Cinta Tuan Muda Gerland

Cinta Tuan Muda Gerland
Perintah!


__ADS_3

Didepan rumah yang besar turunlah pria dengan tubuh yang gagah serta pakaian yang serba hitam dari dalam mobil. Pria itu berjalan dengan angkuh kedalam rumah diiringi dengan para pengawalnya.


"Dimana dia?." Tanya pria tersebut dengan suara besar sambil melonggarkan dasinya.


"Dia sudah ditempat Tuan." Jawab salah satu pengawal yang ada dibelakangnya.


Pria itu pun segera menuju tempat itu yang tak lain adalah ruang bawah tanah. Dia hanya ditemani dengan asistennya serta satu pengawalnya karena, tidak semua orang bisa masuk ke ruangan tersebut.


"Tolo... ng... sa... ya....." Terdengar rintihan dari dalam ruang bawah tanah.


Pria itu pun segera masuk ke dalam. Lalu ia duduk di kursi besar sambil menyilangkan tangannya kedalam dan menatap sinis pada wanita yang tangan dan kakinya sedang digantung borgol.


"Am... puni... say... ya....." Suara rintihan dari seorang wanita yang ada di depannya.


"Ckck... suara yang bagus" Kata pria itu sambil tersenyum sinis.


"Ternyata kamu kuat juga, sudah tidak makan 3 hari masih saja hidup"


"Lepas... kan... sa... ya...."


"Kenapa minta dilepas? Bukankah kamu suka bermain? Apa kamu lapar? Haus?" Tanya pria itu dengan senyum sinis.


"Al, kasih dia minum air yang ada digelas itu."


Sambil menunjuk gelas yang ada di sebelahnya.


Al adalah Albert yang tak lain yaitu asisten pria itu. Al langsung meminumkan air pada wanita itu dengan langsung di terimanya, karena dia juga sudah sangat haus. Dia tak tahu bahwa air tersebut telah di campuri suatu cairan.


"Bagaimana sudah cukup atau masih kurang?."


"Ka... mu... ke... jam...." Ucap wanita itu sambil mengangkat kepalanya.


"Hah, apa aku tak salah dengar? Ck wanita munafik." Kata pria tersebut sambil memandang tubuh wanita itu.


"Hem... walaupun kamu munafik, tubuh kamu bagus juga... X kamu lepas semua kain yang menempel di tubuhnya"


"Siap Tuan." Kata X yang tak lain adalah pengawalnya.


Setelah X selesai melepaskan semua kain yang ada ditubuh wanita itu, pria tersebut menggerakan tangannya, pertanda ia menginginkan sesuatu. Mengerti kemauan Tuannya Al langsung memberikan barang itu yang tak lain adalah sebuah pisau.


Walaupun pisau tersebut kecil namun itu adalah pisau kesayangannya, dia sudah memilikinya sejak dia masih kecil. Pisau itu dia beli lewat hasil uang kerja kerasnya sediri.

__ADS_1


Tak menunggu waktu lama pria itu langsung bangun dari duduknya dan mengarah ke arah wanita yang sudah tak memakai sehelai benang pun.


"Hem, tubuh yang sangat indah. Tapi sayang, tubuh ini sudah menjadi bekas pria kotor." Ucapnya sambil mengangkat dagu wanita itu dengan pisau.


"A... ku... ti... dak... sa... lah... hah... a... ku... difit... nah...." Ucap wanita itu dengan lemas.


"Difitnah katamu? Hem, mungkin kalo aku tidak datang hari itu. Aku tidak bisa mendengar suara desahanmu yang begitu indah."


Dia melepaskan pisaunya dari dagu lalu mengarahkan pisaunya pada bagian ******** wanita itu.


"Uh... begitu indah baby, tenang baby aku menyayangimu aku akan melakukannya dengan langsung. Sehingga kamu akan sangat menikmatinya." Kata pria itu sambil mengarahkan pisaunya ke bagian atas.


"Uhm... ja... jang... an..."


"Kenapa baby, bukankah kamu mencintaiku! Kamu rela berkorban demi aku kan?."


Srreekk....


goresan kecil tercipta dan darah segar mengalir dari bagian tas kewanitaan milik wanita itu. Suara terikan serta tangisan wanita itu memenuhi seluruh ruangan.


"Hiks... sa... kit... seka... li.... hiks...."


