
Hallo guys , kata perempuan yang menggunakan baju gamis , warna hitam itu lengkap dengan jilbab khamar yang panjang , kini mereka berada di bandara , dengan ke dua teman nya , dan abang angkat nya Azmi , pengunguman pesawat mereka yang akan berangkat pun sudah terdengar ,
Ihh sih melur bawah abang genteng , melur nanti kita tukaran tempat duduk saja biar aku duduk dekat abang Azmi , ihh mana boleh orang ayah udah suruh abang duduk dekat aku , lagi pula ada hati yang harus abang aku jaga , jadi aku harus tetap awasi abang aku supaya abang aku nggak berpindah hati kata melur lalu , mata nya beralih ke arah abang Angkat itu , dengan senyuman tipis yang terukur di wajah cantik nya itu ,
Azmi hanya tersenyum , sambil melihat ke arah lantai , dia tidak mau beradu pandangan dengan teman teman adiknya , apa maksudnya jaga hati kata Azmi bertanya tanya,
__ADS_1
15 menit kemudian mereka sudah berada di dalam pesawat , Azmi dan melur saling berdampingan
Saat mereka sama sama duduk tanpa sengaja , mereka saling pandangan dan meluar pun , membuang pandangan nya ke arah lain . Dan menormal kan duduknya , sunggu rasa yang bertahun tahun dia simpan semenjak umur
15 tahun hingga 25 tahun dia menutup hati demi sang abang , yah bisa di bilang melur mencintai abang angkat nya itu , sehingga laki laki , yang naik kerumah melur dia tolak , tapi sampai kapan dia akan memendam perasaan yang tak berujung ini ,
__ADS_1
Ibunda , Azmi menitipkan Azmi , di pesantren sampai saat ini belum pernah kembali , karena ayah dan bunda tidak memiliki anak jadih lah mereka mengangkat Azmi menjadi anak mereka , karena sang ibu tidak kunjung datang menjemput sang anak
Tanpa di duga 6 tahun umur Azmi , bunda Tuti mengandung sang anak perempuan yaitu, Mikha asjawiyah kerap di panggil melur
melur menarik napas dalam dalam,
__ADS_1
Tanpa dia sadari , aZmi melihat ke arah melur , entah dari mana dan kapan datangnya dia juga menyimpan rasa yang sama dengan melur mati matian dia , membuang rasa yang tidak wajar itu , untuk mencintai adik angkat nya tapi semakin dia membuang rasa itu , dan rela tinggal di asrama pesanteren , tetap saja dia tidak bisa melupakan melur bertahun tahun , dia menyimpan nama melur di hati nya , siapa sangka melur dan Azmi begitu santai tanpa , memunculkan kan rasa curiga orang di sekitar mereka bahwa , dia memilihi rasa dengan saudara nya , tanpa seorang pun yang tahu bawa kedua anak manusia itu pintar menyimpan dan memendam perasaan itu , lalu Azmi teringat dengan ucapan sesama ustadt di pesantern bahwa Azmi kan di jodohkan dengan dengan seorang wanita , di ibu kota yang mana anak sala satunya jemaahnya menjodohkan dia dengan anak gadis seorang pengusaha kaya, alasan agar Azmi bisa membimbing sang anak ke jalan yang benar lagi ,
Azmi belum menjawab pertanyaan itu , sampai saat ini satu nama yang ada di dalam hatinya adalah meluar seorang'