Cinta Tulus Gadis Desa

Cinta Tulus Gadis Desa
Kekasih Gelap.


__ADS_3

Riuh ramai situasi klub malam karena malam ini adalah malam minggu jadi sebagian besar anak anak muda metropolitan pergi ke klub malam hanya untuk melepas beban. Angga dan lima temannya berkumpul di ruangan VVIP malam itu, tempat yang khusus di siapkan untuk orang orang yang berdokat.


" Bagaimana pelayan sudah ada perempuan yang kau siapkan?" kata Wawan salah satu teman Angga yang suka main perempuan.


" Iya Tuan. Dia sudah menunggu di luar" ucap sang pelayan.


" Suruh ia masuk"


" Baik"


Pelayan berperawakan kurus itu keluar dari ruangan. Tidak sampai satu menit si pelayang kembali membawa seorang perempuan berpakaian sexy dengan tubuh yang sintal.


" Duduk sini" panggil Wawan.


Dengan gaya yang menggoda. Wanita panggilan itu duduk di samping Wawan lalu menciumnya.


" Ciiiiihhhh" Angga kesal melihat tingkah temannya itu.


" Ngomong ngomong harga perempuan itu berapa??" tanya Angga ke Wawan.


" Berapa hargamu?" tanya balik Wawan ke perempuan itu.


" Tak seberapa Tuan. Hanya 1000 USD"


" Hoo lumayan murah yah"


Kemudian Angga mengeluarkan sebuah cek dari sakunya. Kemudian menulis angka yang di minta perempuan itu dengan mata uang Indonesia.


Lain yang menikmati lain pula yang membayar. Dasar pria sampah kelebihan uang.


Jam menunjukkan pukul 12.00 tengah malam saat Angga memacu mobilnya dari sana. Berpesta di akhir pekan adalah kegemarannya, ia bisa memperoleh semangatnya kembali di pagi hari jika ia menghabiskan waktu di klub malam.


Saat sampai di rumah.


Cleekkk.


" Untung pintunya tidak terkunci" Angga segera masuk ke dalam kamarnya.


Pria itu lalu masuk ke dalam kamar mandi membasuh wajahnya lalu melemparkan tubuhnya ke atas kasur.


Sebelum ia berselancar ke alam mimpi, ia kemudian memeriksa ponselnya.


Ia membuka satu per satu chat dari Naila kekasihnya.


" Kau ada di klub lagi yah"


" Aku nggak percaya kau tidak main perempuan. Kau pikir hati nuranimu bisa sampai kapan menahan godaan para wanita di sana yang lebih cantik dan lebih montok dari aku. Kau sama seperti Wawan pria pria yang tidak bisa menjaga hati wanita"

__ADS_1


Begitulah isi chat yang di kirim oleh Naila.


" Dia marah" gumam Angga


Angga melihat kontak Naila rupanya gadis itu masih online.


" Jangan marah. Kau tahu kan kalau dari dulu aku suka ke klub" tulis Angga. Hanya beberapa detik pesannya terbaca.


" Bagaimana aku nggak marah, kau itu sudah punya aku kalau kau ingin memenuhi kebutuhan biologismu kita bisa menikah" balas Naila.


" Siapa yang bilang kalau aku ingin memenuhi kebutuhan biologisku"


" Tidak ada yang bilang tapi aku yakin kau main perempuan. Aku nggak bisa melihatmu kayak gini, aku udah capek An kamu tidak menghargai aku. Kita putus aja yah, nanti aku kembaliin uang yang kau ke kasih ke aku untuk bisnis baru aku. Oke kita sudahi aja"


Angga menganga melihat pesan Naila.


" Hei nggak bisa kayak gitu" tapi sayangnya chat Angga sudah tidak balas lagi oleh Naila.


" Sialan" Angga melemparkan ponselnya ke bawah lantai alhasil ponselnya terbagi beberapa bagian.


**


Di sisi lain Naila menghela nafasnya kemudian ia menyimpan ponselnya di atas meja. Tidak ada air mata yang keluar dari mata wanita itu. Mengapa?? karena sejak mereka pacaran Naila sudah sering menangis diam diam, ia menangisi sifat Angga yang selalu menyakiti perasaannya. Walaupun Angga tidak pernah mengaku bermain wanita di luar sana tapi filing perempuan itu tidak pernah salah. Yah Angga selalu main perempuan saat mereka pacaran bahkan sebelum pacaran.


