
"Cinta tak mengenal marga, ketika hati sudah luluh olehnya, kita tak akan bisa berbuat apa-apa. Walaupun berusaha keras melupakannya, kita tak akan bisa. Karena sesungguhnya, hati ini sudah mencintainya"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
06.00
Kring......Kring.....Kring.....Deep
"Hoooaaammm, duh dah pagi aja"
Terdengar suara uapan gadis yang baru bangun dari tidurnya. Dia langsung bergegas kekamar mandi, 15 menit kemudian dia keluar kamar mandi dengan tampang yang segar, dan tubuh yang wangi. Seperti biasa, dia langsung sarapan dengan sepotong roti dan segelas susu, setelah itu dia berangkat lari pagi ketaman.
Dia menyusuri jalanan menuju taman dengan lari pelannya. "Haaaahh... huufftt" terdengar suara tarikan serta hembusan nafas gadis itu.
"Hai", "Mbak", "Selamat pagi", banyak orang berlalu yang menyapanya, dan dia hanya tersenyum tipis pada orang itu.
"Bukanku tak tersipu huumm... bukanku tak butuh kata-kata... tapi ku meragu apa kau anggap cinta ini...nanna...nnana"
Terdengar suara nyayian gadis itu sambil dia berlari. Dia sangat menikmati pemandangan yang dilihatnya. Tak berapa lama dia sampai ditaman, dia mengarah ke arah sinar matahari
disana dia melakukan senam kecil, setelah itu dia duduk dibangku yang tersedia. Dia duduk disana dengan santai.
Boomm...Shyekk...Shyekk...Boomm.... terdengar dering handphone milik gadis itu, dia pun segera mengangkatnya.
"Halo, dengan Catering Family. Ada yang ingin dipesan?" Ia sontak menjawab
"Catering catering, pulang kamu anak nakal. Kemana kamu pagi-pagi gini pergi?" jawab dari seberang
"Hah?, anak nakal? maaf ini dengan siapa?" jawab gadis itu
"Dasar anak nakal, kamu tak simpan nomer Mamamu" jawab penuh amarah dari seberang
"Mama? maaf mungkin anda salah telfon"
"Anak sialan kamu cepet sini pulang. Mama tunggu kamu15 menit tak datang, kena kamu"
__ADS_1
"Maaf, anda siapa sih? anda stre...." belum selesai menjawab telfon sudah dimatikan oleh orang diseberang
Gadis itu tak mempedulikan telfon tadi, dia hanya mengira bahwa itu pasti orang yang sedang jahil. Karena banyak kejahilan seperti itu terjadi. Dia melanjutkan duduk santainya sambil memandang ponselnya, dia mengecek apakah ada pesan dari pelanggannya. Dan benar ternyata sudah beberapa pesan yang dia terima. Ada beberapa pelanggan yang memesan catering. Tanpa menunggu lama dia langsung beranjak dari bangku dan berjalan pulang menuju rumahnya, untuk bersiap berangkat ke toko catering.
Tak butuh waktu lama dia sudah sampai dirumahnya, lebih tepatnya rumah orang tuanya. Dan saat itu dia sangat kaget dengan pemandangan didepan rumahnya. Ternyata telfon yang dia terima itu benar bukan asalan.
Disana dia sudah melihat ada Mamanya serta adik laki-lakinya yang super cuek. Seketika atmosfer sekitar langsung berubah ke aura kehitaman. Gadis itu bingung apa yang harus dia perbuat? dia seakan terjebak dalam jeruji besi tak dapat kemana-mana.
"Anak nakal kesini kamu" ucap seorang wanita parubaya dengan penekanan disetiap katanya
Gadis itupun tak bisa berbuat apa-apa. Dia ingin sekali lari kemana saja, namun kakinya tak dapat diajak bersahabat. Dia langsung menuju ke arah wanita parubaya itu. Tatapan wanita itu penuh kekesalan, seakan seperti bom yang akan meledek. Sebelum meledak gadis itu pun mencegah dengan triknya.
"Aduh, gawat nih. Pasti kena marah atau gak hukuman. Harus tenangin dulu ini bahaya kalo meledak diluar" bisik gadis itu dalam hati
"Mama... Mama udah pulang kenapa gak kasih kabar. Uhh Yol kangen" ucapnya sambil memeluk wanita parubaya itu
PLAKK......
Satu pukulan telah mendarat dipantat gadis itu.
PLAK........
