Cinta Tulus Gadis Desa

Cinta Tulus Gadis Desa
Bertemu Kembali.


__ADS_3

" Yes. Akhirnya" Naila sangat senang karena permohonan kreditnya di setujui oleh bank. Kini ia berhutang ke bank sebanyak 800000 USD, jumlah yang sama yang pernah di kirimkan Angga untuknya namun sudah di kembalikan.


Sudah memiliki modal yang cukup kini Naila harus memutar otak. Apa saja yang ia harus lakukan.


Pertama kali ia membeli tanah kemudian membangun sebuah gedung.


Butuh waktu dua tahun ia membangun gedung yang super bagus untuk di jadikan sebuah perusahaan entertaiment. Setelah gedungnya sudah jadi ia memutar otak kembali bagaimana proses selanjutnya.


" Sekarang waktunya aku akan mencari aktris" pikirnya.


" Tapi siapa yah"


" Tidak mungkin aku akan mencari aktris yang sudah terkenal karena pasti bayarannya mahal"


Dua tahun saat gedung entertaiment Naila sudah rampung!!!


Kiara masih sama seperti kesibukannya yang dulu dulu. Ia masih sibuk menjual bakso tapi yang membedakan adalah kini ia punya warung sendiri yang di sewanya di sebuah pasar tradisional di samping itu ia juga sedang menyicil rumah minimalis dan saat ini juga ia sudah membawa ibunya ke ibukota untuk tinggal di rumah barunya.


Walaupun hanya penjual bakso tapi ia juga ingin cantik seperti wanita wanita pada umumnya sehingga ia memakai penghasilannya yang sebagian kecil untuk melakukan perawatan. Kini Kiara yang dulu yang tinggalnya di desa berubah menjadi gadis gadis kota.


Sore harinya saat pergi ke Indomaret tak sengaja ia bertabrakan dengan seorang perempuan.


"Maaf" kata Kiara meminta maaf lalu memungut barang barang belanjaan wanita itu yang berjatuhan.


" Kiara. Kamu Kiara kan??" ucapnya.


" Siapa?" tanya Kiara tak mengenali perempuan itu.


" Masak kamu lupa sama aku" kata wanita itu.


Kiara memperhatikan wanita itu dengan teliti.


" Naila" balas Kiara.


" Iya aku Naila, sedang apa kamu di sini?" tanya Naila.


" Aku datang membeli minyak goreng" jawab Kiara.


"Aku ingin ngobrol denganmu tapi sayangnya aku sedang buru buru jadi boleh aku minta nomormu. Di lain kesempatan kita boleh mengobrol banyak?" kata Naila.


" Boleh" lalu Kiara memberikan nomor ponselnya untuk Naila.


Kiara memperhatikan kepergian Naila dengan banyak pertanyaan muncul di otaknya. Karena gadis inilah yang jadi panutannya mengapa ia ada di kota saat ini dan kini setelah dua tahun ia baru bertemu kembali. Bukan tanpa alasan mereka tidak pernah bertemu karena hari hari Kiara ia sibukkkan di pasar tradisional sedangkan Naila mana pernah pergi ke tempat macam itu.


Setelah dua tahun berlalu bagaimana kelanjutan hubungan Angga dan Naila? apa mereka sudah menikah? apa mereka sudah punya anak dan bahagia bersama? begitulah pertanyaan pertanyaan yang muncul di otaknya.


" Yah aku sangat penasaran, rupanya aku harus bertemu dengan Naila untuk membayar rasa penasaranku"


Tiga hari kemudian.


Sebuah nomor yang tak di kenal masuk di ponselnya.


" Halo, ini Kiara ada yang bisa di bantu?" sapa Kiara.


" Halo Kiara ini Naila. Kau sibuk nanti sore?" tanya Naila.


" Naila ternyata" katanya dalam hati. Ia sangat senang wanita itu menghubunginya.

__ADS_1


Sebenarnya banyak kerjaan yang harus ia kerjakan nanti sore tapi karena ia yakin kalau Naila akan menemuinya jadi ia mengatakan:


" Aku tidak sibuk Naila, memangnya kenapa?"


" Aku ingin kau datang ke rumahku"


" Oke baiklah tapi aku tidak tahu alamat rumahmu?" tanya Kiara.


" Nanti aku menjemputmu yah. Memangnya di mana kau tinggal?"


Kiara memberikan alamat rumahnya lalu sambungan telepon terputus.


