap punggungnya yg kian menjauh menghindariku.


"ara,maaf... aku yg salah,ara ku mohon maafkan aku" tangisku lalu berbalik mau masuk kekelas


ternyata ada tiank dibelakangku


"maaf tiank,aq tak tau kalau kamu ada dbelakangku"ucapku lirih sambil menatap sendu.


tiank pun tak mengubrisku bahkan berlalu pergi sama seperti sikap ara kepadaku

__ADS_1


"tiaaaank,aku mohon maafkan aku,,,,


aku tak mau seperti ini!" teriakku


tpi masih tetap sama dgn ara tiank pun makin mempercepat langkahnya & tak menghiraukan teriakanku...


aku melangkah masuk kekelas, dsana sudah ada fitri & ratu


"ira kamu kenapa nangis?" tanya fitri


"siapa yg buat kamu nangis sih Ra" Ratu pun bertanya khawatir


"aku izin pulang ya,aku lagi g enak badan ini"elakku lalu bergegas mengambil tas & beranjak keluar


Diparkiran


"ayo naik Ra" ucap fitri sambil membukakan pintu mobilnya untukku


aku pun masuk


fitri menyalakan mobilnya lalu mengantarkanku,tpi bukan mengantar sampai drumahku malah fitri membawaku ke cafe tempat nongkrong kami (aq,ara,tiank,fitri,fifi & ratu)

__ADS_1


"Ra,kamu sebenarnya ada masalah apa sih sama ara & tiank,aku perhatikan kalian seakan menjauh satu dengan yg lainnya?" tanya fitri


aq diam


"Ra,cerita donk ke aku klo kamu masih menganggap aku sebagai temanmu!" ucap fitri sambil memegang tanganku & menatapku


"tri,huhuhuhuhuhu"tangisku


"aku yg salah,aku yg menginginkan semua ini,tpi aku sendiri yg tak bisa,bukan seperti ini yg aku harapkan"jawabku sambil menangis tersedu-sedu...


"maksud kamu apa sih,jelaskan ke aku Ra,aku tdk paham" ucap fitri


"coba jelasin keaku kamu kenapa & siapa yg kamu maksud"lanjut fitri


"Tri,kemarin dulu aku menyuruh tiank & ara menjaga jarak,aku mengatakan ke mereka klo aku ingin bebas bergaul dgn teman-teman selain mereka,aku menyuruh mereka tuk menjauh dariku & tak saling sapa selama seminggu,tapi tri aq sendiri yg tak bisa,aku merasa ada yg kurang saat mereka tak ada didekatku,aku merasa sakit saat mereka mencuekiku bahkan tak mau melihatku" sambil nangis aq cerita ke fitri


"tri ini baru 2 hari kami tak saling bicara tpi rasanya aku sudah tak sanggup tri, bagaimana caraku agar mereka mau lagi berteman dgnku,tri tolong aku" tangisku makin tersedu


"Ra, sabar aja ya,tunggu beberapa hari lagi biar mereka bisa kembali seperti dulu,entar deh aku coba bicara ke mereka" hibur Fitri


"sekarang kamu berhenti nangisnya,g malu apa diliatin pengungjung cafe,entar mereka mengiri kita ini pasangan lagi,aku g mau ya, , , aku itu masih normal tau" canda Fitri

__ADS_1


"Tri makasih ya udah nemenin aku & ngedengerin curhatanku" pelukku sekali lagi


__ADS_2