
"Marmar... udah lama gak ketemu." Ucap orang itu sambil memeluknya.
"Yayaya dah lama gak ketemu kangen ya lo sama gue." Ucapnya sembari membalas pelukan.
"Ilih jijik gue kangen sama lo"
"Hahaha karena lo dah nyambut gue, gue kasih hadiah buat lo."
"Wih apa nih penasaran gue." Ucapnya dengan raut wajah yang bahagia.
"Tuh bawain hahaha." Sambil menunjuk koper yang berisi berkas dan beberapa pakaiannya.
"Apa? Ogah kan ada asisten lo." Mengalihkan wajahnya kesamping dengan ekspresi yang kesal.
"Udah bawa aja cepat gue capek ini." Ucapnya denga menepuk bahu Andi lalu pergi keluar bandara diikuti oleh asistennya.
Andi Syahputra adalah sahabatnya sedari dulu Mario sudah menganggap Andi seperti adiknya sendiri. Segera ia membawa koper itu lalu pergi menuju mobil. Mobil pun segera dikemudikan oleh Albert menuju rumah besar yang tak pernah ingin Mario kunjungi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Udah semuakan ini pesanannya?" Sambil memasukan beberapa kotak makanan ke dalam kantong kresek.
"Udah kak."
"Oke terima kasih semua. Saya pergi dulu ya." Sambil menuju ke luar toko dengan membawa dua kantong kresek berisi kotak makanan.
Yolanda pun menyalakan sepeda motornya lalu melaju menuju rumah pelanggannya. Setelah beberapa jarak yang ia tempuh ia sudah sampai pada rumah pelanggannya.
"Permisi, pesanan catering atas nama Nyonya Asmi datang."
"Oh ya kak, makasih ya kak uangnya sudah ditransfer kan?" Tanya seorang gadis yang menerima pesanan itu.
"Sudah kakak, makasih atas pesanannya."
"Iya sama - sama kak."
Setelah selesai mengirim pesanan Yolanda beranjak pergi keluar rumah lalu ia menyalakan motornya tiba - tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang.
"Yolanda? Ngapain kamu disini." Tanya Najwa.
"Lah, Wawa kamu sendiri disini ngapain."
"Heh, rumah gue kan disini ya jelas gue ada disini ya masa gue ada di rumah lu."
"Oh iya lupa hehehe, ini habis nganter pesanan."
__ADS_1
"Oh, Yol gue numpang dong sampai di mini market sana tuh."
"Eleh kebiasaan, yaudah hayuk."
Yolanda pun berboncengan dengan Najwa temannya. Najwa adalah teman kampus Yolanda mereka berdua bertemu saat pertama kali masuk SMA hingga saat ini mereka masih berteman dengan baik, Wawa adalah panggilan akrab untuk Najwa dari Yolanda. Dalam perjalanan mereka berdua saling beradu mulut dalam rusuhnya keramaian jalan raya.
"Eh, Yolanda lo tau gak katanya anak dari pengusaha yang terkenal. Hari ini balik loh." Tanya Najwa dengan raut wajah sumringah.
"Mana gue tahu gue kan gak tahu." Jawab Yolanda dengan santainya.
"Eh kok lo biasa aja sih?" Tanya Najwa kebingungan akan ekspresi yang ditunjukan oleh Yolanda.
"Ya terus gue harus gimana?" Tanya balik Yolanda.
"Lu tahu nggak Yol dia itu terkenal dengan ketampanannya, keren, gagah kayak suami gue yaitu hubby Chanyeol ahh hubby." Jawab Najwa dengan wajah halunya.
Karena lampu merah Yolanda berhenti namun tidak dengan Najwa dia masih saja menghalu dengan sendirinya. Di sebelah mereka ada mobil yang kacanya sekit terbuka dan alhasil percakapan mereka di dengar oleh orang yang ada di dalam mobil itu orang itu tersenyum dengan senang karena mendapatkan pujian siapa lagi kalau bukan Mario ya itu dia dia tersenyum sangat bangga karena tadi ia mendengar ada pujian untuknya. Tapi seketika moodnya langsung down mendengar....
"Heh mau dia cakep, jungkir balik, tidur ngorok, ngiler, gak tau ah gak peduli and bodo amat." Jawab Yolanda masih dengan nada santainya.