Naila benar benar menepati janjinya. Sore itu sekitar jam 16.00, sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti depan rumahnya lalu seorang gadis yang cantik jelita turun dari atas.


" Kiara, jadi ini rumahmu? kau sudah sukses ternyata yah" kata Naila.


" Ah tidak juga. Aku jadi malu" ucap Kiara malu malu.


" Ayo" ajak Naila.


Setelah Kiara meminta isin kepada ibunya kini mereka berdua meninggalkan tempat itu.


Kiara takjub melihat isi mobil yang di kendarai oleh Naila, ini pertama kalinya ia naik mobil semewah ini.


Sesampainya di sebuah rumah yang mewah , Naila menghentikan mobilnya.


" Ini rumahku selamat datang di rumahku. Ayo masuk "ajak Naila.


Dengan perasaan yang gugup Kiara masuk ke dalam dan kini Kiara harus takjub lagi melihat isi rumah itu.


" Silahkan duduk. Akan ku buatkan minum, kau ingin minum apa?" kata Naila.


Kiara kemudian duduk di sofa empuk Naila dan kini ia tak henti hentinya takjub.


Saat Naila ada di dapur. Kiara memperhatikan apa yang ada di sekitarnya lalu ia teringat Angga.


" Apa Angga ada di sini yah??"


" Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?"


" Ayo minum" kemudian Naila datang membawa secangkir teh dan sepiring kue.


" Silahkan minum dan makan"


" Aku heran saat kita bertemu pertama kali. Kau sudah berubah banyak, berapa lama kau tinggal di kota ini?" tanya Naila.


" Sejak dua tahun yang lalu" jawab Kiara.


" Dua tahun yang lalu. Waktu yang sama saat kami pergi ke desamu"


" Yah" Kiara teringat saat saat ia bersembunyi di mobil Angga dan Naila untuk datang mengadu nasib di kota.


" Kau kerja apa di sini?" tanya Naila.


" Aku menjual bakso" jawab Kiara.


" Oh iya" Naila manggut manggut.

__ADS_1


Banyak hal yang Kiara ingin tanyakan tapi ia merasa malu.


" Kau gusar?" kata Naila mengerti gerak gerik Kiara.


" Ah tidak ada apa apa" bohong Kiara.


" Kau punya pertanyaan yah. Katakan saja aku tidak akan tersinggung"


" Uhhmmm. Apa kau dan Angga sudah menikah?" tanya Kiara kemudian.


Mendengar pertanyaan itu, Naila malah tersenyum.


" Apa aku terlihat seperti seorang wanita yang sudah menikah?" tanya Naila.


Kiara menggeleng.


" Itulah jawaban atas pertanyaanmu" kata Naila.


" Jadi kalian masih pacaran?" tanya Kiara lagi. Rasa penasarannya sangatlah besar.


" Kami sudah putus tidak berapa lama saat kami pulang dari desamu" kata Naila.


" Apaaaaaa" ucap Kiara. Suaranya yang besar mengangetkan Naila.


" Maaf aku mengangetkan mu. Aku tidak percaya bukankah kalian pasangan yang serasi?" tanya Kiara.


" Apa aku dan Angga terlihat seperti itu"


" Iya iya iya"


" Sayangnya tidak" kata Naila.


" Bagaimana kalian bisa putus?" tanya Kiara.


" Dia bukan pria yang baik, dia punya wanita lain bahkan mereka sudah punya anak" jelas Naila.


" Apaaaaaa" lagi dan lagi Kiara berteriak.


Naila tertawa melihat tingkah Kiara.


" Bagaimana bisa?"


" Jangan pikirkan. Ikuti aku" Naila mengajak Kiara ke satu ruangan yang ada di rumahnya.


" Ruangan apa ini?" tanya Kiara tak tahu.


" Kiara aku membutuhkanmu" ujar Naila.


" Aku harap kau bisa membantuku"


" Bantuan seperti apa?" tanya Kiara.


" Aku saat ini terlilit utang sebanyak 11 m dari bank untuk membangun sebuah gedung entertaiment. saat ini gedungnya sudah rampung tinggal aku akan mencari artisnya" jelas Naila.


" Jangan bilang ia ingin menjadikanku artis" kata Kiara dalam hati.


" Lalu?" tanya Kiara lagi.

__ADS_1


" Aku ingin kau jadi artisnya" kata Naila.


Bagaikan di sambar petir Kiara mendengar hal itu. Sebuah keajaiban.


__ADS_2