
Maura sangat terkejut saat digendong Farel dengan berbalut selimut, jantungnya berdegup kencang.
Maura yang telah duduk di kasur masih berbalut selimut dan Farel melepaskan selimut dari tubuh Maura.
"Sebentar aku ambilkan baju kamu dulu ya", Ucap Farel.
Maura hanya mengangguk. Ia sebenernya sangat malu karena baru kali ini ia diurus oleh seseorag selain Mamahnya.
Farel berjalan menuju lemari dan membuka lemari itu, ia bingung harus mengambil baju apa, akhirnya ia mengambil baju dres berwarna merah muda yang menurutnya sangat lucu jika dipakai Maura. Setelah mengambil dres ia masih melihat-lihat isi laci lemari yang lainnya.
'Oh iya ga mungkin kan kalau gadis itu tidak memakai **********', Gumam Farel.
Akhirnya Farel mencari pakaian dalam Maura, setelah menemukannya, dengan tangan gemetar karena gugupnya ia mengambil kacamata dalam maupun cd 😂.
'Kenapa dia lama banget ya, ga mungkin kan kalau dia juga ngambil pakaian dalamku', Ucap Maura dalam hati 😟
"Ini Pakaiannya, Mau aku bantu? ", Tanya Farel.
"Ga Ka", Ucap Maura dengan Spontan. "Aku bisa pakai sendiri.. Kaka mandi aja", Lanjut Maura.
"Yaudah Aku mandi dulu, tunggu aku ya kita sholat berjamaah", Kata Farel.
"Iya Ka", Ucap Maura dengan mengangguk.
Melihat Farel yang sudah masuk kamar mandi, Maura segera memakai pakaiannya, betapa malunya maura karena Farel juga memilih pakaian dalam kacamata dan cd dirinya.
Setelah beberapa menit Farel keluar dan mengenakan pakaian sholat yang semalam ia pakai.
Mereka sholat dengan khusyu Maura yang berada di belakang Farel sholat dengan duduk di kursi roda.
Setelah selesai sholat Farel menghadap ke belakang Maura dan mengulurkan tangannya agar maura mencium punggung tangannya.
Maura yang melihatnya dengan wajah merah karena malu ia mencium punggung tangan yang sudah sah menjadi suaminya, Farel pun mencium kepala Maura yang masih terbalut mukena yang dikenakan Maura.
Usai Sholat Farel membaca alqur'an dengan sangat merdu dan fasih, Maura yang mendengarnya merasa tenang dan bahagia.
Waktu menunjukkan pukul 6
"Farel Maura Apa kalian sudah bangun sayang", Ucap Maya sambil mengetuk pintu kamar anaknya.
"Iya Mah udah", Sahut Maura.
__ADS_1
"Ayu Kita keluar Maura", Ucap Farel yang sudah mengganti bajunya.
"Iya Ka", Ucap Maura.
Farel mendorong kursi roda yang diduduki Maura ke luar kamar. Kamar Maura sebenernya di lantai 2 tapi semenjak maura sakit akhirnya kamar Maura di pindah ke lantai 1 agar lebih mudah.
"Ayo kita sarapan dulu nak Farel Maura", Ajak Maya.
"Iya tante", Sahut Farel.
"Panggil Mamah ya nak Farel, sekarang kan kamu menantu mamah jadi kamu juga anak mamah", Ucap Maya.
"Iya Mah", Jawab Farel sambil tersenyum.
"Aduhh senyum kamu manis banget nak Farel", Ujarnya 😁
Farel yang mendengarnya menjadi malu hihi..
"Mamahhh.. ", Sahut Maura membulatkan matanya.
"Eh maaf ayo ayo Kita sarapan dulu ya", Ajak Maya sambil berjalan ke meja makan.
"Aldo udah berangkat pagi-pagi karena ada rapat tapi kalau Papah masih di kamar dari tadi susah dibangunin katanya pada pegel-pegel badannya maklum sayang udah tua papah kamu, baru acara sehari aja udah ambruk hihii", Ucap Maya sambil ketawa.
