Cinta Tulus Sang Kaka Angkat

Cinta Tulus Sang Kaka Angkat
Sunset


__ADS_3

Percakapan mereka di grup pun sudah .


Waktu senja pun telah hadir menemani sepasang anak adam dan hawa, itu kini yang mereka pesan pun telah siap, dari tenda dan alat kemping lainnya ,


Melur dan Azmi duduk di sebuah hamok yang telah di rentangkan di ikat di sebuah pohon di situ , sambil menikmati senja , mata hari yang hampir tenggelam dan berwarna jingga, mereka mengabadikan Sunset itu, dengan kebahagiaan yang tidak ada tara nya , hati yang entah sangat gundah dan gelisah, tapi mampu mereka kondisikan agar tetap tenang , entah hati kedua nya , sangat risau seperti mereka akan mendapatkan sebuah ujian , lebih dari ujian rumah tangga ,

__ADS_1


Bebegim aku ingin seperi sunset itu , yang Selalu di nantikan para pencinta sunset, dengan mengambil photo yang begitu indah , senja yang langkah di waktu panas mata hari akan tenggelam , aku mau seperti dia sangat di sayangi kepergian nya, sangat di puja keindahan nya , sehingga di abadikan di dalam ponsel , walau paun mereka tidak tau apakah mereka akan melihat itu lagi . Setelah kepergiannya apakah esok atau lusa sunset itu akan muncul lagi ? Atau jangan jangan mendung yang , akan hadir "


sehingga momen yang tadi di abadikan Hanya tinggal " kenangan tersimpan dalam ponsel , beneran loh bebegim suasana senja seperti sangat jarang terjadi , mata hari berwarna jingga aku harap aku selalu ada di dalam dirimu di mana pun aku berada " aku dan kamu mampu melawan mendung yang akan datang entah dia akan pergi lalu menghadirkan kembali mata hari ini "


Pleng,,, pakkkkk!!!!!!!!!!!!!!............

__ADS_1


Berani sekali kamu membawa istri mu kerumah ku kata mama Inna , berteriak dengan keras yang marah suaminya Anwar membawa istri muda nya kerumah mereka , hey saya nggak perlu ijin dengan mu untuk , membawa wanita lain ke rumah saya apalagi dia ini istri saya juga, dan saya juga ke sini hanya untuk memperkenalkan dia kepada anak anak saya , dan saya tidak ada niat mau kasi satu rumah dengan mu , bisa bisa dia mati di tangan mu ,


Mama Inna hanya bisah marah mau nangis air mata nya sudah tidak ada lagi" sungguh tenga kamu mas, menikah tanpa sepengetahuan ku, ina ina kalau aku mau menikah dengan lebih dari 1 wanita pun aku akan sanggup selagi aku masih bisa, menyalurkan napsu ku dan memiliki uang kenapa tidak aku mencari bini baru yang lebih mudah , dan masi perawan kata papa Anwar dengan bangga,


Sindi hanya bisa , menegarkan pertengkaran sang papa dan mama nya , mana wanita itu masi mudah pasti dia anak smp kata sindi yang melihat wanita bersama papa nya , dia pun turun dari tangga dia ingin menenangkan dirinya di tempat nya sering nongkrong "" sindi kata papa Anwar begitu lembut dan sayang kepada anak nya dan akan keras kepada sangat mama saja. Dengan malas sindi pun mendekati papa nya , wanita yang ada di samping papa Anwar hanya terdiam. Muka nya seperti tertekan sekali " apakah wanita ini korban dari orang tua yang egosi demi uang anak di jual kata sindi berasumsi , ini mami kamu yah walaupun umurnya jahu lebih mudah dari kamu , dia baru lulus smp , dan memili menikah dengan papa , kata pan Anwar dengan bangga memiliki , seorang istri di bawa umur ,wow selamat yah lalu dia malas sekali dengan semua ini tapi apa pelibuat dia tak punya pilihan lain sindi pun menjabat tangan mama tirinya , tangan wanita itu sangat lah dingin , sindi" lula kata nya dengan tegang

__ADS_1


__ADS_2