Jadi saat ia mengakhiri hubungan mereka tidak ada lagi air mata yang keluar, ia sudah yakin dengan keputusannya. Biarkan pria itu berbuat semau maunya di luar sana dan ia akan hidup sendiri dengan hidupnya.


Naila mengambil laptopnya ia membuka aplikasi brimo lalu uang yang senilai 800.000 USD itu di transfernya kembali ke rekening Angga. Uang dengan jumlah yang fantastis di kirimkan Angga untuknya buat membangun sebuah perusahan entertaiment.


" Tidak ada jalan satu satunya. Aku harus meminjam ke bank" pikir Naila.


Gadis itu menuju lemari di mana ia menyimpan semua data data aset yang ia miliki. Kemudian Naila memeriksanya satu per satu.


" Ini cukup untuk di jadikan jaminan ke bank" katanya. Tidak ada keraguan di hatinya, mimpi terbesarnya adalah menjadi Ceo sebuah perusahan entertaiment di usia muda.


Keesokan harinya tak berpikir panjang lagi. Gadis itu segera menuju bank untuk mengajukan kredit dalam jumlah yang besar.


" Nanti kami hubungi kembali yah" kata petugas bank.


" Baik"


Naila melangkah keluar dari bank dengan mantap. Ia sangat yakin dengan keputusannya kali ini, ia mempertaruhkan 90 persen apa yang ia miliki jika usahanya kali ini gagal maka ia akan jatuh miskin.


" Tidak ada salahnya aku mencoba" gumamnya.


Sesampainya di parkiran.


Jantungnya hampir copot saat ia bertemu dengan seseorang yang tidak ingin di temuinya.

__ADS_1


" Kenapa kau ada di sini?" kata Naila sinis.


" Kau pulang mengajukan kredit yah" tak menjawab pertanyaan Naila, Angga hanya mengatakan hal yang lain.


" Bukan urusanmu" kata Naila sinis.


" Nai dengarkan aku. Kau serius dengan pesanmu kemarin malam?" tanya Angga.


" Tentu saja. Aku sudah memikirkannya sejak lama" ujar Naila.


" Jadi begitu sudah lama kau ingin memutuskan aku tapi baru kemarin kau mengatakannya" kata Angga.


" Yah karena kau ini tidak pernah berubah"


" Oke oke oke. Tapi ku harap kau jangan menyesal" ujar Angga dengan senyuman menghina.


" Tidak akan" balas Naila lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.


" Ciiiihhh. Lihat saja nanti akan ku buat kau menyesali kata katamu dan kembali bersujud padaku" ujar Angga sangar.


Angga pun meninggalkan tempat itu.


Sesampainya di suatu tempat.


" Sayang kau sudah datang" sambut seorang wanita.


Tak menggubris perkataan wanita itu, Angga segera masuk ke dalam rumah. Lalu terlihatlah di sana seorang bayi yang berumur tiga bulan sedang tidur dengan nyenyak.


" Kau datang menjenguk anak kita. Dari kemarin aku menunggumu" ucap wanita itu dengan genit memeluk Angga.


" Dari tadi ia tidur?" tanya Angga.


" Barusan" jawab wanita itu singkat.


" Kau yang memberitahukan hubungan kita ke Naila?" tanya Angga lagi.


" Tidak"


" Ayo jujur"


" Tentu saja dong sayang. Masakan kau masih bersama perempuan itu sedangkan aku sudah melahirkan anak untukmu" kata wanita itu.


" Rania, sudah aku bilang jangan bilang ke siapapun" bentak Angga.


" Tapi aku ingin semua orang tahu tentang aku dan anakku" kata Rania.


" Jangan banyak bicara. Dengarkan aku baik baik yah ayahku mencalonkan sebagai walikota jangan sampai kau merusak nama ayahku di panggung politik. Jika hal itu sampai terjadi akan ku pastikan kau akan menghilang dari dunia ini" ancam Angga.

__ADS_1


" Aku janji tidak akan" ujar Rania ketakutan.


" Tapi tidak apa apa asalkan aku sudah menyingkirkan wanita itu" pikirnya jahat.


__ADS_2