Cinta Untuk Istri Cacat Ku

Cinta Untuk Istri Cacat Ku
Episode 2 #SAH


__ADS_3

Setelah pembicaraan antara Andre dan Bayu, akhirnya Andre menuju kamar Maura untuk memberitahu kenyataan pahit lagi yang harus di hadapi sang putri satu - satunya, hanya cara ini yang akan menyelamatkan maura dan nama baik keluarganya saat ini.


Bayu membuka pintu kamar maura, sejenak dia melihat putrinya yang sangat cantik walaupun harus menggunakan kursi roda yang didudukinya saat ini.


Maura dan maya menengok ke arah samping karena mendengar suara pintu kamar terbuka.


"Pah kenapa diam di sana? Apa Ka Rangga sudah datang pah?", ucap maura yang menyadarkan papahnya yang sedang diam sejenak di ambang pintu.


Papah mengahampiri maura dan maya


"Maura sayang, Rangga dan keluarganya belum datang bahkan mungkin tidak akan datang nak, maafkan papah", ucap Andre sambil mengelus rambut sang anaknya.


"Maksud papah apa?", ucap maura yang wajahnya langsung berubah menjadi khawatir.


"Ada masalah apa pah?", ucap maya sang istri melanjutkan pertanyaan dari maura.


"Aldo sudah menghubungi rangga dan keluarganya berkali-kali tapi tidak ada yang menjawab bahkan nomernya saja tidak aktif", ucap Andre


"Lalu gimana nasib putri kita maura pah?", ucap maya.


Maura yang mendengarnya seketika kepalanya pusing dan pandangannya juga mulai kunang-kunang.


"Maura kamu harus kuat hadapi ini, kamu akan tetap melangsungkan pernikahan hari ini", ucap sang papah andre.


Maura tidak sanggup mendengarnya lagi, apa yang ditakutkan selama ini pun terjadi, karena memang sudah 3 hari ini rangga tidak bisa dihubungi dan sikapnya berubah dingin setelah andre mengetahui bahwa maura akan tidak bisa berjalan alias cacat, Karena rencana pernikahan sudah di rencanakan jauh sebelum terjadinya kecelakaan.


"Maksud papah rangga membatalkan pernikahannya dengan maura dia mencampakan anak kita pah?", ucap maya dengan suara marah yang bergetar,


"ya allah cobaan apalagi ini kenapa nasib putri kita menjadi seperti ini", lanjut ucap maya.

__ADS_1


Maura hanya mendengarnya dengan diam tanpa sadar air matanya telah lolos membasahi pipih putihnya.


"Iya mah maura akan tetap menikah tidak ada jalan lagi karena semua tamu undangan bahkan rekan bisnis semuanya sudah hadir", ucap Andre.


Papah Andre berjongkok menatap sang putri yang hanya diam membisu namun melihat air mata sang putri yang terus keluar tanpa suara.


Tangan kanan papah andre mengusap air mata putrinya, sedangkan tangan kirinya mengambil tangan putrinya dan mengusap lembut punggung tangan putrinya.


"Maafkan papah maura, papah tau kamu pasti sangat kecewa, tapi papah mohon kamu harus terima ini semua, papah akan menikahkan kamu dengan anak sahabat papah, ini yang terbaik untuk kita semua", ucap Andre. Dalam hati Andre sangat terluka tapi dia akan lebih terluka jika semua orang melihat putrinya yang dicampakan dan ditinggalkan dalam keadaan seperti ini.


Pandangan maura yang sebelumnya kosong beralih ke wajah sang papah yang terlihat sedih..


"Iya pah", ucap maura dengan suara yang lemah.


"Makasih sayang", ucap Papah Andre dan memeluk putrinya.


...##...


POV MAURA


Ka Rangga adalah kaka kelas ku waktu SMA, aku berpacaran dengan ka rangga ketika aku naik kelas 2, ka rangga dan aku hanya beda 1 tahun. Kami kuliah di Universitas yang sama.


Setelah Ka Rangga Lulus Kuliah, Ka Rangga dituntut keluarganya untuk melanjutkan S2 di luar negeri karena memang ka Rangga akan menjadi penerus perusahaan papahnya walaupun pada awalnya ka rangga menolak tapi papahnya mengancam bahwa ka rangga harus berpisah dengan ku. Ka rangga akhirnya menerima dan menjelaskan alasanya dengan jujur dan aku menyetujuinya. Aku pun meyadari bahwa keluarga ka rangga kurang suka terhadap ku tapi walaupun begitu mereka masih menerima ku.Setelah kepergiannya ka rangga menyempatkan waktu untuk selalu memberi kabar ku lewat chat atau telephone setiap harinya.