"Awww... awww...." ampun Mama
"Kamu..." ucap wanita parubaya dengan penekanan
"Lohhhh ini bukanya Bu Araya ya? wah sudah pulang dari kampung ya bu" tanya tetangga sebelah
"Eh Bu Mika, iya bu saya baru pulang ini" jawab wanita itu seketika ekpresinya langsung berubah 360 derajat.
"Huufft, untung ada tetangga mending aku masuk dulu ah. Kabur kabur, heheh" batin gadis itu dalam hati
Tak menunggu lama gadis itu sudah masuk kedalam rumah diikuti oleh adiknya. Sedangkan wanita parubaya itu masih asik berbincang dengan tetangganya. Menyadari anaknya yang hilang, wanita itu langsung menyudahi mengobrolnya dengan tetangga.
"Anak gak berbhakti" ucap wanita itu dalam hati
__ADS_1
"YOOLLL....."
Teriak wanita itu saat baru masuk rumah. Dan dilihatnya anaknya itu malah asik main hp tak memperhatikannya. Tanpa basa basi langsung ditarik telinga gadis itu.
"Aww.... aduh..... sakit" ucap gadis itu
"Kamu, Mamanya datang gak disambut, malah asik main hp. Dimana-mana orang yang baru datang itu disambut, apalagi keluarga. Terus tadi pagi-pagi kamu kemana? Mama telfon malah ngira Mama orang lain? kamu tak simpan nomer Mamamu sendiri" wanita itu langsung meceramahi anaknya dengan berbagai kata
"Aduhhh...sakit...lepasin dulu ini..." ucap gadis itu sambil memegang telinganya yang merah
"Huh, sabar dong Ma. Satu-satu kalo nanya itu nih lihat mulut cuma satu. Jadi sabar dong nanyanya" ucap gadis itu sambil menunjuk bibirnya
"Huufft...dasar kamu bikin orang kesel"
"Salah siapa kesel. Dia sendiri juga yang bikin kesel coba gak kesel kan enak"
"Kamu, mau Mama hukum lebih lagi ya" ucap wanita parubaya sambil berdiri
"Ah, ya ya ya ampun Mama. Mending Mama duduk dulu ya" ucap gadis itu sambil menuntun wanita parubaya itu kekursi
"Huftt, kamu ini. Jadi tadi pagi kamu dari mana? terus kenapa nomer Mamamu tak kamu simpan?" tanya wanita itu
"Aku tadi habis lari pagi Ma ketaman, terus soal kenapa nomer Mama tak kusimpan? itu karena aku baru beli hp baru hihihi, hp kemarin rusak soalnya"
Ting...
Hp gadis itu berbunyi pertanda ada pesan masuk, dia langsung melihatnya. Ternyata sudah ada pelanggan yang menunggu pesannannya. Dia langsung bergegas kekamar untuk bersiap.
"Ma, aku kekamar dulu ya mau siap-siap berangkat ketoko" ucap gadis itu dijawabi anggukan oleh Mamanya
15 menit kemudian dia sudah siap, dia berpamitan dengan Mamanya lalu pergi ketoko. Toko ini adalah milik keluarganya, tapi untuk sementara dia dulu yang mengurusnya.
Yol adalah nama panggilan dari Yolanda Anastasya, yang tak lain adalah nama gadis itu. Berasal dari keluarga yang sederhana namun hidupnya bahagia walaupun mengalami banyak masalah, karena keluarganya selalu ada untuknya. Dia memiliki adik laki-laki yang cuek bernama Gio Mahesa, serta adik perempuan yang masih polos bernama Diyana Syakira. Putri Araya adalah Mamanya walaupun dia sedikit jahat namun dia sangat sayang pada anak-anaknya. Wardana adalah nama Ayahnya dia sangat pekerja keras. Keluarga Yol adalah keluarga dari desa yang merantau ke kota. Dikota keluarganya memulai bisnis catering yang sederhana, sekarang sudah cukup terkenal dan sudah mempunyai toko catering sendiri. Keluarganya ini pekerja keras dan tak pernah menyerah juga sangat ramah pada orang lain.
Tak butuh waktu lama Yolanda sampai ditokonya, ternyata beberapa pekerja sudah menunggu didepan toko. Memang biasanya toko buka lebih pagi namun karena ini hari libur, dia buka sedikit siang. Dia pun langsung membuka toko dan segera semua pekerja menyiapkan apa yang telah di pesan oleh pelanggan. Yol juga berkeliling mengecek para pekerja yang menyiapkan makanan, barang kali nanti ada yang salah.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=
TBC