"Hiks... hiks... ka... mu... ja... hat...."


"Jahat? Kamu baby yang jahat, kamu selingkuhin aku. Jadi sakit ini tidak ada artinya sama perbuatan kotormu itu."


Tak puas dengan hal itu dia mengarahkan pisaunya ke bagian payudara wanita itu. Dia putar-putar pisaunya mengelilingi dua payudara itu.


"Baby, ini begitu besar dan sangat memukau. Apakah ini sudah dirasakan oleh pria mu itu? Pasti sudah ya, sayang sekali... bagaimana kalo di hias sedikit biar tampak wow."


Dia langsung menggambar garis-garis yang tak beraturan di atas payudara itu, lalu darah merah segar sedikit demi sedikit terus keluar.


"Uwah... sak... kit... hiks...." Erangan wanita itu.


"hihihihi... kamu imut sekali baby, suka deh lihatnya."


Pria itu terus menerus menggambar garis-garis pada tubuh wanita itu dari payudara turun ke perut lalu ke paha dan ke kaki, dia melakukannya dengan sesukanya.


Drtt... Drtt... Drtt....


Saat sedang asik melakukan permainannya Hp pria itu berbunyi pertanda ada telfon masuk. Terpaksa ia menghentikan permainannya lalu mencuci tangannya. Setelah itu dia mengangkat telfonnya.

__ADS_1


"Halo, siapa?" Tanyanya sambil berjalan ke kursi untuk duduk.


"Halo anak Mama... kangen deh." Jawab orang di seberang yang tak lain adalah Mamanya.


"Kenapa?" Tanyanya dengan malas.


"Ih, biasa aja dong sayang. Oh ya, kamu kan udah lama gak pulang ke—"


"Gak mau pulang!"


"Kamu... Mama belum selesai bicara dijawab. Gak mau tahu besok kamu pulang... tut."


"Huft... sialan"


Pria itu kesal karena perintah dari Mamanya tadi, sebenarnya dia tak ingin pulang ke rumah besarnya dia malas kalo harus bertemu dengan banyak keluarganya. Tapi dia juga tidak bisa menolak perintah Mamanya, karena hanya Mamanya lah yang sering mengerti perasaannya.


Dia pun segera bergegas keluar dari ruang bawah tanah dan dia juga tak lupa dengan wanita itu, dia menyerahkan wanita itu pada X untuk diurus karena dia sudah cukup muak dengan wajah wanita itu.


Setelah keluar dia langsung menuju ke kamarnya dan langsung mandi untuk menyegarkan badannya. Dia keluar dari kamar mandi dengan baju santainya, lalu membuka laptop untuk mengecek pekerjaannya.


Malam hari tiba, dia turun ke lantai bawah untuk makan malam. Selesai makan dia menyuruh Al untuk memesankan tiket pesawat agar dia bisa kembali besok ke rumah besarnya. Lalu dia kembali lagi ke kamarnya untuk tidur.


Sinar matahari menyinari kamar milik pria itu, pria itu pun bangun lalu bergegas mandi dan turun ke bawah. Dibawah Asistennya sudah menunggunya, tak butuh waktu lama dia langsung bergegas pergi ke bandara dengan asistennya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menempuh waktu lama sekitar 3 jam


dia kini sudah sampai di bandara.


"Marmar...." Suara teriakan.


Merasa tak asing dengan suara itu dia pun menoleh dilihatnya ada orang yang melambai kepadanya. Orang itu pun menghampirinya.


"Marmar... udah lama gak ketemu." Ucap orang itu sambil memeluknya.


Marmar adalah nama panggilan dari Mario Gerland Hendric. Itu adalah nama pria itu, pria yang tinggi, putih, keren, ganteng, seperti itulah dia. Sikapnya cool pada orang asing terutama pada orang yang sok kenal dengannya. Karena sikapnya yang cool dia tak sebegitu akrab dengan keluarganya, dia hanya akrab dengan Mamanya serta dua sahabatnya yang sudah menemaninya sejak kecil. Selain cool dia juga disiplin, dia tak suka ada kelalaian kecil dalam pekerjaannya. Kadang dia juga bisa berubah jadi pria yang kejam pada orang yang sudah megkhianatinya atau melakukan kesalahan dengannya. Dan juga bisa jadi baik pada orang yang setia padanya.


\=\=\=\=\=\=


TBC

__ADS_1


__ADS_2