Tidak terasa sudah setahun kita menjalani LDR dan aku juga sudah lulus kuliah, aku berniat untuk mendaftarkan S2 di kampus ku saat ini.


Tapi tanpa aku duga, ka rangga dan keluarganya datang ke rumah ku dan melamar ku. Aku memang sempat kecewa karena di hari wisuda ku ka rangga yang berjanji akan datang tapi tidak menepatinya. Ternyata ka rangga memberi kejutan dengan ia melamar ku dan rencana pernikahan kami akan di adakan 1 bulan lagi. Aku sempat kaget karna harus menikah dalam waktu dekat tapi aku juga sangat senang. Diadakan secepatnya karna ka rangga pada saat ini sedang libur semester selama 2 bulan dan ka rangga berniat membawa dan mendaftarkan kuliah S2 ku di kampusnya. Walaupun orangtua ka rangga awalnya tidak setuju atas permintaan ka rangga tapi akhirnya mereka menyetujuinya karna ka rangga berjanji akan serius dengan kuliah dan melanjutakan bisnis perusahaan papahnya.


Tapi nasib berkata lain taksi yang aku tumpangin mengalami kecelakaan dan menyebabkan kaki ku lumpuh dan tidak bisa berjalan.

__ADS_1


Semenjak ka rangga mengetahui keadaan ku, ia berubah menjadi dingin namun aku menipis semua itu, aku mengira dia sedih dengan keadaan ku. Aku sempat mengutarakan ke ka rangga bahwa aku ingin membatalkan pernikahan kita karena aku tidak ingin menjadi beban hidupnya namun ka rangga tidak menyetujuinya dan ia tetap ingin melangsungkan pernikahan yang sudah di rencanakannya.


#Flashback Off


POV MAURA


Saat papah memberitahu ku bahwa ka rangga tidak datang, perasaan ku sangat sedih dan kecewa tapi aku lebih sedih lagi melihat orangtua yang aku sayangi karena aku mereka harus menanggung malu.


Papah memohon pada ku untuk tetap menikah. Aku dengan perasaan sedih dan kecewa hanya bisa pasrah dan lidah ku membeku tidak bisa berkata-kata. Aku hanya menjawab 'Iya'. Aku tidak mengenal dan bahkan tidak tau wajah laki-laki yang akan aku nikahi, rasanya saat ini aku ingin menghilang dan tidak ingin menghadapinya.


Semua yang direncanakan hancur hilang dan membekas membuat lubang dihatiku terasa perih apalagi dengan kondisi saat ini aku tidak tau apakah pria yang akan menjadi suamiku mau menerima keadaan ku yang tidak berguna bahkan untuk mengurus diri sendiri pun tidak bisa


...##...


Acara ijab kabul sudah dimulai, Aku mendengar kata SAH dari semua para tamu dan undangan, Aku yang mendengarnya dari dalam kamar hanya menangis tanpa bersuara. Aku berusaha untuk tetap tegar, aku yakin tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya.


"Maura sayang ayu kita ke luar, acara ijab kabulnya sudsh selesai", ucap mamah dan mendorong kursi roda ku.


Dengan perasaan takut dan gugup, aku melihat banyak para tamu dan juga aku melihat sosok pria yang duduk di depan meja berhadapan dengan papah ku dan disampingnya seperti pak penghulu.


'Apakah dia yang akan menjadi suami ku', ucap dalam hati maura.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Maaf ya kalau 1 episode terlalu panjang kalimatnya.. 🙏 Nana hanya ingin lebih jelas aja 🙂 Kalau ada salah pengetikan atau hal lainnya mohon dimaafkan ya.. ini Novel pertama ku semoga kalian suka ya teman-teman dan tolong jangan bosan yaa.. 🙂


Kalau ada kritik dan saran boleh disampaikan di komentar.. nana akan menerimanya 😁Tolong dukung ya.. Kasih likenya dan votenyaa...😁


Terimakasih buat para teman-teman readers yang sudah mampir dan baca.. 🤗

__ADS_1


__ADS_2