Ya kalimat itulah yang membuat mood Mario seketika hancur ia kesal dengan ucapan itu seketika suasana dalam mobil langsung memanas.
"Haredang haredang haredang panas panas panas." Ejek Andi sambil melihat ke arah jalan.
"Selalu selalu selalu panas dan haredang." Lanjut Andi dengan tatapannya masih mengarah ke jalanan.
"Wkwkwk bro santai bro gue kan cuma canda."
"Sialan tuh cewek beraninya ngatain gue kek gitu di tempat umum awas aja lo ya kalo kita ketemu. Gue inget nama lo Yolanda." Batin Mario dengan kesalnya.
Disisi lain wajah kehaluan Najwa berubah jadi cemberut karena kesal dengan Yolanda selalu saja setiap membahas masalah cowok selalu gak peduli bikin kesel orang.
"Au ah Yol, sebel gue sama lu selalu aja bodo amat kalau soal cowok."
"Ya karena menurut gue, cowok tuh hanya suka main-main aja tuh." Yolanda bersiap segera melaju karena lampu akan segera hijau.
"Gak semua cowok kek gitu kali. Pasti ada juga cowok yang tulus dengan cintanya." Sahut Najwa dengan wajah seriusnya.
"Kalo soal cinta, menurut gue sih masih hal yang tabu ya." Yolanda sambil melajukan motornya.
"Hilih Yol, nanti kalo lu udah cinta beneran awas lu jadi bucin nanti." Ejek Najwa.
"Meh ogah jadi bucin, nanti gue nangis - nangis dong gak jelas." Wajahnya sambil membayangkannya.
"Hahahaha Yol, pokoknya gue cuma ngingetin awas lu jatuh hati-hati loh."
__ADS_1
"Sama siapa coba?" Yolanda bingung dengan omongan Nasiwa.
"Jatuh cinta sama itu yang orang lu katain tadi."
"Yang gue katain? bentar tadi... tadi... Hah!" Pikiran Yolanda menjadi - jadi.
Brukk.
Tak sengaja Yolanda menabrak tempat sampah di depannya hingga tempat sampah tergelinding dan untungnya mereka tak jatuh dari sepeda motor.
"Aduh Yol, lu tuh ikhlas gak sih nganterin gue? Gue tau Yol mini marketnya udah dekat dan kalau lu mau turunin gue seenggaknya bilang-bilang napa. Kagak usah pakai acara nabrak-nabrak tong sampah." Najwa turun dari sepeda motor dengan raut wajah yang kesal.
"Ini semua gara-gara lu tau gak." Ucap Yolanda dengan wajahnya sedikit merah.
"Heh gue? gue punya salah apa sih sama lu? Kok lu marah-marah sama gue? Dan btw napa wajah lu tuh?" Tanya Najwa dengan bingung.
"Yaya... Pokoknya ini salah lu." Yolanda memalingkan wajahnya ke samping karena malu akan pikirannya sendiri.
"Gue tahu nih, lu pasti mikirin cowok yang lu ejek kan. Pasti lu lagi ngebayangin berdua sama dia, menikmati waktu bersama ahhhh... Rasanya mantap, ya gak Yol?!" Ejek Najwa dengan menyenggol bahu Yolanda.
kata-kata itu membuat wajah Yolanda semakin memerah, rasanya dia ingin lari ke mana saja menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.
"Diem lu. Kagak usah banyak omong." Ucap Yolanda sambil menutup telinganya.
"Hahahaha Yolanda wajah lu kayak abis dipanggang hahaha. Btw dipanggang dimana tuh hahaha...." Tawa Najwa sampai mengundang orang datang.
"Hei siang-siang mau jadi mbak kunti ya? Ketawanya ihhh... Daripada kamu ketawa rapiin tuh tong sampah." Ucap seorang wanita yang tidak sengaja lewat.
"Sial, ibu-ibu cerewet."Ucap kesal Najwa.
"Hahahaha mbak kunti hahah."
"Diam lu, ayo cepet rapiin nih sampah lu juga yang nabrak nih tong sampah gak ada dosa kasihan dia."
"Jahahahah bentar gue ngakak dulu." Yolanda sambil memegang perutnya.
"....."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa klik jempol
dibawah ya yang baca hehehe.
Dan juga mampir juga yuk ke karya author yang baru. Mampir ya hehehe
__ADS_1
ditunggu kedatangan kalian^_^