Andre berjalan menghampiri mereka mendengar ucapan sang istri dengan wajah lesunya.
"Ada yang ngomongin papah ya", Tanya Andre.
"Hehee engga pah, ayu sarapan pah", Ucap Maya dengan lembut.
Sarapan pagi ini menunya sederhana hanya nasi goreng dan telur ceplok, tapi dimasak oleh Maya ibunya Maura karena Maya selalu masak untuk suami dan anak-anaknya. Ia lebih suka keluarganya makan masakannya daripada pembatu atau orang lainnya.
"Oh iya Farel Apa kamu hari ini akan ke kantor? ", Tanya Andre ke menantunya.
"Iya Pah, Maaf Farel harus ke kantor karena ada rapat dengan klien hari ini, tapi Farel usahain akan pulang cepat", Jawab Farel.
"Oh iya Farel soalnya kemaren juga dadakan nikah buat kamu, Papah minta maaf dan berterimakasih ya farel", Ucap Andre merasa bersalah tapi tidak dipungkiri bahwa ia bahagia anaknya tidak dipermalukan.
"Papah ga usah minta maaf ini sudah jadi keputusan Farel juga, walaupun Farel menikah bukan berdasarkan cinta tapi Farel dan Maura sudah sepakat kita akan belajar saling mencintai", Ucap Farel tulus sambil menatap Maura dan mengelus punggung Maura.
Orangtua Maura yang mendengarnya sangat bahagia dan terharu bahkan Maya sang ibunda Maura sampai meneteskan air matanya namun ini air mata bahagia.
__ADS_1
Setelah drama pagi selesai Maura dan Maya mengantar Farel ke depan untuk berangkat kerja sedangkan Papah Andre sudah berangkat terlebih dahulu.
"Mah Farel berangkat kerja dulu", Farel mencium punggung tangan Maya mertuanya.
"Maura, Aku berangkat dulu ya", Ucap Farel ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Maura yang duduk di kursi roda dan mengusap kepala Maura dengan lembut.
Maura mengambil tangan Farel dan mencium punggung tangan Farel. Maura dan Farel saling pandang mereka merasakan perasaan yang sulit diartikan tapi mereka tahu pasti kalau ini bukan perasaan sedih.
...##...
Farel yang masih mengenakan kaos dan celana jeans karena memang kemaren farel belum membawa pakaian kantornya, ia hanya membawa pakaian sholat dan kaos yang selalu ia bawa di mobilnya.
Farel mengahampiri sekretarisnya sekaligus sahabatnya saat kuliah yaitu Adi, Ia memerintahkan Adi untuk menyiapkan berkas meeting hari ini.
Farel mengganti baju nya dengan setelan kemeja dan jas kerjanya yang sudah ada di ruang kerja, Farel memang selalu sedia setelan pakaian kantor di ruang kantornya karena ia sering lembur.
"Pak Farel kemaren kemana kenapa langsung pulang? ", Tanya Adi yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Lo itu kebiasaan selalu ga ketuk pintu", Ucap Farel.
"Iya maaf Pak Bos, Lagian gue penasaran kenapa lu ke kantor hanya pake kaos dan lu kemana kemaren kenapa setelah rapat gue cariin ga ada di ruangan lu", Tanya Adi heran.
"Kemaren gue nikah", Jawab Farel dengan santai.
"Apaa lu seriuss... nikahh?? ", Ucap Adi yang membulatkan matanya dan mulut yg masih ngangap 😲.
"Udah deh ceritanya panjang, ayu buruan nanti kita telat ada rapat penting, dan ingat nyalakan mode kerja", Ucap Farel sambil berjalan meninggalkan Adi sekretarisnya.
"Eh iya Pak Bos tapi lu nanti harus jelasin ya", Ucap Adi menyusul Farel.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Bersambungg dulu yaa..
Besok lagi 🙏🙏
Maaf selalu update lama.. 🙏
Jangan lupa tekan jempolnya 👍
Terimakasih buat yang sudah mampir membaca.. ❤
__ADS_1